Bab 28: Bagai harimau menyamar menjadi kucing

1402 Kata
“Apa tujuanmu yang sebenarnya? Kenapa kau mau repot-repot tidur denganku hanya untuk menanyakan hal itu?” Kay dengan penuh rasa heran melakukan sederet pertanyaan kepada wanita yang baru saja bermalam dengannya. Wanita asing itu tampak tersenyum sembari menindih Kay, wajahnya memang cantik namun kecantikannya berubah menjadi pudar perlahan di mata Kay sewaktu menunjukkan sifat aslinya yang mulai secara perlahan memberi ancaman secara mental. Kemudian wanita ini berkata, “Kau mungkin tidak mengenalku … wajar saja … tapi aku penghuni lama dan termasuk senior di tempat ini …” Ia berbisik sambi menggigit pelan telinga Kay, posisi kay masih tertindih di tubuh wanita yang mengajaknya bermalam saat itu. “Aku bekas b***k kalian …” sambungnya kembali lirih lalu ia tersenyum dan tertawanya juga lembut tapi membuat risih. Kay hanya tertegun, mereka berdua saling menatap. Wanita itu langsung memberi ciuman hangat, Entah apa yang di pikirkan wanita itu dan tampaknya ia memiliki rencana yang amat sangat besar. “Bawa aku untuk menemui bosmu … kau pasti mengerti jika kau menolak ucapanku.” Meski mereka berdua sama-sama telanjang dan hanya di balut selimut yang di pakainya bersama. Namun, Kay tidak merasa takut dan ia malah beranjak dari ranjang lalu menyingkirkan tubuh wanita itu yang masih betah menindihnya. Kay lalu memakai pakaiannya dan ia berkata, “Lebih baik kau jangan berurusan dengan tuanku … walaupun kau memiliki dendam selama menjadi b***k. Urungkan saja dendammu itu. Aku tidak ingin ada hal buruk yang terjadi padamu, ketika sudah repot-repot lepas dari p********n ini.” Setelah itu, ia pun membuka pintu yang sempat terkunci. “Terima kasih …” sambung Kay kemudian meninggalkan wanita itu sendirian di atas ranjang. Wanita itu bahkan belum sempat membalas ucapan Kay. *** Setibanya Kay keluar dari kamar dan memutuskan pergi dari tempat khusus itu, ia masih bisa membayangkan ucapan wanita yang telah tidur bersamanya. “Sebenarnya apa yang di pikirkan wanita itu sampai ingin kembali masuk ke kandang singa ini lagi?” gumam Kay di barengi melangkah melihat rekan-rekannya yang sedang santai menikmati anggur di gerbang depan. “Sepertinya mereka sedang santai.” pikirnya. “Kay!” seru seseorang dari belakangnya. Orang yang merasa terpanggil langsung menengok ke arah suara, ternyata ia pemimpin Dong zhu. Kay pun langsung membalas sapaannya. “Ada apa? Pemimpin Dong zhu?” “Mari kembali, tuan kita memanggil dan ada yang harus aku kubicarakan padamu saat kita menuju ke sana.” ucap Dong zhu, langsung menyeret Kay untuk mengikuti langkahnya. Sempat ada pikiran Kay untuk hendak melapor yang baru saja terjadi padanya dengan seorang wanita yang hendak ingin tahu keberadaan tuan Xue Jang. Mereka berdua memasuki ruangan khusus para pejabat tinggi dan juga para bangsawan. Mereka melewati lorong, “Semua para bangsawan tengah berkumpul … tuan kita sedang dituntut untuk membagikan kekuasaannya terutama arena pertandingan yang beberapa tahun terakhir mengalami untung besar.” Penjelasan pemimpin Dong zhu sangat detail sampai ke akar. “Jadi mereka menginginkan kita untuk melepas aset terbesar kita dan menjadikannya sebagai aset bersama. Sepertinya banyak para pejabat dan tentu saja bangsawan iri akan keberhasilan tuan kita.” Sambungnya sambil berjalan melewati setiap lorong panjang yang berada di bawah tanah. Tempat itu sangatlah rahasia dan khusus, hanya orang tertentu yang paham saja mengenai jalur bisnis. “Cara kotor mereka tidak ada habisnya!” ucap Kay tampak jengkel dan murka mengetahui rencana kotor ini hanya untuk menyudutkan satu pihak yang tidak lain adalah tuannya sendiri. “Lalu tugasku apa? “ ucapnya dengan nada serius. “Menjaga tuan kita agar tidak mengalami luka fisik.” Balas Dong zhu singkat, “Para bangsawan dan para pejabat juga mempunyai pelindung masing-masing dan ada kemungkinan salah satu dari mereka akan menyerang tuan kita.” Sambungnya. Kedua penjaga membuka pintu, setelah pintu terbuka semua pandangan tertuju pada mereka berdua di tengah perdebatan hebat. Namun yang lebih hebat adalah tuan mereka yaitu Xue Jang. Ia tampak tenang menghadapi para bangsawan dan pejabat korup. Suara desir pedang terdengar saat salah satu penjaga menarik pedangnya. “Tahan!” suasana menjadi tegang mereka seperti