“Silakan dicicipi produk kami,” ucap Sarah pada Leony dan Jessy yang mulai merasa nyaman di ruangan Sarah. “Sebenarnya kami sudah pernah mencicipi produk di toko roti ini,” sahut Jessy yang tak urung mengambil sebuah kue kering dari atas meja dan tetap memuji rasa nastar yang lumer di mulutnya itu. “Oh ya?” tutur Sarah. “Iya, teman kami membeli produk dari toko ini bulan lalu dan dia—“ Leony menyenggol lengan Jessy agar tidak mengatakan segala hal pada pemilik toko yang akan membuat kemungkinan sesuatu hal jadi runyam. “Dia memberikan pada kami, iya, dia memberikan pada kami beberapa snack dan kami rasa unik karena rasanya sangat enak,” lanjut Jessy meringis, mengelus d**a karena beruntung dia tidak melanjutkan pembicaraannya tentang Sonia yang mengucapkan hal yang buruk tentang t

