Samuel menutup ponselnya dan menatap pada Alex dengan pandangan yang menyiratkan keingintahuan respon atasannya itu. Alex menyeringai, dalam hati mengacungkan jempol pada rencana Samuel. Dia memutar-mutar kursinya tanpa berkata apa-apa. “Tuan, bagaimana rencana saya? Apakah cukup bagus?” tanya Samuel masih penasaran apakah pria itu setuju dengan apa yang akan dia lakukan. “Tentu saja, kamu yang terbaik Samuel, tapi ingat agar tidak membuatnya hamil denganmu. Dia bukan wanita yang baik untuk hidup bersama dengan seorang lelaki yang baik sepertimu,” pesan Alex dengan tekanan pada Samuel agar lelaki itu diharapkan untuk tidak melakukan hubungan jauh apalagi dengan perasaannya pada Sonia. Samuel terkekeh mendengar ucapan Alex. Dia mengangguk mantap. “Iya, Tuan. Saya tidak akan menyentuh