mempergunakan ucapan mereka sebagai senjata mematikan. Bahkan otot pun bisa kalah dengan orang seperti mereka. Para pejabat licik yang sedang di sana saat ini berjumlah tidak lebih sepuluh orang termasuk Xue Jang. Diantaranya adalah rekan dekat Xue Jang yang mulai menampakkan diri ingin meminta uang lebih dan juga ia mengungkit masa lalu mereka berdua, dimana masa lalu itu Xue Jang mengalami rugi besar. “Berapa banyak yang telah kuberikan padamu? Aku memberikan semua keperluanmu di saat kau terpuruk.” ucap Qi Fuan xin, ia selama ini menyimpan senjata ini untuk melawan Xue Jang. Dia berusaha merebut sebagian keuntungan pertandingan arena yang hampir setiap harinya menembus keuntungan perdagangan b***k yang saat ini sedang menurun akibat masa perang yang sedang berlangsung di kerajaan tetangga yang memang adalah pembeli utama. Xue Jang menatap rekannya, “Aku sudah mengira kau akan menggunakan senjata ini. Aku melakukannya atas kehendakku sendiri, dan sebelum itu kita sudah melakukan perjanjian. Apa kau ingat perjanjian macam apa yang aku lakukan padamu?” Xue Jang langsung mengambil gulungan kertas yang berada di bawah kursinya. Kemudian, “Tolong bacakan ini, biarkan mereka semua mendengar.”Kay langsung memegang kertas gulungan ini dan membacakannya. Kay sempat memandangi wajah-wajah licik di balik wajah datar mereka. “Aku Xue Jang menawarkan perjanjian kepada Qi Fuan Xin, berupa pembagian keuntungan melalui jual beli b***k. Semua hal yang di luar penjualan b***k akan di miliki sepenuhnya oleh Aku sendiri yaitu Xue Jang dan sebagai tanda bukti berada di bawah ini bertanda tangan. Xue Jang dan Qi Fuan Xin.” Papar Kay membacakan isi surat gulungan kemudian membalik isi gulungan ini dan menunjukkannya kepada semua orang yang berada di sana. Xue Jang tersenyum lepas, “Apa sudah jelas? Bagaimana apa kau punya ide lain?” Kemudian, Qi Fuan Xin yang tidak lain adalah rekan lamannya langsung keluar membukakan pintu. Ia langsung kalah telak. Ia menggerutu hebat, selepas keluar dari ruangan meskipun sudah di tutup pintunya. “Bagaimana? Masih ingin melawanku mengenai adu mulut? Aku sudah mengerti dan mengorek semua kelakuan busukmu, mungkin saja. Besok aku umumkan hal ini ke khalayak umum.” Xue Jang langsung bertindak. “Oh, mungkin hanya gertakan saja …” salah satu bangsawan terkenal dan terkemuka juga salah satu orang yang ikut perundingan ini. “Mungkin aku bisa menjadikanmu sebagai contoh dasar.” Ungkap Xue Jang kepada lawan bicaranya. “Baiklah, satu hal kau beruntung hanya orang yang berada di lingkungan ini saja yang mengetahui keburukanmu.” Xue Jang berkata santai namun semua ucapannya begitu menusuk dan mengancam. “Kurang ajar!” salah satu penjaganya menghunuskan pedang dan di arahkan ke Xue Jang. Namun, ia juga di arahkan pedang oleh Kay. Dong zhu pun begitu ia mengarahkan beberapa orang yang mencoba menghunuskan pedangnya ke arah tuannya. “Bagaimana? Masih ingin aku lanjutkan, anggap saja ini sebagai tanda bukti.” Xue Jang diam sesaat. “Yue Yan seorang bangsawan perang yang di hormati namun sayang, ia sempat memperkosa beberapa putri kerajaan lain terutama putri kerajaan yang memimpin kita saat ini. Ia belum di adik karena jasanya yang besar, satu hal lagi. Bagaimana jika berita besar ini tersebar oleh masyarakat? Apa yang akan di lakukan masyarakat padamu? Mungkin saja mereka akan murka dan segera melemparimu batu jika berpapasan. Oh iya, sempat lupa. Kau juga sering sekali menelan uang pajak militer besar untuk dirimu sendiri.” Yue Yan Langsung menggebrak meja. Ia murka, “Dari mana kau mendapatkan informasi itu?!” suaranya memang lantang tapi yang dapat mendengar hanya mereka bersembilan saja. Tangannya mengambil pedang yang masih di sarung. Namun segera di hadang kembali yang juga telah terlebih dahulu menarik pedangnya. “Kau lihat bukan? Aku sudah memberikan peringatan padamu. Aku mempunyai banyak telinga di seluruh penjuru kerajaan ini, jangan remehkan aku hanya karena aku seorang pedagang yang tidak memiliki gelar seperti kalian.” Xue Jang tersenyum angkuh, kemudian menikmati suasana tegang. Hai... Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE. Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya? Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan. Riyuu Way
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN