Pagi yang sibuk menyelimuti rumah Mirna. Ethan dan Danisa sedang mempersiapkan segala persyaratan untuk pernikahan mereka. Meski sederhana, proses administrasi tetap membutuhkan banyak waktu dan tenaga. Ethan yang terbiasa dengan tekanan pekerjaan tampak tetap tenang meski pekerjaannya di kantor sementara terbengkalai. Ia mengurus dokumen, bolak-balik ke KUA, dan melengkapi semua kebutuhan pernikahan mereka. Sesekali ia terlihat lelah, tapi ia tak pernah mengeluh. Danisa juga membantu, meski pikirannya sering melayang. Nasihat kakaknya, Danar, terus terngiang di kepalanya. "Danisa," ujar Danar saat mereka berbincang di ruang tamu, "kamu tahu kan, menikah dengan Ethan itu bukan keputusan yang ringan? Dia CEO perusahaan besar, keluarganya berpengaruh, dan kamu tahu status kamu sekarang

