Semua b***k yang di bebaskan Feng Ying dan Liu Jun ikut pula membantu membebaskan rekan-rekan mereka yang terkurung. Ketika mereka sudah bisa saling membebaskan rekan – rekan mereka yang telah di bebaskan Feng Ying kembali di sibukkan mencari sosok tabib yang telah menyelamatkan dirinya, yang bernama Xin Liu, mereka telah melakukan banyak hal. Bahkan membuat keributan yang di bantu langsung oleh para b***k yang mulai berontak. Banyak penjaga yang kalah jumlah hanya demi menjaga para b***k. Mereka kesulitan melakukan hal itu karena kesulitan merenghentikan setiap serangan tanpa harus membunuh dan juga mencederai secara serius para b***k, karena akan menuai banyak kerugian sebab mengurus b***k – b***k yang sakit dan celaka.
Feng Ying membuat mereka seolah tidak terlihat berbahaya karena para penjaga lebih fokus mengurusi para b***k, mata Feng Ying kemana – mana. Ia melihat semua orang yang tengah kabur dan berlarian ada juga yang saling bertarung satu sama lain. Namun di antara seluruh orang yang berhamburan keluar, tidak ada satu pun seseorang yang tengah di cari oleh mereka berdua. Mereka berdua lebih memilih melakukan semua
“Cepat Feng, waktu kita tidak banyak!” seru Liu Jun, “Kalau begini terus lebih baik kita kabur dari sini!”
Kening mengkerut, wajah Feng Ying sepertinya tengah fokus mencari keberadaan Xin Liu yang sangat susah di cari. Kemudian, Feng Ying memergoki salah satu penjaga yang tengah membantu para b***k melawan penjaga. Ia berlari mendekatinya, “Dimana tuanmu?” Feng Ying berkata demikian.
Mengetahui wajah yang sangat di kenali olehnya ia pun berkata. “Ikuti aku.” Mereka berlari keluar dari rumah makan yang di gabung langsung dengan tempat sewa kamar. Sesaat, mereka bertiga melihat seseorang yang tengah menaiki kuda, “Tuan!”
“Lama sekali! Cepat naik kuda kalian.” Xin Liu tampaknya terburu-buru, perawat itu menaiki kudanya, terlebih dahulu lalu disusul Feng Ying. Sedangkan perawat memboncengkannya Liu Jun yang saat itu paling lambat dari pada yang lainnya, satu perawat lainnya di boncengkan langsung oleh Xin Liu. Kemudian, kuda - kuda Feng Ying dan juga perawa mengejar ketertinggalan Xin Liu yang sudah berada di depan terlebih dahulu.
Kenyataannya, setelah hampir sampai gerbang keluar utama, Xin Liu dan juga perawatnya sedang di sibukkan dengan penjaga yang sudah menduga niatnya untuk kabur. Mereka berdua melawan para penjaga. Keahlian perawat, memang sudah tidak bisa di remehkan, tapi belum cukup untuk mengalahkan jumlah prajurit yang sudah terlampau banyak. Feng Ying dan penjaga sebentar lagi sampai dan hendak menerjang para penjaga yang berada di tengah jalan sedang bertarung.
“Buka gerbangnya!” teriak Xin Liu sembari sibuk melawan para penjaga, setelah mendengarkan suara itu lantas Feng Ying segera mempercepat laju kudanya, hendak menembus para penjaga yang tengah menjadi tembok hidup.
Kuda yang di tunggangi perawat dan juga Liu Jun memperlambat membiarkan Feng Ying mendahului, mereka bangkit danmulai menyerang Feng Ying dengan mengarahkan tombak ke arah kuda.Tapi dengan cekatan Feng Ying melakukan perlawanan dengan menyingkirkan tongkat - tongkat yang menghalanginya.
Liu Jun tampak ikut melawan sekumpulan penjaga yang tengah ramai – ramai mengeroyok mereka berlima. Serangan Liu Jun tidak terlalu mematikan, ia lebih memilih menyerang menggunakan sarung pedang ketika melawan balik agar penjaga tidak mengalami cidera serius. Dari depan dan belakang para penjaga terus, perawat menyerang musuh mengandalkan rantai yang entah bagaimana mereka menemukannya. Keduanya sangat ahli memainkan rantai itu, hal itu sangat mirip senjata.
Xin Liu pun sepertinya melakukan perlawanan dengan baik, ia menggunakan tongkat kayu yang biasa dia bawa. Meski hanya seorang tabib Xin Liu pandai memainkan tongkat kayu yang di kenakannya hingga menjadi senjata yang tidak terkalahkan.
Feng Ying lantas turun dari kudanya, ia menaiki tangga kayu untuk mencapai kunci gerbang pintu yang cukup berat. Feng Ying menggunakan pedangnya unik miliknya yang dapat memotong kayu meski kayu itu cukup tebal. Pintu terbuka lebar setelah pusat kontrol pintu Feng Ying hancurkan dengan pedangnya.
“Cepat keluar!” Setelah mendengar aba – aba langsung dari Feng Ying, Liu Jun dan Xin Liu serta kedua perawatnya mulai mencari celah agar dapat kabur dari situasi tersebut. Feng Ying berlanjut mendahuli mereka berdua yang telah terlebih dahulu keluar dari tempat itu.
Sempat menengok ketika sudah keluar dari gerbang, Feng Ying sebenarnya ingin ikut membantu. Namun ia menyadari bahwa mereka harus cepat – cepat keluar dari kerajaan busuk ini dengan menuju gerbang utama. Ia mempercepat langkah kudanya yang semakin gesit setelah di perintah. Kedua perawat menaiki terlebih dahulu kuda yang mereka kenakan. Liu Jun menumpang sembari memberi perlawanan kepada penjaga – penjaga yang berniat menghentikan mereka. Begitu pula Xin Liu, ia juga melakukan hal yang sama, menjaga agar orang yang mereka hadapi tidak terlalu mengganggu saat hendak kabur.
“Hya – hya!” Begitu teriak perawat yang tengah mengendarai kuda mereka secepat kilat. Mereka berdua berusaha mengejar ketertinggalan Feng Ying yang telah mendahului mereka berempat. Mereka bahkan hampir tidak dapat melihat kuda Feng Ying, karena kuda mereka sedikit terlambat di tambah kuda mereka menerima lebih berat bobot ketika berusaha berlari kencang.
Mereka sudah hampir sampai gerbang, mata mereka mulai awas mencari keberasdaan Feng Ying, lalu mereka sempat melihat ke belakang ruangan dan hasilnya mereka sepertinya tidak di kejar oleh para penjaga karena terlalu sibuk mementingkan para b***k yang tengah kabur serta melawan para penjaga ketika mereka di halangi.
Wajah lega mulai nampak, Feng Ying sudah berada di depan sana. Mereka di cegat. “Apa yang sedang di lakukan Feng Ying?” tanya Liu Jun yang tengah memperhatikan.
“Sepertinya dia sedang melalui pemerikasaan ijin untuk keluar gerbang.” Ungkap pelayan yang menaiki kuda bersama Liu Jun. “Tapi tenang saja, tuanku sudah memberikan kartu tanda pengenal khusus padanya.” Sambung pelayan demikian.
Feng Ying melihat kebelakang ketika menoleh dan melihat mereka berempat yang sedang menuju kemari. Kemudian, penjaga yang sedang di ajak bicara olehnya menunduk dan setelah itu pintu terbuka lebar. Mengetahui rencana mereka berhasil, lantas laju kuda mereka berusaha mempercepat.
Hiya! Hiya!
Derap langkah kuda semakin tinggi, kedua kuda yang berada di belakang Feng seperti tengah berlomba, Entah apa yang di bicarakan Feng Ying dengan penjaga gerbang, tapi mereka jelas berhasil di buka kan pintu.
***
Sisi berlainan, Xue Jang tampak kesal dan tidak bisa apa – apa setelah mengetahui hampir semua budaknya berontah dan berniat untuk kabur, Ia di jaga oleh belasan penjaga yang tengah menjaga dirinya.
“Jangan bunuh mereka! Aku tidak ingin barang –barangku rusak menjadi tidak tersisa. “ Xue Jang hanya berjalan santai sembari di lindungi belasan penjaga yang menjadi tameng hidup untuknya.
Seorang b***k, sepertinya mempunyai rasa dendam tinggi. “Dasar kau k*****t!” Ia menggunakan kayu balok yang kemudian di ayunkan keras mengarah ke Xue Jang, tapi sayang penjaga yang menjadi tameng hidup untuk tuannya dengan menangkis ayunan keras kayu balok itu dan membuatnya pingsan dengan sekali serang saja.
Penjaga – penjaga yang melindungi Xue Jang sepertinya mempunyai keahlian khusus lebih, ini sudah terlihat cara mereka melumpuhkan setiap b***k yang berniat menyerang mereka dan dengan mudahnya mereka melawan balik secara kilat tanpa terlihat mengeluarkan tenaga lebih.
---=------------------------------------------------------------------------------------
Mohon tinggalkan KOMENTAR, atau LOVE jika menyukai setiap cerita yang aku buat, komentar membangun kalian sangat mempengaruhi kualitas tulisanku.
Mohon di mengerti, kemampuanku dalam menulis belum sebagus orang - orang yang sudah lama menggeluti tulisannya, jadi jika kalian menyukai setiap bab yang aku tulis mohon tinggalkan komentar, jika pun kalian malas untuk berKOMENTAR mohon tinggalkan LOVE.
Riyuu Way