“Anda diminta masuk oleh Nyonya Helena,” ujar satpam dengan wajah sinis pada Samuel. Tanpa berkata-kata lagi, Samuel melangkah lebar menuju ke pintu rumah diikuti oleh satpam yang berjaga membawa tongkatnya untuk memukul pria itu jika dia melakukan kekerasan pada Helena. Sementara Zidanne belum pulang. Helena takut jika rahasia Sonia terbongkar, maka dia cepat-cepat menyuruh orang itu masuk dan menawarinya uang di tas kecil sejumlah lima puluh juta rupiah itu. Samuel memang baru kali itu masuk ke dalam rumah Zidanne, tapi karena perasaan kesalnya pada keluarga ini setelah mengetahui sejarah sampai di saat terakhir menyebabkan janin istri tuannya harus meninggal, dia melangkah dengan mantap ke dalam. “Mana yang namanya Helena? Mana juga Sonia!” tanya Samuel, meletakkan kedua tangan di

