Bab 5: Penyiksaan

1644 Kata
Musik petik dan tiup saling bersahutan diantara para saudagar yang tengah menikmati jamuan beserta para pelayan wanita sedang menemani para pria disamping mereka. Haha! Ayo lanjutkan minuman kalian sampai habis! Gelak tawa dan seruan para saudagar menambah ramai kedai ini. Para wanita panggilan yang memang berasal dari b***k-b***k. “Ayo temani aku minum sampai puas!” ucap pria mabuk merangkul teman wanitanya sembari menyodorkan minuman. Wanita tersebut memegangi janggut tipis pelanggannya, “Iya … aku akan menemanimu minum kalau perlu sampai pagi.” Pengunjung yang datang bukan hanya pedagang dari luar kerajaan saja, orang-orang asli dari kerajaan itu pun sering mengunjungi dan juga berbaur dengan para pedagang yang lain. “Haha! Bagaimana rasanya? Apa kamu suka dengan rasanya?” “Ini sungguh gila! Aku tidak pernah merasakan minuman yang mempunyai aroma sekuat ini!” “Tapi nikmat bukan?” “Wah tentu saja, ini benar-benar nikmat!” “Kenapa aku tidak dibagi?” rayu salah satu pelayan wanita menyerobot segelas minuman anggur dari pelanggan pria. Pelanggan tersebut terlihat terkejut atas tindakan berani pelayan yang tengah menemani dirinya, “Hei! Apa yang tengah kamu lakukan?” “Habisnya kamu terlihat sangat menikmati mengobrol sampai kamu lupa saat ini kamu sedang bersamaku,” balasnya mendengus sebal. Pria itu langsung merangkul, “Tentu saja aku tidak akan melupakanmu, wanita secantik dirimu aku abaikan? Aku akan sangat rugi besar,” cetusnya mencium leher wanita disebelahnya. “Ihh geli sudah ahh!” balasnya mendorong tubuh pelanggan menjauh. “Kenapa menolak? Bukannya kamu yang meminta sendiri?” “Tapi jangan disini, mending kita pesan kamar aja.” Rayu pelayan wanita pada pelanggan dengan tatapan nakal. “Haha … aku kira kamu akan menolakku,” ucapnya tertawa keras.“Kawan aku tinggal sebentar ya,” dari sambungnya tak hilang senyum pada wajah sembari merangkul pelayan menuju kamar. Rekannya mengangkat gelas yang berada ditangan, “Nikmatilah waktumu, aku akan menghabiskan minumanku disini terlebih dahulu,” *** “Baiklah apa yang harus aku lakukan untuk menghabiskkan waktu?” gumam Pria yang barus saja ditinggal sang rekan sembari menggoyangkan minuman ditemani gadis belia yang berada disebelahnya yang juga seorang pelayan. “Hei bicaralah jangan membuatku seperti orang bodoh yang sedang berbicara sendirian,” cetus sang Pria mulai terganggu dengan tingkah gadis pelayan. Gadis itu hanya memalingkan wajah dan termenung dari pelanggan yang tengah menatap dirinya. “AHH! Untuk apa kamu berada disini jika tidak bisa bekerja dengan baik,” racau pelanggan pada gadis disebelahnya. Keributan yang dilakukan Pelanggan tersebut membuat perhatian salah satu pengawas lalu menghampiri dirinya. “Ada masalah apa tuan? Sampai suaramu terdengar keras dari sana,” ucapnya menunjuk arah bar. “Sepertinya kamu sudah tau masalahku tanpa harus mengatakannya.” “Baiklah tuan kalau begitu akan aku ganti wanita yang baru dengan servis ekstra sebagai gantinya …” balasnya tegas namun lirih. “Aku terima tawaranmu, akan tetapi biarkan aku memilih sendiri wanita yang akan menemaniku di kamar nanti,” “Kalau begitu silakan pilih wanita yang ingin tuan pilih,” Pria berjanggut langsung memilih salah wanita yang telah berbaris rapi dihadapannya. Kemudian, Pria itu berjalan mendekati satu per satu dengan menatap serta sesekali mengelus setiap lekukan tubuh mereka dan juga menciumi wangi tubuh para wanita dengan penuh nafsu birahi. “Bagaimana tuan, apa sudah menentukan pilihan yang bagus?” balasnya dengan penuh perhatian pada pelanggan. Ia masih tetap terdiam meneliti setiap wanita yang dilihatnya. Kemudian ia berhenti pada salah satu wanita, “Aku pilih wanita ini!” cetusnya seperti melihat sebuah berlian utuh yang kasar. Sang penjaga pun terkejut,  “Tuan yakin mau memilih wanita ini? Padahal masih banyak lagi wanita cantik dan anggun