“Xin Liu.” Di tengah pembicaraan yang sengit, muncul nama seorang tabib keluar dari mulut Kay. Dong zhu yang mendengar hal itu tentu saja terkejut, ia sebenarnya sudah menduga dan memang sebenarnya orang yang peling dekat dengan para b***k yang tidak lain adalah dia.
“Sepertinya rasa ragu milikku sudah menjadi bumerang bagiku sendiri.” papar Dong zhu kepada di tengah-tengah mencari jawaban siapa pelaku yang memiliki hubungannya dengan orang dalam.
Beberapa anggotanya di perintah menyebarkan seketsa wajah ke warga sekitar, mereka melakukan hal itu berdasarkan perintah jadi secara detail mereka tidak terlalu memahami wujud b***k yang mereka cari, meskipun berdasarkan seketsa pelukis yang di sewa oleh Dong zhu. Ini merupakan tindakan yang agaknya berlebihan, hanya untuk mencari seorang b***k yang kabur. Akan tetapi bagi Dong zhu ini tindakan yang perlu di lakukan karena pangkatnya kini sedang di pertaruhkan. Ia mengeluarkan uangnya sendiri hanya untuk menyewa seorang pelukis seketsa handal.
Keraguan hati dalam diri Dong zhu hilang sepenuhnya, ia langsung saja membawa Xin Liu yang tidak lain adalah seorang tabib bertugas untuk mengawasi kesehatan barang dagangan tuannya.
“Apa ini tidak terlalu berlebihan membawaku ke tempat seperti ini? Hei kau! Aku masih banyak tugas yang harus ku kerjakan, terutama meracik obat untuk mereka agar tetap hidup. Kau tau kan harga mereka lumayan tinggi?” papar Xin Liu, ia saat ini sedang dalam kondisi terikat pada kursi di kedua tangan serta kakinya dan tidak bisa melakukan apapun, Xin Liu hanya bisa meracau sebagai senjata utamanya.
Dong zhu tidak memahami bagaimana orang itu berpikir, cara pandangnya sungguh membuatnya sulit mengenali langkah yang akan di pilih Xin Liu selanjutnya. Meski sudah ia antisipasi, orang-orang di sekitarnya, termasuk kecurigaannya terhadap Kay yang juga salah satu teman terbaiknya.
Secara mengejut kayu balok melayang mengenai wajah Xin Liu, wajahnya tidak di duga menjadi seperti itu, lebam separuh secara bersamaan mengeluarkan darah yang keluar dari mulutnya dan yang terjadi malah Xin Liu menjawabnya dengan senyuman menampakkan giginya.
“Apa yang baru saja kau lakukan?!” kejut Dong zhu kepada Kay secara frontal. Ia tidak mengerti yang baru saja temannya lakukan, ini benar-benar di luar dugaan Dong zhu bisa di bilang di luar rencana. ”Aku belum menanyai apapun padanya.”
“Ah maaf tanganku tadi sempat terpeleset.” balas Kay kepada Dong zhu yanng masih memegangi balok kayu. Wajahnya tampak puas setelah memukul Xin Liu tepat pada wajahnya, “Aku suka dengan ke tidak sengajaan ini.” paparnya demikian, saat ini mereka memang hanya bertiga saja di dalam ruangan. Kay langsung mengambil kain yang di selipkan ke dalam pakaiannya, setelah itu menunjukkan pada Xin Liu. “Apa kamu pernah melihat wajah ini? Katakan padaku yang sejujurnya.”
Suara tertawaan muncul dari mulut yang berlumuran darah, “Aku suka caramu … menamparku dengan balok lalu menanyakanku tentang hal ini. Sepertinya kalian berdua sudah terbiasa menyiksa manusia jika di lihat dari cara kalian melakukan ini padaku. Apa lagi melukai wajahku dengan mudahnya.” Papar Xin Liu. Bukannya menjawab pertanyaan kedua orang yang bisa saja melakukan hal yang lebih kejam dari ini.”
Gigi Kay menggertak, tangannya kembali mengayun sambil memegangi balok kayu. “Bisa kau tarik lagi ucapanmu itu?!” Kay tampaknya berubah menjadi tempramen dan seperti bukan dirinya saja seperti dahulu. Ini yang membuatnya tampak aneh sedari tadi menurut pandangan Dong zhu yang sudah sejak lama menjadi rekanan selama lima tahun belakangan ini sebelum memutuskan keluar dari anjing pemerintahan.
