Sarah menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidur yang tidak seempuk tempat tidurnya di rumah. Namun, dalam hatinya sangat bersyukur sekali. Sarah telah membersihkan diri malam itu lalu teringat akan bungkusan makanan yang dia dapatkan dari Irma. Wanita itu langsung mengambilnya dan menghangatkan di atas kompor. Menyantapnya dengan sangat lahap karena seharian dia hanya meminum air putih yang dia bawa sendiri dari kamarnya. Saat menikmati makan malam, Sarah mendengar suara dari seberang. Di mana tempat dia bekerja, yaitu cafe dibuka oleh seseorang. Sarah mengintip dari balik jendela. Dia bersyukur karena Nyonya Tiara yang datang dengan seorang lelaki muda. Sepertinya mereka sedang berbincang tentang cafe itu. Sarah memakan nasinya sambil mengamati dari balik jendela. Dia mengernyitkan da

