Dua hari berlalu seperti biasanya. Sarah yang masih sibuk dengan dapur dan Dara yang sibuk bersih-bersih dan tidak memiliki kesempatan untuk mendekati Devan sedikitpun. Pria itu memang sulit sekali untuk didekati. “Waktunya makan siang,” ujar Devan pada para karyawan. Mereka semua bergiliran makan di dapur. Devan yang menyiapkan semua bersama dengan dua orang pekerja dapur, yaitu Irma dan satu lagi pekerja dapur sebelumnya. Sedangkan Sarah seperti memiliki tempat khusus bersama Devan. “Dia itu sengaja mendekati Chef Devan,” bisik Dara pada para karyawan lain, sambil mengambil makan siangnya. “Apa iya?” tanya yang lain menatap ke arah Sarah yang sedang mengambil makan siangnya bersama dengan Irma. “Kalian ini punya mata, kan? Lihatlah, dia itu seringkali berduaan dengan Chef Devan