Pukulan keras bolak-balik tidak sanggup Dong zhu pandangi secara terus menerus. Ia pun langsung menghentikan balok kayu yang sedari tadi menampar wajah Xin Liu menggunakan satu tangannya. Kemudian, Dong zhu menarik kayu itu dari tangan Kay, Ayunan balok itu cukup keras terasa bagi Dong zhu, hingga memar di tangannya langsung terlihat. “Berhentilah, aku tidak ingin dia mati. Orang ini jug termasuk pondasi milik tuan kita. Aku tidak ingin orang ini mengalami hal yang buruk.” Ujar Dong zhu.
“Cih …” Kay langsung keluar dari ruangan itu, dan membiarkan Dong zhu dan juga Xin Lin sendirian.
Kesunyian ruangan itu membuat mereka berdua saling menatap satu sama lain, Dong zhu menatapnya sambil berdiri. Kemudian tidak lama ia melepas tali yang mengikat kedua tangan Xin Liu. “Kenapa kau melepas tanganku? Apa kau kasihan padaku” tanya Xin Liu kepada Dong zhu yang tengah berusaha melepaskan ikatan kencang kaki Xin Liu.
“Aku melepaskanmu bukan karena aku kasihan padamu, melainkan sebaliknya. Aku tidak ingin kau mati hanya hal konyol seperti ini.” Papar Dong zhu setelah melepaskan tali yang megikat tangannya.
Xin Liu memegangi kedua tangannya dan juga kakinya yang masih memiliki bekas ikatannya kencang. “Oh jadi hanya karen itu saja? Baiklah aku sedikit mengerti mengenai perasaanmu.”
“Baiklah aku tidak akan menanyakan hal ini panjang lebar … “ Dong zhu mengambil kain yang berwajah seorang b***k yang kabur. “Aku yakin kau mengenal dia, cepat sebutkan namanya. Aku hanya perlu hal seperti ini saja tidak lebih.”
Xin Liu memegangi kain berwajah orang yang sudah di kenalnya, “Kalau hanya itu saja, dengan senang hati aku akan mengatakannya …” Xin Liu tidak beranjak dari kursi. “Kau orang yang konyol, sudah berapa tahun kau bekerja disini? Tapi tidak mengenal orang seperti ini?” ungkap Xin Liu menunjuk kain berwajah seseorang yang tidak lain adalah Feng Ying. Dong zhu tidak bisa berkata apapun setelah di ceramahi olehnya langsung, “Baiklah, namanya adalah Feng Ying, dia salah satu petarung terkenal di tempat ini. Julukannya Ngengat kecil Feng ... apa kau sudah puas dengan jawabanku?” Xin Liu melihat mata Dong zhu seperti bernafsu dan ingin segera menemukannya. “Sepertinya bukan hanya ini saja jawaban yang ingin kau tahu.” Sambungnya menghela napas.
“Benar, apa kau tau keberadaannya sekarang?” tanya Dong zhu demikian.
“Tentu saja tidak tahu, yang jelas. Orang yang kau cari akan segera datang kemari atau mungkin saja ia tidak akan pernah kembali. Pikirkan sendiri, aku tidak ingin terlibat jauh mengenai masalah ini.” Papar Xin Liu.
“Kami sudah mengecek gerbang utama, tidak ada jejak keluar orang asing. Karena semua penjaga hanya mengijinkan orang luar dan dalam. Hanya menggunakan tanda pengenal khusus yang hanya bisa di daftarkan melalui bagian imigrasi, di sana tidak ada orang yang berpakaian lusuh layaknya b***k dan juga salah satu orangku bertugas berjaga di sana.”
“Apa kau yakin? Walaupun menurut mereka, tidak ada yang aneh. Mungkin saja orang yang kau cari masih berada di sekitar kerajaan ini, atau keluar melalui jalan keluar yang lain.
Di balik pintu, ternyata Kay masih berada di dalam ruangan dan saat ini sedang menguping pembicaraan mereka berdua. Entah apa yang di lakukannya, setelah mendengar jawaban langsung Xin Liu kepada rekannya Dong zhu. Kay pergi dengan tergesa-gesa.
Mohon tinggalkan KOMENTAR, atau LOVE jika menyukai setiap cerita yang aku buat, komentar membangun kalian sangat mempengaruhi kualitas tulisanku.
Mohon di mengerti, kemampuanku dalam menulis belum sebagus orang - orang yang sudah lama menggeluti tulisannya, jadi jika kalian menyukai setiap bab yang aku tulis mohon tinggalkan komentar, jika pun kalian malas untuk berKOMENTAR mohon tinggalkan LOVE.
Riyuu Way