Melarat

1936 Kata

Hari-hari bergulir begitu cepat dan saat ini Sarah telah berhasil membuat berbagai macam makanan yang lezat dengan kegigihannya. Tak luput dari itu, support sang suami dan pengawasnya, yaitu Devan juga mendukung Sarah akan keberhasilannya. Semua hasil karya Sarah dipajang di show case dan orang-orang menunjuk kue yang mereka inginkan untuk dinikmati. “Sarah, kamu berhasil membuat kue yang lezat, sama rasanya dengan kue milik Chef—“ Ucapan Irma tercekat di tenggorokan karena Devan menatapnya dengan pandangan aneh seperti tidak suka ada yang menyamakan hasil buatannya dengan hasil buatan orang lain, apalagi itu adalah orang yang dia ajari. “Maaf Chef,” tutur Irma lirih. Devan menarik napas dalam-dalam. Kemudian dia melihat wajah innocent Irma. Tidak tega rasanya untuk tidak memaafkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN