Bab 21 Aku dan kamu

1078 Kata

Vivian mengurung dirinya di dalam mobil. Dia tidak mempedulikan Iqbal yang kini tengah menangis di luar. Baginya, pria itu sudah bukan siapa-siapa lagi. Perselingkuhan itu tidak akan pernah bisa dimaafkan oleh siapa pun, termasuk Vivian Wheeler. "Kenapa gue harus peduli terhadap orang seperti dia? Lagian, buat apa menangisi hal yang sudah terjadi, gak akan ngefek juga. Cih!" cibirnya kejam. Nyatanya, wanita itu tetap meneteskan air mata. Rasa sayang itu jelas masih ada. "Vi, lo gak boleh nangis! Dia itu adalah pria bodoh yang udah nyakitin lo. Dia selingkuhin elo sama perempuan lain. Jadi, gak usah capek-capek ngeluarin air mata, apalagi untuk orang seperti mantan lo itu!" Bibir berwarna pink nude itu terus saja mengomeli diri sendiri yang lemah. Namun, 6 tahun bukanlah waktu sebentar,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN