Sarah berdiri dari duduknya karena mobil yang asing berhenti tepat di depannya. Kaca mobil diturunkan dan keempat orang di dalamnya menatap Sarah dengan pandangan sangat muak. “Hey, gembel, ngapain kamu di situ?” tanya Sonia yang duduk di jok depan, di sebelah Mike, si pengemudi. Sarah terhenyak dimaki oleh Sonia. Namun, dengan penampilannya sekarang yang sedang memakai jaket dan celana panjang itu, menunjukkan bahwa dia bukanlah dari kalangan atas. Belum lagi kalau Sonia melihat seragam pelayan cafe yang dia pakai di balik jaket. Sarah harus berbesar hati untuk menerima makian Sonia. Dia hanya ingin menyerahkan kado kepada ayahnya. “Aku... ingin bertemu dengan Papa, Sonia.” Sarah melangkah maju mendekat ke arah mobil. Dia berniat mencari ayahnya di dalamnya, tapi kenapa sang ayah

