Bab 20: Tawaran tinggi Xue Jang.

1273 Kata
Tepukan tangan meriah dari mereka para penonton yang sedang menyaksikan laga aksi paling di tunggu beberapa tahun terakhir. Sudah ada beberapa kandidat petarung yang telah bebas dari belenggu p********n, diantara mereka ada orang yang saat ini sedang melakukan kerjasama dengan pencipta acara yang tidak lain adalah Xue Jang mereka berdua lah yang telah membuat acara makin meriah. Namun sayangnya, untuk keluar ddari belunggu p********n tidak semudah itu mereka akan terus melakukan sampai si calon petarung yang akan bebas bersyarat kehilangan haknya kembali sebagai manusia bebas. melalui pertarungan mati dan hidup adalah salah satu cara mereka agar tidak ada yang dapat dengan bebas keluar dari p********n. Terkadang para saudagar-saudagar b***k memasukan b***k-budaknya untuk ikut di pertandingan, tentu saja karena tergiur keuntungan yang di terima termasuk banyak mereka mau melakukan hal itu. Acara semakin meriah tentu saja karena kedatangan mereka yang mengikut sertakan acara. "Sepertinya bulan ini semakin banyak orang yang akan mempertaruhkan uangnya." tawa beberapa saudagar sambil melihat b***k-budaknya yang sedang di persiapkan untuk memasuki arena. "Ini benar-benar berkah bagi kita," balasnya menanggapi ucapan lawan bicara sambil sedikit tertawa. *** "Tuan sepertinya para saudagar b***k makin banyak yang menaruh b***k mereka di sini, apa tidak apa?" ucap Dong zhu mengingat kejadian saat berada di kandang b***k hanya untuk mengawasi mereka dan melaporkan kembali kepada tuannya Xue Jang. "Tidak apa, justru itu adalah keuntunganku, tiket masuk untuk mendaftarkan b***k mereka termasuk besar. Itu sudah sangat cukup, aku pun bisa mempermainkan uang mereka sesukaku." papar Xue Jang sedang memperhatikan pertandingan b***k-b***k yang sedang mempertaruhkan nyawanya hanya untuk hidup bebas, mereka pula tidak punya pilihan lain. Mereka yang berada dia atas bangku penonton tidak akan mengerti rasanya setiap hari harus berjibaku dengan kematian, bahkan di dalam tidur pun rasa kematian sering bertamu. Dong zhu terdiam setelah mendengarkan ucapan tuannya, ia pun merespon dengan nada kagum, "Tuan memang hebat, benar-benar mengerti mengatur strategi keuangan." jelasnya. "Berhenti memujiku, lakukan tugasmu dengan benar. Saat ini kita akan mengalami peningkatan dari segi penonton dan juga orang yang akan menginvestasikan uangnya kepada kita. "Baik tuan." balas Dong zhu tunduk lalu meninggalkan tuannya. Lalu ia pun menatap Kay, "Tolong jaga tuan kita." "Baik." jawab Kay, setelah Dong zhu menerima jawaban tegas dari Kay, ia langsung pergi. Ruangan langsung kembali terhening, hanya Kay dan Xue Jang saja yang berada di ruangan khusus itu sambil menyaksikan pertandingan b***k, dan juga para penonton yang semakin meriah. "Hei, Kay ..." "Ada tuan?" jawabnya sopan. "Sudah berapa lama kau bekerja denganku?" tanya Xue Jang dengan wajah tetap kaku dan masih tetap menonton pertandingan. "Kira-kira Empat tahun, tuan." balas Kay singkat, ia juga memperhatikan rambut tuannya dari belakang. "Oh cukup lama, siapa yang mengajakmu kemari?" "Kebetulan, pemimpin Dong zhu yang merekrutku langsung, dulu aku pun bawahannya saat masih bekerja di pemerintahan." dagu Kay menaikkan ke atas meihat langit-langit sembari mengingat kejadian tempo lalu. "Jadi begitu, Dong zhu memang pintar mencari rekan. Itu yang aku suka darinya." ungkap Xue Jang sedikit tersenyum sambil menyender dalam di kursinya. "Pemimpin Dong zhu memang selalu seperti itu sejak dulu." balas Kay. "Ada hal yang membuatku sedikit penasaran, namamu Kay bukan?" Xue Jang tampak memastikan nama orang yang sedang menjaganya saat ini. "Iya tuan." "Kalau begitu Kay, apa benar itu nama aslimu?" "Tidak, itu hanya singkatan yang dibuat pemimpin Dong zhu." ungkapnya. "Lalu siapa namamu?" Xue Jang tampak begitu tertarik dengan nama aneh yang di bawa bawahannya. "Nama asliku Kang Xin Yin, karena dulu namaku mempunyai kemiripan dengan pemimpin pemerintahan. Jadi namaku terpaksa harus di hilangkan dan di ubah menjadi Kay." jelasnya secara rinci. "Kalau begitu, aku sedikit mengerti mengapa namau menjadi seperti itu." papar Xue Jang lalu wajahnya tersenyum lebar sambil matanya menyaksikan pertandingan seru, "Lihat, anak kecil itu selalu memukau! Aku tidak menyangka dia sanggup bertahan selama itu." paparnya begitu gembira menyaksikan pertarungan pria bertubuh kecil melawan pria yang tinggi dan besar tubuhnya dua kali lipat. "Kay, tolong bantu aku jika dia menang bawa dia untuk menemuiku. Sepertinya aku akan mendapatkan untung lebih banyak jika pria kecil itu ku jadikan sosok spesial di pertandingan ini." "Baik tuan, setelah pertandingan ini selesai akan saya bantu untuk memanggill dia menghadapmu." *** "Lagi-lagi dan lagi! Ngengat kecil Feng telah memenangkan pertandingan yang amat penting kali ini, seminggu terakhir dengan total enam kemenangan dan satu kekalahan!" seruan pembawa acara dengan suara yang cukup besar. Para penonton terlihat sangat menyukai pertandingan kali ini, tidak. Sepertinya hampir setiap penampilannya di tanggapi cukup meriah karena gaya pertarungannya yang cukup menguras emosi penonton. Ngengat kecil Feng tertidur di lapangan pertandingan karena kali ini ia menerima banyak luka dalam yang cukup lumayan banyak dari sebelumnya. Lengan kirinya menuntup kedua matanya agar cahaya tidak terlalu banyak masuk, "Ah, sampai kapan aku harus terus begini." gumam Feng Ying dengan luka lebih parah dari sebelumnya. Setelah itu, ia mengingat kembali percakapan pagi tadi, dan ia pun beranjak bangkit lalu pergi dari arena pertandingan "Aku harus melakukannya dalam dua hari kedepan, ini lebih baik." batin Feng Ying yang telah memasuki kandang kembali. Feng Ying menyender kelelahan dengan wajah kotor penuh darah yang bahkan tidak di sadari dirinya sendiri, karena terlalu fokus pada pikirannya yang hendak merencana kabur dari tempat ini. Beberpa prajurit menunjuk Feng Ying di kala sedang menyendiri, "Sepertinya dia yang baru saja keluar bertanding." "Terima kasih, tolonng bukakan pintu ini." Pintu terbuka, tiga prajurit langsung mengangkat Feng Ying yang saat itu sedang terpejam dan membuatnya terkejut. "Ikut kami sebentar, tuan Xue Jang ingin menemuimu." Feng Ying tidak bisa bergerak setelah kedua lengannya di kunci oleh mereka berdua dan sisanya membukan pintu dan memimpin jalan. *** Pintu di ketuk terdengar dari arah timur, tepat di dekat Kay, "Sepertinya tamu yang kita inginkan ada di depan pintu." demikian ungkapnya sembari membuka pintu. Pintu terbuka lebar, seorang prajurit, datang di ikuti oleh kedua prajurit yang sedang mengunci lengan Feng Ying. "Tuan, perkenalkan Ngengat kecil Feng." seorang prajurit memperkenalkannya kepada Xue Jang. Xue Jang masih menonton pertandingan lainnya, hal itu terdengar jelas dari ramainya penonton ketika sedang menyoraki. Kemudian ia pun berbalik, "Pertandingan yang sedang berlangsung saat ini tidak terlalu seru. Tapi, pertandingan sebelumnya, sangatlah menarik bahkan aku yang sering menonton pertandingan ini jarang sekali memuji," ia pun beranjak dari kursinya. "sepertinya ini adalah takdirmu untuk menemuiku." Xue Jang sudah berada di hadapan lawan bicaranya. Feng Ying belum di lepas kedua tangannya, oleh kedua orang penjaga. "Apa maumu? Hingga memanggilku?" "Oh cara bicaramu tinggi juga untuk seukuran tubuh kecilmu." ungkap Xue Jang. Aaa! Kedua penjaga menekan kuat kedua lengan Feng Ying setelah dia berkata kasar dan tidak sopan terhadap tuannya. "Lepaskan tangannya, aku tidak ingin dia terluka dan tidak bisa bertanding untuk nanti minggu depan." perintah Xue Jang kembali terhadap bawahannya, kemudian Xue Jang mendekatkan diri kembali sambil melihat wajah Feng Ying dari dekat. "Wajahmu mirip perempuan, tapi kekuatanmu tidak bisa di remehkan. Bergabunglah denganku." Xue Jang langsung menawarkan keanggotaannya. "Apa yang kamu maksud? Aku tidak mengerti?" Feng Ying tidak memahami sedari tadi ucapan lawan bicaranya. "Jadilah bagian dariku, kau akan ku ikutkan acara yang lebih besar dari ini. Aku sedang mencari kandidat untuk pertarungan yang lebih berutal menggunakan senjata." papar Xue Jang tampak membuat Feng Ying benar-benar bingung. "Apa untungnya bagiku?" "Oh, ternyata kau cukup pintar untuk seukuran b***k rendahan sepertimu ... kau bisa meminta apapun dariku, tentu saja label b***k yang terpasang lama akan di lepas. Harta atau apapun akan aku wujudkan jika kau bisa memenangkan setidaknya lima pertandingan." papar Xue Jang kembali. "Aku tidak tertarik dengan ucapan yang keluar dari mulut busukmu!" Feng Ying tampak emosi yang tinggi. "Ah, aku mengerti ucapanmu itu. Bagus sekali caramu bertahan, kau tidak boleh percaya pada siapapun. Baiklah, tapi pikirkan ini baik-baik." papar Xue Jang pada Feng Ying. Kemudian tangannya mengisyaratkan untuk membawa Feng Ying pergi dari sini.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN