Menunggu Pemilik Toko Roti

1813 Kata

“Sialan,” umpat Sonia saat telah selesai menuang minuman dan membuat para lelaki itu mabuk di dalam room. Mereka dengan sengaja menyenggoli sebagian tubuh Sonia tanpa rasa sungkan. Kadang salah satunya mengelus bagian tubuh seperti paha Sonia hingga wanita itu agak menjerit ketakutan. “Sam! Apa tugasku sudah selesai? Aku mau pulang! Ini sudah jam sebelas malam!” teriak Sonia yang duduk di sudut kursi karena dipepet oleh empat orang yang sekarang bau minuman keras itu. “Waktu itu kamu pulang jam dua pagi, tidak ada masalah, kan? Tenang saja, kamu tidak akan diapa-apakan oleh mereka. Nanti kamu akan mendapat bonus,” ujar Samuel. Sonia berdecak mendengarnya. Bukan masalah bonus, tapi dia merasa risih dengan sentuhan-sentuhan para lelaki itu. “Sam, papaku sudah di rumah. Aku tidak boleh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN