16. Ngamuk

2467 Kata

“SANA!!!” usirku pada si om yang masih aja berusaha mendekatiku yang memilih menghindarinya lalu duduk di sofa. “Beneran kamu suruh aku pergi?” tanyanya. Aku langsung mengadah menatapnya yang berdiri menjulang di depanku. “Males aku sama kamu. Masa pecicilan banget jadi laki” jawabku. Malah tertawa lagi. Masih aja buat aku kesal. “DREY!!!” jeritku menghentikan tawanya yang menyebalkan. “Okey Abby. Aku akan tinggal kamu sendirian” jawabnya lalu beneran menjauhiku lalu masuk kamarnya. Kok ya aku malah semakin kesal sampai mau nangis rasanya. Masa aku beneran di tinggal dong, dan cukup lama. Sampai aku meringkuk di sofa dengan rasa kesal tertahan yang gak jelas juga. Aku nonton TV pun tidak membaik juga perasaanku. “Feel better Abby?” tanyanya begitu kembali lalu memaksa ikutan duduk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN