Bab 45: Balas dendam part 2

1558 Kata
Ekspresi datar para perawat berubah menjadi wajah terkejut, lawan yang selama ini di lawan ternyata memiliki ketahanan yang lumayan kuat. Tapi, mereka tetap menyerang dengan kekuatan penuh hingga menemukan sebuah peluang Dong zhu sedari tadi menghalau serangan yang di arahkan kedua perempuan itu kepadanya, karena lawan mempercepat gerakannya makin cepat serta intensif menyerang dirinya Dong zhu mulai kewalahan karena kedua serangan yang di arahkan padanya. Kedua perawat itu sangat handal dalam bekerja sama hingga tidak ada celah bagi Dong zhu untuk menyerang balik bahkan hanya untuk bernapas. Tangan serta kaki, kombinasi yang sangat pas. Mereka berdua melakukan serangan secara bergantian, hanya dengan menggunakan tangan kosong, serta secara bergantian mereka menggunakan pedang setiap kali pedang itu di lempar salah satu perawat menangkap dan memberi sebuah serangan intensif dari berbagai sisi, sedangkan dong zhu sedari tadi hanya memberi serangan yang tidak berarti sedari tadi. Namun anehnya, wajah Dong zhu malah menunjukan rasa senang telah melakukan hal itu. “Lanjutkan, aku suka dengan cara kalian bertarung, sangat indah. Terutama lekuk tubuh kalian yang membuatku ingin mencicipinya!” seruan Dong zhu, sepertinya ia sudah gila. Dong zhu sudah seperti orang lain saat ini, gerakan lincahnya belum juga dapat di hentikan. Meski lawannya lebih lincah dari Dong zhu, tapi ia malah menikmatinya. “Kalian berdua menyingkir dari sana!” teriak Xin Liu yang ternyata sudah melawan habis lawan –lawannya. Ia berlari melompat lalu melempar kedua pedang saat ia memutar penuh tubuhnya. Kedua pedang itu meluncur lurus mengarah ke Dong zhu. Belati yang berada di kedua tangannya ia lempar pula mengarah kepada kedua wanita yang berada di depan mata. Kedua perawat itu lantas langsung menghalau dengan rantai serta pedang yang mereka bawa sejak tadi. Lalu Dong zhu segera mengeluarkan pedang yang sejak tadi belum di gunakannya, lantas pedang itu ia gunakan untuk menghalau kedua pedang besar yang mengarah padanya dan membelokkan arah yang berbeda. Ternyata ada sebuah benda kecil yang berputar cepat diantara kedua pedang yang, baru saja di tangkis, dengan jarak sangat pas untuk ia tangkis. Kedua benda itu mengerucut setelah membuat jalur lebar. Namun sebuah kejutan terjadi, setelah Dong zhu hendak mengayun lurus kedepan kedua benda yang berputar itu ternyata saling berbenturan. Kemudian menciptakan arah baru setelah kedua benda itu berbentur. Mata Dong zhu tidak bisa mengikuti arah putaran yang kembali melembar di kedua sisinya. Dong zhu terpaksa harus memilih salah satu pilihan yaitu harus menangkis salah satu dan sisanya mengenai tubuhnya. Benar saja, karena kecepatan yang tidak bisa di imbangi, Dong zhu akhirnya berhasil mengenai salah satu benda yang berputar itu, dan sisanya terpaksa mengenai salah satu matanya, hingga darah pun keluar dari sela – sela mata kirinya. Kelengahan itu, di manfaatkan langsung oleh kedua perawat, salah satunya mengikat tubuh dengan rantai yang di pegangnya dan salah satunya. Mengayunkan pedang ke arah leher. Hingga akhirnya berhasil terpotong. Jeritan erangan yang tadinya sangat liar di dengar keduanya, kini berubah menjadi diam secepat itu. Salah satu bola matanya memang terkena pisau,namun salah satunya masih berfungsi dan sisa kesadaran Dong zhu masih ada untuk beberapa saat ketika ia meliha tubuhnya sendiri serta salah satu wanita yang habis memenggal nya kini melihat sosok dirinya. Di akhir kesadarnya, ia masih sempat tersenyum tipis. “Bagus, mulai dari sini sebuah penentuan, kalian bisa memilih untuk tetap mengikutiku atau pergi meninggalkank kalian bebas memilih.” Balas Xin Liu berjalan tanpa berhenti melangkah dan tetap melanjutkan perjalann menuju tempat Xue Jang berada. Mereka seperti sudah memahami apa yang akan di ucapkan tuannya, mereka memilih diam sesaat melihat tuannya berjalan mendahului untuk segera menyelesaikan masalahnya. “Tugas kami belum selesai.” Balas salah satu perawat, “kami akan menemani tuan sampai balas dendam tuan berhasil.” Sambungnya, Xin Liu mengambil kedua pedang yang barus saja ia lempar. Xin Liu sempat berhenti sesaat setelah mendengar kalimat yang terlontar keluar dari mulut kedua wanita yang selalu setia mengikutinya.”Aku sudah menduga hal ini, terserah kalian. Intinya sudah jelas kalian bebas memilih, jika pilihan kalian tetap mengikutiku sampai balas dendamku selesai. Itu merupakan hak kalian, tapi saat ini kalian bukanlah perawatku.” ungkapnya demikian, Xin Liu melanjutkan perjalanannya diikuti kedua wanita yang berada di sampingnya. *** “Jadi, apakah ini seperti yang aku bayangkan?” tanya Xue Jang, melihat ketiga orang yang kini sudah berada di depan matanya. Ketiganya masih terdiam, lalu Xue Jang kembali berkata. “Apa kalian berniat membunuhku kali ini?” sambungnya. “Apapun yang kau pikirkan dan perkirakan, semua jawabannya iya.” ungkap Xin Liu, ketiganya langsung dalam posisi siap untuk menyerang Xue Jang yang tengah duduk di tempat favoritnya tempat itu di kelilingi oleh semua tanaman yang ia rawat setiap hari dengan tangannya sendiri tanpa campur tangan orang lain. Kedua wanita itu langsung maju terlebih dahulu menyerang para penjaga yang di khususkan untuk menjaga Xue Jang, Rantai melayang menyabet salah satu penjaga yang mengenai pedang kemudian secara bersamaan pedang itu patah menjadi dua ketika di tarik. Pedang yang masih terlilit di rantai, ia gunakan kembali untuk menyerang dan kembali di ayunkan ke salah satu penjaga yang tengah lengah melawan rekannya. Bekas patahan mata pedang akhirnya menancap di salah satu leher penjaga, seketika ia pingsan saja dan tidak dapat melakukan semua kemauannya. “Terima kasih.” Balas rekannya. “Sama – sama.” Balas perawat itu kepada rekannya, mereka kembali beraksi, kakinya sangat tangkas jika di tanya soal kecepatan, itu menjadi modal utama oleh kedua perawat itu. Lincah, sederhana dan mematikan, hal itu tidak berhenti – henti membuat kejutan para musuh ketika melihat langsung gerakan tidak masuk akal yang saat ini menjadi lawanya. Mereka berdua membuka jalan Xin Liu untuk melawan Xue Jang, menyadari apa yang di lakukan mantan perawatnya, ia langsung bertindak dan menyerang. Lagi – lagi gerakan yang sama seperti tempo Xin Liu memberi bantuan kedua perawatnya. Ia melemparkan kedua pedang sembari memutar penuh tubuhnya , kemudian, ia berlari untuk memberi jarak yang dekat. Kedua pedangnya di tangkis oleh Xue Jang yang hanya menggunakan kedua tameng berukuran sedang untuk menangkisnya. Karena ia memahami kurangnya keahlian dalam bela diri. Oleh karena itu, ia menggunakan tameng sebagai alat bertahan hidup sembari menyerang sembari mencari kesempatan. Pedang itu jatuh ke tanah, namun setelah itu, di susul Xin Liu yang tiba-tiba menyerang dengan kakinya yang sangat lentur mengayun dari atas ke bawah gerakan memotong cepat. Hal itu tidak di sangka Xue Jang, ia mengangkat tamengnya melindungi bagian atas lalu mendorongnya kembali ke atas pula. Xin Liu terpental, hebatnya ia sangat ahli dalam mengendalikan tubuhnya. Meski luka – luka yang di terimanya dahulu masih bisa ia rasakan. Di sela – sela melayang itu pula Xin Liu memanfaatkannya untuk melemparinya dengan mata kunai yang ada di saku belakangnya. Tentu saja, hal itu sudah dapat di duga. Xue Jang dapat melihatnya meski samar dan langsung menggunakan tamengnya kembali untuk menangkis. “Ternyata kau memang lawan yang sangat tangguh!” ungkap Xue Jang yang terkejut akan kelincahan Xin Liu yang di luar kemapuan bawahan – bawahannya. “Apa yang kau pikirkan hingga berniat untuk membunuhku?” sambungnya, sambil melindungi diri dengan tameng. Xin Liu mendarat ke tanah, kemudian langsung berdiri kembali dan mendekatinya. “Apa kau akan membayarku jika mengatakannya kepadamu?” “Oke, cepat katakan apa tujuanmu untuk membunuhku?” sembari bersiap dengan posisi meindungi diri. Di tengah keributan yang sangat ketara itu, mereka melakukan pembicaraan singkat. “Balas dendam, karena kau telah membuat pilihan sulit padaku. Sudah aku katakan, sekarang aku meminta bayaran padamu.” Balas Xin Liu, ia mengambil belati yang berada di saku kiri dan kanannya. “Hanya karena alasan itu?” kejut Xue Jang. “Baiklah, berapa yang kau minta?” Xin Liu lantas langsung berlari, kemudian dalam sekejap ia menghilang dalam pandangannya. “Nyawamu …” lirih Xin Liu yang tiba tiba berada di belakang Xue Jang dan sempat – sempatnya membisikan kemauannya. Leher Xue Jang langsung tertancap salah satu belati kemudian di salah satu belati berada di tangan kirinya menancapkan ke arah pinggang kiri Xue Jang kemudian memutarnya, pantas saja setelah itu, darah keluar melalui celah robek bekas tusukan ketika di cabut keduanya di susul dengan mulut yang di penuhi dengan darah pula. “Sekarang kita impas.” Tersisa empat penjaga yang terkejut melihat tuannya mati dengan cara yang mengenaskan dan tidak wajar. Xin Liu lantas langsung melempari dua buah belati kepada kedua orang penjaga dan sisanya di habisi kedua perawat. “Oke, misi kita selesai. Kalian boleh pulang.” ungkap Xin Liu, kemudian berjalan menuruni tangga kecil dan duduk di antara tangga. Kedua peawat langsung berlutut. “Biarkan kami menjadi salah satu pengikutmu tuan!” “Aku bukan lagi tuan kalian, sudah aku katakan itu, panggil saja dengan namaku.” ungkap Xin Liu tegas sembari melihat sekumpulan tubuh yang bergeletakan. “Kalau begitu, mari kita susul Feng Ying dan temannya … pertama kita bebaskan lagi para b***k yang kembali di kurung.” Hai... Ini karya orisinal aku yang hanya exclusive ada di Innovel/Dreame/aplikasi sejenis di bawah naungan STARY PTE. Kalau kalian membaca dalam bentuk PDF/foto atau di platform lain, maka bisa dipastikan cerita ini sudah DISEBARLUASKAN secara TIDAK BERTANGGUNGJAWAB. Dengan kata lain, kalian membaca cerita hasil curian. Perlu kalian ketahui, cara tersebut tidak PERNAH SAYA IKHLASKAN baik di dunia atau akhirat. Karena dari cerita ini, ada penghasilan saya yang kalian curi. Kalau kalian membaca cerita dari hasil curian, bukan kah sama saja mencuri penghasilan saya? Dan bagi yang menyebarluaskan cerita ini, uang yang kalian peroleh TIDAK AKAN BERKAH. Tidak akan pernah aku ikhlaskan. Riyuu Way
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN