Bab 41: Gagal!

1284 Kata
Liu Jun lelap dalam tidur pulasnya, ia sepertinya sangat kelelahan dan kejutan singkat yang membuatnya menjadi semakin menjadi seorang yang tegar. Feng Ying menatap sesaat, lalu kembali menatap keluar jendela dengan pintu jendela terbuka lebar. Ia juga menggunakan hordeng tipis yang masih dapat di lihat dengan jelas. Feng Ying terus memperhatikan, orang-orang yang beralu - lalang memasuki tempat itu, terkadang ia memergoki wanita-wanita yang bekerja sebagai pramunikmat dapat keluar bebas, namun di luar itu mereka memiliki banyak penjagaan yang biasanya menjaga keluar ruangan, dan hanya di perbolehkan ke hotel yang memiliki penjagaan oleh orang - orangnya saja serta tidak boleh ke tempat lain. Tempat seperti itu tidak lain adalah tempat yang sedang diinapi Feng Ying dan juga Liu. Feng Ying dapat melihat dari segala posisi, karena mereka berdua berada tepat di lantai dua. “Melakukan hal ini memang menguras tenaga.” Ungkap Feng Ying yang merasa tidak enak dengan situasi yang menimpanya kali ini. Bulan tampak terang dan kali ini tidak seterang kemarin. “Sepertinya mereka belum mendapat kabar tentang hilangnya rekan – rekan mereka.” Keluhnya kembali dengan wajah sungkan. Kemudian, ia melirik kembali Liu Jun, ia berniat membangunkannya. Namun kembali mengurungkan niatnya, tapi rasa bosan sudah menghinggapi diri Feng Ying. Ia pun beranjang dari kursinya dan membulatkan niatnya. “Hei, bangun … sekarang giliranmu.” Ucap Feng Ying. Wajah kantuk masih terlihat pada diri Liu Jun ia tampak belum menyerap semua ucapan Feng Ying. “Ada apa? Apa sekarang giliranku?” Melihat Feng Ying mengangguk, Liu Jun segera bangkit dari ranjangnya dan segera duduk di depan jendela. Feng Ying melihat ke arah Liu Jun, “Jangan tidur, sekarang giliranmu.” Feng Ying segera membenamkan diri di ranjang empuk. “Iya – iya tau, tenang aja.” balas Liu Jun sembari menguap lebar. Ia sedang melihat pemandangan yang sama seperti Feng Ying sebelumnya, menatap para penjaga yang sedang terduduk menyenderkan diri ke tembok karena mengantuk, keadaan monoton membuatnya sedikit malas. *** “Feng Ying cepat bangun, aku tidak terlalu yakin tapi cepatlah bangun terlebih dahulu ...” ungkap lirih Xin Liu menggoyang - goyangkan tubuh Feng Ying dengan gerakan cepat. Feng Ying beranjak dari ranjangnya dan mendekati jendela, mereka melihat semua penjaga dari dalam, setelah mengatakan itu Xin Liu tampaknya dia sangat bersemangat. “Kapan kita akan kesana?” “Ssst” Feng Ying menyuruh Liu Jun diam, “kita lakukan sesuai rencana, menunggu mereka semua pergi.” Papar Feng Ying. “Sepertinya hampir semua orang yang berjaga di dalam di kerahkan.” Sambungnya demikian setelah melihat kembali lebih detail dan sedikit mendengarkan percakapan mereka. *** “Aku mendengar kabar tadi siang, dan sepertinya mereka mengarah ke gunung. Lalu, pagi tadi kami melihat segumpalan asap tebal.” Papar salah satu orang penjaga yang juga sempat ikut mencari informasi. Sekarang, malam menjelang pagi ini meraka mencari keberadaan Kay dan rekan – rekan lainnya dan hendak menuju ke sana. “Baiklah kalau begitu, kita akan pergi mencari mereka sekarang.” Melihat mereka pergi dengan kuda - kuda yang kendarai secepat kilat membuat Feng Ying dan Liu Jun bertindak cepat dan menyuruh untuk bersiap. "Ayo cepat waktu kita tidak banyak." papar Feng Ying kemudian Liu Jun segera mengenakan semua pakaiannya dan memutuskan turun dari tempat itu melewati pintu paling belakang yang berada tepat dengan kandang kuda. Mereka mencari jalan memutar yang sedikit agak jauh. Kemudian mengikuti lokasi yang minim penjagaan. Karena Feng Ying sudah lama mengawasi setiap hari kegiatan para penjaga mereka akhirnya bisa masuk sesuai rencana. Tidak ada siapapun yang lalu - lalang karena sebagian besar penjaga yang berjaga di dalam keluar di ikuti oleh Dong zhu. Perlahan melangkah berusaha tidak membuat hal yang berisik selama mengendap - endap. Mereka menemukan seorang pelayan sedang membawakan makanan untuk seorang tamu. Mereka berdua bersembunyi dari pelayan untuk sementara waktu. Feng Ying dan Liu Jun bergegas kabur mencari seseorang yang selama ini yaitu Xue Mei. Feng Ying masih mengingat jelas jalan menuju tempat dirinya biasa di kurung bersama sang kakak meski berbeda kandang. Mereka menemukan kandang gubuk yang ukurannya tidak terlalu besar, namun di dalam sana ada banyak orang – orang yang seperti dirinya di kurung. Suasana, benar-benar kosong dan sepi, tapi ingatannya yang lalu masih teringat sangat jelas. “Kau berjaga di luar biar aku saja, yang melakukannya.” Liu Jun hanya menarik napas dalam – dalam. Sempat sesaat ia membayangkan kakaknya yang sedang di gauli para penjaga, sepertinya kali ini agak berbeda. Namun, sepertinya suara itu para penjaga sepertinya tidak terlalu terdengar jelas. Feng Ying berusaha mengintip dari balik pintu dan benar saja, meski suaranya tidak dapat di dengar dari luar. Feng Ying menemukan seorang penjaga yang tengah membuka gerbang dan sedang melecehkan seorang b***k wanita. Melihat hal itu langsung saja ia, membuka pintu dan mengejutkan penjaga. “Siapa kamu?” penjaga sedang setengah telanjang. Karena cahaya yang berada di dalam terlalu redup, membuat wajah Feng tidak dapat di lihat secara jelas dan juga karena cahaya luar yang masuk ke dalam serta di halangi langsung Feng Ying yang tengah berdiri di depan pintu. Lantas saya ia menarik celana, setelah itu menodongkan pedang kea rah Feng Ying. Penjaga itu mengayunkan pedang kea rah Feng Ying, namun berhasil di tangkapnya menggunakan tangan yang telah di lapisi sarung tangan baja, hingga membuat Feng Ying tidak dapat terluka karena telah menangkap pedang itu. Kemudian, Feng Ying melihat sekelilingnya. “Dimana kakakku pergi?!” Feng Ying langsung naik pitam dan langsung mencekik leher penjaga. “T-Tidak tau siapa yang kau maksud.” Penjaga itu masih belum bisa melihat jelas wajah Feng Ying meski jarak pandangan mereka sangat dekat, tangannya menahan cekikan erat leher oleh Feng Ying. “Wanita yang kalian setiap hari kalian mainkan, dia sering di kurung di sana.” Feng Ying menunjuk tempat yang kosong. “Orang yang kau cari telah laku. Berhasil di jual di tempat lelang dengan harga tinggi.” Papar penjaga itu lancar menjelaskan saat lehernya berhasil di lepas. Seketika rencana Feng Ying berubah total menjadi sebuah kegagalan, pedang yang ia pegang di jatuhkan ke tanah. “Dimana aku bisa mencari orang itu?” tanya Feng Ying kembali menekan leher pria itu dengan tangan kirinya mencengrkam kuat, sedangkan tangan kanan mengarahkan bagian runcing tameng ke matanya. Keringat dingin bercucuran, penjaga itu terlihat jelas sedang ketakutan, “A-Aku tidak tau detailnya, yang jelas mereka berasal dari orang terpandang. Seorang pria berbadan penuh dengan otot sepertinya ia orang yang sangat kuat.” Feng Ying kembali melepas cengramannya. “Terima kasih.” Feng Ying mengambil pedang yang jatuh ke tanah. “Kau melupakan pedangmu.” Ketika penjaga itu terbatuk, dan memegang lehernya yang sakit. Kemudian, kejutan kembali di arahkan padanya, sebuah pedang tiba – tiba menusuk ke perutnya sangat dalam hingga menembus, kemudian di putar penuh.”Tidak perlu berterima kasih.” Balas Feng Ying tersenyum kepada penjaga, setelah menerima serangan fatal yang mengenai perutnya. Pikiran Feng Ying kini, penuh dengan serangkaian rencana yang tidak sesuai dengan apa yang di bayangkannya. Lalu, ia mengingat seorang tabib yang telah menolongnya. “Liu Jun, bantu aku membuka jeruji ini.” Pintanya. Setelah itu Liu Jun membongkar gembok kunci dengan mudahnya menggunakan pedangnya, sedangkan Feng Ying menggunakan tameng miliknya Hai... Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE. Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya? Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan. Riyuu Way
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN