"Mommy??!!" suara Kilea menyadarkan kami berdua dari dunia yang entah sejak kapan seakan menjadi milikku dan dia seorang. Aku mengalihkan tatapanku pada Kilea namun sebelum itu sempat ku lihat kernyitan di dahinya. "Mommy who is he?" tanyanya. Tanpa menjawab pertanyaan itu aku beralih menatap Saga yang juga ikut mematung. Ku biarkan waktu seakan mengurung kami berdua. Entah apa yang kini ada dipikiran laki-laki itu. Aku takut dia salah paham padaku sehingga aku dengan sengaja menghampirinya dan mengelus tangannya agar tersadar dari lamunan panjangnya. "Sayang," tegurku. Baru Saga mengerjapkan matanya. Dengan posesif dia merangkul pinggangku. Aku pun tak keberatan dengan itu. "Papa who is he?" teriakan Kilea membuat kami menatapnya. Kilea menunjuk Ion dengan raut wajah yang penasar

