BAB 06: Dewasa bukanlah sebuah jalan

1779 Kata
Kabut putih yang berasal dari mulut pria berjangkut setelah menggagahi seorang wanita diatas ranjang. Pria tersebut terlihat sangat begitu santai setelah melakukan aksinya, namun berbeda dengan wanita yang berada diatas ranjang. Ia tampak begitu kelelahan tubuhnya banjir oleh keringat serta salah satu lengan menutupi matanya dan tangan satunya menarik kain sprei menutupi tubuh yang masih telanjang. "Apa kau sudah selesai menangis?" tanya pria itu dengan nada terlihat remeh sembari dengan santai menelan asap rokok kemudian mengeluarkan kembali melalui hidung besar miliknya. Wanita yang hampir menyentuh kepala empat terlihat syok serta menurunkan garis ujung bibirnya dan sesekali menarik ingusnya. Walaupun dirinya sudah pernah melakukan hubungan intim namun, ia belum pernah melakukannya dengan pria lain apalagi laki-laki yang begitu kasar padanya. Aroma tembakau yang memenuhi ruangan serta bau keringat memenuhi ruangan bersatu padu menusuk hidung. Pria berjangkut itu kembali memakaikan pakainya, "Aku begitu senang dengan caramu melakukannya tadi kapan-kapan aku akan memesanmu kembali." ia terlihat tersenyemu puas sembari mendekatkan wajah wanita yang tengah tergeletak di ranjang sembari memegangi wajahnya. Lalu, menatap mata kosong milik wanita itu. Kemudian, ia kembali mengecup bibir sayu miliknya dan pergi meninggalkan kamar yang tidak memiliki pintu melainkan hanya ditutupi kain tipis saja. *** "OH jadi begitu ... cih bangsawan memang selalu sewena-wena menggunakan wewenangnya untuk keperntingan pribadi!" protes Pemilik b***k bernama Xue-Jang. "Bagaimana kita akan menanggapinya tuan, sepertinya orang itu akan bersih keras membeli barang lelang kita." ucap penjaga khawatir akan tindakan lanjutan si Pelanggan. "Tenang saja bagian ini biar aku yang mengurusnya kau! Lebih baik bantu aku antarkan menuju kesana, lalu suruh penjaga yang lain untuk bersiap jika ada kejadian buruk menjadi kenyataan." ucap Xue-Jang memberi arahan langsung pada penjaga. "Baik tuan ... mari ikuti aku menuju bangsawan tersebut berada." Xue-Jang dan Penjaga menuju ruangan kurungan tempat para gadis dikurung sebelum dilelang. Gadis-gadis dibawah umur dijual dengan harga tinggi karena sangat sulit untuk dicari karena peraturan kerajaan yang hanya membolehkan mengambil b***k-b***k yang berasal dari kerajaan lain yang telah dikalahkan, jual beli b***k antar sesama pedagang ataupun orang biasa, serta seorang b***k yang melahirkan anak. Karena usialah yang membuat harga b***k semakin mahal. *** "Dimana bosmu itu? Kenapa lama sekali! Aku sudah tidak sabar untuk mencicipi buah segar ini!" seru Pria Bangsawan yang makin bernafsu memuaskan nafsu liarnya, sembari memandangi gadis-gadis incarannya. "Mohon bersabar tuan, penjaga lain sedang membahas ini dengan pemilik b***k ini ..." balasnya bernada lirih memperhatikan perkataan khawatir akan membuat pelanggan balik memarahinya. "Cih! Saya tidak suka menunggu orang lain, ingat! Saat ini aku sedang malas untuk berdebat jangan pernah memancingku untuk melakukannya." cetus Ming-Huang mendecih. "Bukannya tuan yang memancing pertikaian terlebih dahulu? Aku tahu tuan adalah seorang bangsawan namun ingat kembali! Kami juga termasuk dalam serikat perdagangan," cetus Xue-Jang mengagetkan pelanggan. "kami juga tidak asal menjual karena hal sepele seperti ini. Walaupun tuan seorang Bangsawan, hal tersebut tidak berpengaruh besar pada dagangan kami, karena hal aturan ini sudah disahkan oleh serikat perdagangan tentang aturan lelang yaitu melarang menjual secara langsung tanpa melalui lelang. Apa tuan masih ingin membeli barang dagangan kami?" Ia terkejut setelah mendengar ucapan Xue-Jang yang membuatnya tidak bisa berkelit lagi, "Cih baiklah aku akan melepaskannya ... tapi aku akan tetap membeli b***k yang pertama ini," balasnya dengan jawaban kasar. "Cepat ambil uang yang aku siapkan di kamar penginapan." perintahnya pada pengawal pribadi. "Baik tuan! Saya permisi terlebih dahulu." balasnya langsung pergi meninggalkan tempat. *** "Tuan ini sekantong emas dan perak yang sudah disiapkan ..." tuturnya lirih menundukkan kepala sembari memberikan kepada tuannya. "Kenapa lama sekali! BODOH! aku sudah tidak tahan bersamanya!" ucap Ming-Huang begitu