“Biarkan aku egois sekali saja, untuk merasakan bagaimana indahnya bersatu saat saling mencintai. Andai waktuku habis hari ini, aku rela. Tapi izinkan aku merasakan cintanya yang selama ini aku inginkan.” ---- “Serius amat, Bu Vanya?” goda Tania pada sahabatnya yang sedang mencatat beberapa tugas yang harus ia kerjakan. “Diem, Tania. Gue lagi fokus ini.” Vanya menjawab tanpa menoleh ke arah Tania dan sibuk dengan catatannya. “Sombong amat nih pacarnya Dimas,” goda Tania lagi. “Lo nulis aja sono, daripada gangguin gue.” Tania malah cengengesan melihat Vanya yang mulai terpancing. “Gue udah kali. Va, kantin yuk!” Vanya hanya melirik sekilas ke arah Tania tanpa menjawabnya. “Ke, lo sibuk gak? Kantin yuk!” ajak Tania pada Rieke yang tengah serius pada layar ponselnya. “Yuk! Laper gue,

