“Tuan?” ulang Sarah dengan takut-takut berdiri di belakang lelaki yang sedang membelakanginya itu. Sarah merasa sangat penasaran dengan pria itu. Dia seperti bermain drama dengan pria yang memunggunginya. Tambah lagi, pria itu belum juga membalikkan kursi untuk menyambut. Padahal Alex telah melihat dari kaca akan kedatangan Sarah. Dia menatap wajah Sarah di kaca. Jelas sekali sebelum wanita itu memakai masker untuk menutupnya. Sudut bibir Alex terangkat saat melihat kecemasan di wajah Sarah yang tidak menyadari bahwa lelaki di depannya sedang memperhatikan gerak-geriknya di kaca yang tentu saja Sarah tidak melihatnya. “Apa dia lelaki tua yang galak,”ucap Sarah dalam batinnya. “Atau pemilik perusahaan ini sudah tidak mampu memutar kursinya sendiri karena terlalu tua?” imbuhnya di piki