kasar pada pengawalnya sembari memukul kepala si pengawal. Kemudian langsung memberikannya pada Xue-Jan. Ming-Huang pergi meninggalkan tempat bersama pengawal sambil membawa gadis yang sudah dibelinya. "Terima kasih!" seru Xue-Jang setelah menerima sejumlah koin emas dan perak. Kemudian ia menatap gadis yang menjadi masalah utama penyebab pertikaian dimulai, "Besok lelang dia dengan harga tertinggi dari sebelumnya." cetusnya langsung pergi meninggalkan tempat itu. "Baik tuan!" seru kedua Penjaga. *** Mika terjatuh memegangi pergelangan tangan yang memerah akibat ulah Bangsawan bernama Ming-Huang, "Aaa ... sial dasar bangsawan tengik." Xuemei langsung mendekeati kawannya, "Tanganmu terlihat sangat merah ... untung saja kamu tidak jadi dibawa keluar oleh bangsawan tadi." lanjutnya langsung membantu Mika berdiri. Bantuan tersebut ditolak oleh Mika, "Tidak usah, aku bisa berdiri sendiri." Xuemei hanya terdiam melihat Mika berdiri. Pandangannya juga tidak bisa diam ia memandangi pintu keluar yang di kunci dengan pintu besi. Gadis-gadis lain terlihat khawatir dengan yang baru saja mereka dengar. "Besok mungkin hari terakhir kita berada disini. Aku berharap akan terjadi sesuatu yang besar untuk menggagalkan lelang esok paginya." Salah satu gadis berharap ada sebuah keajaiban, mungkinkah itu terjadi? Namun, harapan dan doa tidak selalu terkabulkan, jika hanya berdiam diri saja tanpa melakukan hal-hal besar. "Mika maafkan aku, gara-gara aku, kamu akan dilelang ..." ungkap Xuemei menangisi semua kejadian yang baru saja terjadi. ctak! Kening Xuemei di sentil oleh Mika. "Bodoh! Jangan berpikir seolah-olah semua ini salahmu," ungkap Mika, "Yah ... walaupun aku tahu, ini akan terjadi cepat atau lambat." "Tapi tetap saja aku merasa ini salahku." balas Xuemei. "Sudahlah ... lebih baik kamu memikirkan diri sendiri, dari pada memikirkan orang yang baru saja kamu kenal ini." tegur Mika. *** Keesokan paginya, Pagi yang terik begitu terik. Seperti yang telah di perintah oleh Xue-Jang, hari ini akan ada sebuah lelang barang dagangan dengan harga tertinggi. Semua yang ingin ikut lelang akan diarahkan menuju aula gedung. Hampir semua pedagang yang saat ini sedang singgah di kerajaan HuangZu dari seluruh penjuru negeri mengikuti tempat lelang ini. Karena akan tempat lelang ini juga menjadi pusat semua pusat informasi perdagangan dan saling menaikkan popularitas untuk mempermudah perdagangan. Gedung nampak semakin ramai mengisi setiap bangku dari sudut ke sudut gedung. Suara saling menyapa antar sesama pedagang saling bersahutan membuat situasi makin riyuh. Masing-masing orang yang mengikuti acara lelang memegangi sebuah papan nomor sebagai pengenal. Ketuk palu berbunyi, semua orang terdiam dan saling menduduki bangku masing-masing. Pembuka acara mengamati semua orang yang berada dihadapannaya, "Selamat datang semua, terima kasih telah datang berkunjung di acara lelang hari ini. Mungkin ini hanya pendapatku saja, sepertinya hari ini sangat banyak orang yang ingin menghamburkan uangnya di tempat lelang ini." Semua orang tertawa dengan dengan lelucon itu. Lelucon yang hanya dimengerti oleh mereka, para pedagang. "Baiklah, sepertinya sudah cukup pembukaan hari ini saatnya langsung menunjukkan barang dagangan pertama kita." ucap pembuka acara mengisyaratkan anggotanya untuk membawakan barang pertama yang akan dilelang. "Kali ini kami akan memperkenalkan barang lelang pertama kita yaitu, Garam, seperti yang kita tahu saat ini garam sangatlah langka ketika akan memasuki musim dingin. Jadi harga yang dijual untuk dua puluh kantong garam berkualitas tinggi dengan harga awal tiga belas juta koin emas perkantong." "Silakan beri tawaran tertinggi pada garam ini!" Salah seorang Pria mengangkat papan nomor, "Empat belas juta keping emas!" cetusnya memulai menaikan barang yang dilelang. "YA! Ada yang baru saja menawarkan harga, siapa selanjutnya? silakan ..." ucap Pembawa acara mengeraskan suaranya menggunakan corong. "Lima belas juta keping emas!" seru pedagang lain dari tengah kursi. "Enam belas juta keping emas!" Mereka saling memperbutkan barang dagangan bernilai tinggi tersebut. Namun semua terhenti, ketika salah satu pedagang langsung membeli dengan lima kali lipat tawaran sebelumnya. "Dua puluh enam juta keping emas!" "Yah ... sepertinya ada yang langsung menawar lima kali lipat! Ayo siapa lagi adakah yang mau menawar kembali?" Semua orang terlihat saling terdiam, sambil berbisik dengan rekan yang berada disebelahnya atau hanya sekedar bergumam pada diri sendiri mengomentari keuntungan dan kerugian berjualan dengan modal tinggi ini. Walau, suara mereka dikecilkan namun tetap saja terdengar. Setelah melihat situasi tersebut Pembuka acara pun mulai memutuskan, "Sepertinya tidak ada penawar lagi. Baik, penawaran kami tutup, selamat kepada tuan dengan papan kayu bernomor enam puluh lima!" serunya sambil memukul palu, menyatakan barang telah dinyatakan terjual. Kemudian mereka membawa masuk kembali barang dagangan tersebut. Setelah itu mengambil barang dagangan lain yang akan dilelang. "Baik ada sebuah barang sepesial kali ini. Ia di datangkan dari laut selatan melewati laut selama berbulan-bulan menggunakan kapal lalu menemukan sebuah pulau. Kemudian, para nelayan menemukan sebuah rempah-rempah berharga yaitu Cengkih, satu ikat kantong kecil berukuran setelapak tangan anak-anak bisa dihargai dengan 100 koin emas dan mungkin akan terus naik. Karena kita masih kesulitan untuk membawa dan menanamkan disini." "Kita mulai dengan harga awal dua puluh lima juta koin emas. Silakan berikan tawaran kalian." Pembawa acara melihat salah seorang mengangkat papan kayu, "Yah silakan tuan sebutkan harganya!" "Dua puluh lima juta keping emas dan lima puluh ribu keping perak!" "Baik sepertinya awalan pembuka kita terlalu tinggi, maklum saja butuh berbulan-bulan untuk membawanya kemari karena biaya transportasi yang cukup mahal. Rumornya kemampuan penyembuh dari rempah ini tidak perlu diragukan lagi. Sebelum kami menerima mentah-mentah informasi tersebut salah satu rekan kami dibawa ke dukun penyembuh, lalu memberikan rempah tersebut pada orang yang telah lama sakit dan hasilnya mereka semua sembuh seperti sedia kala dalam beberapa hari." Setelah mendengar informasi tersebut mereka kembali ramai saling berdiskusi. "Apa informasi yang dikatakannya patut dipercaya? Aku sedikit ragu dengan informasi ini." "Selama aku mengikuti acara lelang ini, aku belum pernah menemukan komentar miring tentang tempat lelang ini." Setelah mendengar informasi dari rekan sesama pedagang yang berada disebelahnya, Pria tersebut langsung mengangkat tangan. "Dua puluh lima juta koin emas, seratus ribu koin perak, dan seratus ribu koin perunggu." "Wah-wah mengejutkan sekali! Sepertinya ada penawar dengan jumlah dan jenis koin yang beragam. Apa ada penawar lain yang tertarik untuk membelinya?" "Baiklah akan aku hitung sampai tiga." "Satu." "Dua. Apa kalian yakin tidak mau membeli barang bagus ini?" "Tiga. ini kesempatan kalian." "Sepertinya kita sudah mendapatkan pembelinya. Selamat kepada tuan yang memegangi papan bernomor dua puluh tujuh. Ahh, sepertinya aku melupakan sesuatu. Silakan tuan-tuan yang sudah memenangkan lelang pergi menuju kebelakang gedung, anggota kami akan menyiapkan pembayaran dan juga bonus transportasi barang secara gratis." ucap pembawa acara sambil tersenyum memegangi corong sebagai pengeras suara. "Seperti yang kalian tahu bahwa kualitas b***k-b***k yang berasal dari kerajaan ini terkenal dengan Kekuatannya, keahliannya, dan juga paras fisiknya yang begitu indah. Salah satu pebisnis terkenal dalam menjual b***k adalah Xue-Jang, ia terkenal pintar memilih b***k-b***k tangguh dan juga handal dibidangnya." Pembawa acara memberi tanda kepada rekannya untuk membawa sepuluh b***k perempuan dan laki-laki dari berbagai usia. Kemudian, suara khas gremecing rantai saling berbenturan menyapa para pedagang yang melihat sebagian b***k yang memiliki fisik yang sempurna serta paras yang cantik dan tampan. "Seperti yang kalian lihat saat ini, mereka adalah b***k dengan kualitas tinggi lihat saja otot para pria dan juga tubuh indah para perempuan ini. Sebagian dari mereka adalah mantan bangsawan calon pemimpin kerajaaan mereka yang telah dikalahkan oleh kerajaan tercinta kita, dan sebagian lagi dari kalangan biasa yang memiliki kecantikan yang tidak kalah dengan mantan bangsawan. Baiklah mari kita buka harga untuk seorang mantan bangsawan ini dengan harga tiga puluh juta koin emas."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN