“Alex sialan!” umpat Sarah meringis menahan rasa lelahnya pagi itu. Bagaimana tidak, Alex menidurinya pagi itu dan entah kenapa Sarah tidak bisa melawan, padahal dia jelas merasa benci sekali dengan lelaki yang suka meniduri wanita-wanita itu. “Apa katamu?” tanya Alex mendekat ke telinganya. Bau parfum menyeruak dari jas lelaki tampan, dia selesai mandi. Sarah hanya terdiam, mempercepat langkahnya ke lantai bawah, lalu merutuki diri sendiri, bisa-bisanya dia menurut setelah melakukan hubungan suami istri, dia menyiapkan kemeja dan jas serta memakaikan dasi. “Jelas-jelas tadi kamu menikmatinya,” kekeh Alex di sebelah Sarah. Rona merah di pipi tampak jelas sekali terlihat di wajah Sarah. Dalam hati, Sarah mengakui kedahsyatan permainan ranjang Alex. Dia sendiri belum memiliki penga

