Dua hari Vivian disibukkan dengan jadwal iklan di Bali. Dia yang biasanya setiap pagi sarapan telur rebus, sekarang dari pihak hotel justru disediakan ayam bekakak khas kota mereka. Wanita itu pun meringis. Bukan karena tidak suka, melainkan bingung cara menghabiskannya. Mungkin jika itu orang lain akan dengan senang hati menghabiskannya, atau ada yang melewatkan begitu saja tanpa menyentuh. Akan tetapi, beda dengan Vivian Wheeler. Dia tidak mungkin membuang, apalagi memakannya sendiri. Alhasil, Resi dan Feri dipanggil untuk ke kamar untuk ikut sarapan bersama. "Mbak, setelah ini kita langsung cabut ke bandara, atau Mbak Vivi mau jalan-jalan dulu ke Kuta?" Resi bertanya sambil memegang bagian sayap bekakak di tangan, sedangkan satunya lagi digunakan untuk memegang lalapan. Vivian Wheele

