Mengantarkan Pesanan

1503 Kata

Siang itu, di hari berikutnya, semua karyawan cafe telah melakukan tugasnya masing-masing. Dara mencoba mendekati Devan agar dia mendapatkan posisi di bawah Devan. Tangannya masih terasa pegal sekali. Kemarin dia tidur sangat lelap karena kelelahan. Namun, Dara tidak menyadari bahwa itulah yang dirasakan oleh Sarah karena tindakannya menyuruh-nyuruh wanita itu untuk membereskan segalanya sendirian. “Chef, bisa nggak kalo aku dibantu dua orang?” pinta Dara dengan nada merayu. Devan melirik Dara dengan pandangan sinis. Dia sendiri yang merancang agar Dara melakukan pekerjaan bersih-bersih sendiri, karena sebelumnya dia membuat Sarah tersiksa karena perintahnya. Sekarang, bahkan wanita itu berani untuk meminta anak buah pada Devan. “Nggak bisa. Mereka sibuk di dapur dan kasir,” sahut De

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN