Mendengar ucapan dengan nada lirih dari Alaizya berhasil menggugah hati Theodore yang semula mengeras. Pria itu yang semula sibuk dengan dunianya perlahan menatap ke ambang pintu dimana Alaizya berada, wanita itu terdiam dengan mata sayunya, memandang kerahnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Theodore menyerah, ia tak bisa ditatap seperti itu oleh sang istri. "Fine, diamlah dan duduk," ucap Theodore dingin, pria itu segera beranjak dari posisi awalnya kemudian berjalan keluar dari ruangannya ia juga dapat merasakan Alaizya yang mengikuti langkahnya tapi Theodore tak mempermasalahkan itu, ia hanya ingin memberikan Alaizya makanan setelah itu semua selesai. Sesampainya di kitchen set, Alaizya segera duduk di kursi tepat di samping mini bar sementara Theodore yang mulai berkutat dengan b