disebelahnya.” Wanita dengan banyak bekas luka diwajahnya meski begitu kulit yang masih terawat baik membuat pelanggan Pria berjanggut menjatuhkan pilihan padanya. “Tidak, aku tetap memilih dia … aku suka dengan bekas luka yang berada ditubuh dan wajahnya,” Pria berjanggut masih kukuh pada pilihannya. “baiklah jika tuan begitu menginginkan wanita ini, akan aku siapkan kamar.” Namun hal tidak terduga pun terjadi setelah kesepakatan dilakukan, salah seorang gadis membuat kegaduhan yang ternyata gadis tersebut yang tadinnya bersama pelanggan Pria berjanggut. “Tolong lepaskan ibuku!!!” teriaknya lantang mengisi seluruh ruangan dengan suaranya tersebut. “Oh jadi dia adalah ibumu … pantas saja terlihat mirip denganmu. Lantas apa yang akan kamu lakukan?” cetus Pria berjanggut menyeringai menampakkan wajah puas. “A-Aku akan me-menawarkan diri jadi tolong lepaskan ibuku!” “Melepaskan? … saat ini kamu tidak punya kekuatan apapun untuk melawanku, kamu hanyalah seorang b***k!” “Diamlah nak … kamu tidak perlu membela ibu yang tua ini,” balas sang Ibu memasang wajah melas. “Tapi bu …” “Tak apa … kamu tetaplah disini … ini akan memakan waktu sebentar, jadi tunggu ibumu ya.” Ucap sang Ibu menenangkan anak gadisnya. “Cih … merepotkan ayo cepat ikut aku …” ajaknya kasar menarik tubuh wanita paruh baya. Tangan Xuemei berusaha menggapai namun tak sampai dan pada akhirnya ia meringkuh. Setelahnya, datanglah seorang penjaga mendekati dirinya. “Cepat berdiri dasar pembuat onar!” sahut penjaga dengan kasar. Xuemei hanya pasrah mengikuti arahan penjaga  yang sedang menggiringnya keluar dari bar. Ia dibawa menuju ruang khusus tempat para gadis dikumpulkan dalam satu ruangan di tempat tersebut banyak gadis seumuran dengan Xuemei. Merekalah berlian-berlian kasar yang dijual dengan harga tinggi untuk para orang-orang kaya yang ingin memuaskan hasrat birahinya pada para gadis ranum yang belum berpengalaman.  Penjaga mendorong kasar Xuemei masuk kedalam ruangan dengan penuh amarah, “Cepat masuk kesana! Dasar sialan! Kau membuat reputasi tempat ini tercoreng karenamu!” Xuemei hanya menangis terisak mengetahui kejadian yang saat ini sedang dialaminya, ia berharap sekali ada seseorang menolong dirinya ditengah kekacauan ini. Kemudian, Xuemei mengingat sang Adik yang selalu melindungi dirinya saat ada hewan-hewan liar. “Feng Ying …” ucapnya begitu lirih sembari menangis, sesekali air tangisannya masuk kedalam mulut. Seorang gadis mendekati Xuemei yang tengah menangis, “Apa kamu baik-baik saja? Apa yang sudah mereka lakukan pada dirimu?” Wajah Xuemei yang tadinya tertunduk memangku kepala dengan lutut, kini mulai bangkit dengan wajah memerah penuh linagan air mata. Melihat sesuatu yang ada di wajah Xuemei gadis tersebut melempar senyum manis walau tubuhnya kotor, “Tenang saja, jangan menangis … kami bersamamu berjuanglah!” Apa yang baru saja diucapkan begitu menenangkan hati Xuemei dan pelan-pelan ia mulai tenang, tangis yang tadinya begitu keras kini perlahan mulai berhenti. “Bagus kini kamu mulai tenang, jangan biarkan kesedihan memakanmu hidup-hidup sampai tak bisa berpikir jernih,” ucap gadis itu begitu menenangkan, “Jadi apa kamu mau memberitahuku sesuatu?” Awalnya Xuemei ragu-ragu ntuk menceritakan masalahnya pada gadis yang ada di hadapannya. Namun, dirinya tidak sanggup menanggung beban batin yang ditanggung dan memutuskan menceritakan semua isi pikirannya. *** “Oh jadi begitu … berarti saat ini ibu sedang melayani seorang pelanggan? Serta adik laki-lakimu yang terpisah,” “kira-kira begitu ceritanya, aku ingin bertemu dengannya namun penjaga disini sangat ketat tidak membiarkanku berkeliaran.” Balas Xuemei yang kini tidak panik lagi. “Yah seperti yang kamu ketahui kita ini barang mahal, darah keperawanan kita dijual mahal oleh mereka, wajar saja jika dijaga ketat … setelah keperawanan kita diambil oleh p****************g kita masih dijual mahal karena usia kita masih sangat muda.” “Kenapa kamu begitu memahami tempat ini?” Tanya Xuemei terlihat kebingungan. “Kamu tau? Aku lahir disini sebagai b***k … ibuku juga bekerja sebagai pelayan disini, mungkin ayahku juga ada disekitar sini sebagai pelanggan atau mungkin semua pelanggan disini adalah ayahku … hehe, ini sangat menggelikan ketika memikirkan hal ini berkali-kali.” Ungkapnya  sedikit tertawa kecil mengetahui keadaann yang begitu keruh ini. Xuemei tertegun setelah mengetahui fakta tersebut keluar dari mulut gadis yang baru menolong dirinya, “Maafkan aku membuat dirimu menceritakan hal yang menyakitkan bagi dirimu.” Gadis tersebut menggelengkan kepala, “Heemm  … tidak apa semua orang disini mengetahui asal-usulku walau ini menyakitkan tapi ini bagian dari ceritaku … oh iya namaku Mika.” Sembari memberi salam. “Namaku Xuemei ... Tapi tetap saja aku merasa bersalah,” “Sudahlah jangan merasa sungkan seperti itu … aku disini hanya ingin mengakrabkan diri, kamu tidak perlu ragu seperti itu” ungkap Mika terang-terangan setelah melihat reaksi Xuemei. *** Pintu ruangan terbuka kemudian beberapa penjaga mempersilakan seorang Pria yang tak lain adalah pelanggan hendak membeli gadis perawan. Pria muda berusia 25-30 tahun dengan lemak menumpuk pada leher terutama pada perut besarnya serta bau tubuh yang cukup menyengat karena m “Silakan tuan pilih gadis yang kamu sukai.” Pria itu terlihat sedikit menyeringai menampakkan senyum puas ketika melihat sekumpulan gadis yang terlihat segar dan ranum menunggu dipetik. Ia melangkah masuk ruangan sembari memperhatikan setiap gadis yang dijumpainya, tatapannya begitu liar saat Pria itu melihat setiap gadis dan ia pun menjatuhkan pilihan pada seorang gadis yang tengah ia pegang tangannya. Gadis tersebut terlihat sekali sangat pasrah ketika dipegang tangannya oleh p****************g. Ia sangat ingin melepaskan diri namun apa daya, ia benar-benar tidak sanggup melepaskan diri dari mereka. “Aku memilih dia! Aku suka tubuhnya yang halus, apa ini boleh aku ambil?” ucap sang pembeli. “Tentu saja tuan, harga sesuai dengan kesepakatan lelang yang baru saja tuan menangkan tadi.” Terlihat wajah puas dari Pria berbadan besar itu, ceringainya begitu menjijikan oleh sebagian gadis lain yang tengah ketakutan saling berlindung diantara tubuh rekannya. Namun, tiba-tiba lirikannya begitu mengagetkan saat kembali menatap salah seorang gadis. “Sepertinya aku melihat seorang gadis yang cukup menarik!” Pria itu kembali mendekati kerumunan gadis yang tengah berkumpul di pojok sisi ruangan penuh rasa takut dan gelisah. Pria itu tiba-tiba menarik keras lengan salah satu gadis diantara kerumunan. “Lepaskan aku! Dasar Pria tengik!” salah seorang gadis terlihat melawan saat tengah dipegang lengannya oleh pria itu ternyata adalah Mika teman yang baru saja ia kenali. “Tuan mohon jangan terlalu kasar pada barang dagangan kami!” tegur salah satu penjaga. “Apa yang baru saja kamu katakan tadi?!!” balasnya terlihat marah, “Berapa harga barang ini?” sambungnya bertanya sambil mengangkat lengan gadis tinggi-tinggi. “Aaa … hati-hati tuan, lagi pula ini adalah barang lelang tidak dijual seperti biasanya.” ungkapnya penuh khawatir. Sesekali Mika memukul-mukul tangan Pria cukup keras menggunakan tangan kecilnya. “Kamu tidak tahu siapa aku?! Aku adalah bangsawan dari serikat perdagangan, bernama Ming-Huang. Apa kamu pernah mendengar nama itu sebelumnya?!” sentak Ming-Huang membuat kegaduhan.  Penjaga tidak bisa berkata apa-apa setelah mendengar nama Ming-Huang  dari telinganya, ia meneguk ludah. “Baik tuan, sebelum itu biarkan salah satu dari kami berbicara dengan pemilik budak.” “Cepat lakukan! Aku sudah tidak sabar menikmati gadis-gadis ini,” ucap Ming-Huang menatap penuh nafsu. Salah satu penjaga meninggalkan tempat menuju pemilik b***k dengan langkah cepat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN