Jauh di dasar hatinya, Yella benar-benar tidak ingin kembali lagi ke rumah Berta, yang terang-terangan telah mengusirnya dari rumahnya. Kini. Demi memenuhi permohonan Marcel, kini ia sudah berdiri di depan pintu. Dengan malas membawa tangannya untuk mengetuk pintu, agar ada yang membukanya. Terserah siapa saja yang akan membuka pintu untuknya. Yang jelas ia ingin cepat-cepat masuk dan menjalankan tugasnya. Agar cepat pula berakhir tugasnya di rumah mewah tersebut. "Yella!" seru Berta. Langsung memeluk gadis itu saat membuka pintu. Menampakkan Yella yang berdiri di ambang pintu, dengan wajah ditekuk. "Bu …" Yella yang tidak siap dengan pelukan Berta, nyaris saja tumbang. Tapi, untung saja ada koper besar yang menjadi penahan, agar tubuh mereka tidak jatuh ke atas kerasnya lantai. "I

