Sarah mengeluh melihat tangannya harus dibalut dengan pembalut luka. Dia tampak seperti pasien patah tulang. “Jangan cemberut, itu untuk mengendalikan rasa sakit dan mencegah terjadinya infeksi. Nanti sore akan aku oleskan salep yang diberikan oleh dokter. Kamu yakin akan berangkat kerja sekarang?” tanya Alex lagi untuk mengulangi apakah Sarah ingin tetap berangkat atau tidak. “Iya,” sahut Sarah singkat. “Baiklah, akan aku antar ke cafe, tapi jangan lupa obatnya diminum biar cepat sembuh lukamu itu,” pesan Alex. “Baik,” sahut Sarah tetap dengan mode singkat. Alex menggelengkan kepala melihat sikap Sarah yang tidak banyak tingkah tapi menurut saja pada perkataannya itu. Tangan Alex sudah mengambang di udara, akan menyentuh kepala istrinya, tapi urung dilakukan karena wanita itu pa

