i love you

4235 Kata
Sesampainya dirumah Dave, om Suryo sudah menunggu keluarga Clara di teras rumah Dave, lalu mempersilahkan mereka masuk karna tante Melly sudah menunggu di dalam rumah. Setelah didalam rumah, tante Melly langsung menyambut mereka semua. Orang terakhir yang masuk adalah Clara dan Dave. Clara selamat siang tante (sambil cipika cipiki) Tante Melly selamat siang Lala.. (Lala adalah panggilan sehari harinya Clara) Tante Melly wow.. beautiful.. sambil menatap wajah Clara dengan teliti dan memegang kulit tangan Clara sambil melirik Dave lalu tersenyum Clara heheh.. tante.. Clara merasa malu karna tante Melly memperhatikannya.. Tante Melly La.. kamu ke salon ya? heheh Clara heheh.. iya tante.. tadi Carlo yang ngajak. sebenarnya ini kali pertamaku ke salon, dan ternyata menyenangkan.. heheh.. Tante Melly duuh.. pantesan makin cantik La.. ya.. perempuan perempuan seperti kita ini emang harus pinter merawat diri La, apalagi kalo punya suami, ya.. menyenangkan suami gitu.. hehehe.. oh ya.. ayo ayo.. kita makan dulu.. ayuuuk.. Clara hanya tersenyum dan mengikuti ajakan tante Melly. Di meja makan, semua sudah tersedia menu menu ala restoran. Tante Melly sebenarnya tidak bisa masak, makanya makan siang hari ini dia sengaja memanggil koki yang dari restoran mereka. Acara makan siang mereka berjalan dengan baik.Perbincangan ringan antara 2 keluarga ini sangat menyenangkan hati mereka semua. Ditambah kelucuan Mutiara yang membuat suasana makin ramai. Dan selesai makan, mereka pindah ke ruang tamu, duduk duduk disitu sambil berbincang. Om Suryo dan papa Ronald tetap membicarakan bisnis dan melibatkan juga Dave, Carlo dan Clara. Clara sangat tertarik dengan perbincangan itu. Sampai om Suryo menawarkan Clara dan papa Ronald untuk ikut berbisnis dengan mereka di Bali. Carlo yang paling semangat menyetujui hal itu demi Clara kakaknya. Clara sampai heran melihat adiknya itu, tapi papanya juga, yaitu papa Ronald juga ikut setuju dan membuat Clara makin heran tapi juga senang, karna keluarganya mendukungnya. Tapi Clara belum bisa setuju karna salah satu hal yang membuatnya ragu adalah anak anaknya. Dia tidak ingin pisah jauh dari anak anaknya. Apalagi jika Clara ikut berbisnis di Bali, otomatis untuk awalnya, dia harus tinggal di Bali untuk waktu berbulan bulan lamanya, baru dia bisa pulang. Sedangkan anak anaknya tidak mau ikut bersamanya, alasannya mereka sekolah dan tak mau pindah. Clara masih bingung memikirkan itu. Clara Hmm.. baiklah.. akan aku pikirkan dulu.. Om Suryo kamu tenang aja La.. ada Dave yang akan slalu membantu kamu.. iya kan Dave...? hehehe Dave iya.. pasti lah.. heheh.. Mereka lalu tertawa bersama. Akhirnya keluarga Clara pamit dan akan kembali ke hotel. Dave ingin mengantar Clara, tapi Clara menolak dan mengatakan bahwa dia akan pulang bersama keluarganya saja. Dave dengan berat hati mengiyakan saja. Tapi Dave tidak kehabisan akal, dengan berani dia mengajak Clara di depan keluarganya untuk makan malam. Alasannya malam ini malam terakhir mereka di Bali, Dave langsung meminta ijin pada mama Eva dan papa Ronald, dan juga pada Alfa dan Mutiara. Clara terkejut dengan permintaan Dave. Apalagi Carlo menyenggol pelan lengan Clara mengkodenya agar tidak menolak ajakan Dave itu. Akhirnya Clara setuju. Dave sangat senang, dan bertrima kasih pada keluarga Clara, dan mengatakan bahwa dia akan menjemput Clara jam 6.30 nanti malam. Dihotel, keluarga Clara berkumpul di kamar mama papa. Carlo sedang bermain game online bersama Alfa, Mutiara sedang menonton film kartun di hp nya dan ditemani Clara, Clara juga ikut menonton. Papa dan mama juga sedang asik dengan hp mereka masing masing. Tiba tiba mama mengagetkan mereka dengan melihat hp nya. Mama lalu menunjukkan hp nya ke papa. Carlo yang kepo langsung bertanya pada mamanya. Carlo ada apa sih ma? artis siapa lagi tuh yang cerai heh? Clara dan Muti langsung tertawa mendengar pertanyaan Carlo. Karena mereka semua tau kalau mamanya suka banget mengikuti berita berita artis terkini. mama apaan sih kamu.. ini loh.. sambil menunjukkan foto di hp mama. Carlo emangnya bayi siapa itu ma? eh... bukannya itu pelakor itu? mama heh.. namanya Pingkan Car, bukan pelakor.. kamu iniii... Clara hanya sekedar mendengar saja dan tidak bertanya ataupun komentar apapun. malah yang ribut itu mamanya sama Carlo. carlo iya.. ya.. emang itu anaknya? mama iya.. ini caption nya my baby girl kok.. carlo ooh.. kirain suaminya ngak mau punya anak.. mama ngak tau juga.. carlo emang mama temenan sama dia ya di sss? mama iya.. emang ngak boleh? carlo hiiih.. klo aku sih ngak lah.. mama biar gimanapun dia itu ponakan mama loh.. carlo heh.. iya mama... Mama masih melihat lihat sss di hp nya. waktu sudah menunjukkan jam 4 sore. Alfa lalu mengajak Carlo ke mall terdekat buat beli snack untuknya dan adiknya. Carlo pun mengiyakan dan mereka berdua berangkat bersama. Mutiara yang menonton di hp nya, ternyata sudah tertidur, Clara pun mengatur posisi tidur Muti dan membereskan hp nya. Lalu Clara duduk di samping jendela, yang bisa melihat pemandangan pantai dan laut. Clara lalu mengambil hp nya dan melihat youtube. Clara sangat suka menonton video musik, apalagi video lomba lomba nyanyi, Clara sangat menyukainya. Satu jam berlalu, Carlo dan alfa sudah kembali dari mall. Dan mereka pun ngemil bersama. Carlo mengajak Clara foto bersama, katanya untuk status WA nya. Clara pun setuju setuju saja. Clara selalu dengan gaya santainya dan senyum indahnya, sangat cantik jika di foto. Badannya sekarang tidak langsing lagi seperti dulu, tapi sekarang Clara memiliki tubuh yang padat berisi, tapi makin seksi. Dan skarang sudah jam 6 sore. Hp Clara berbunyi notifikasi dan dilihatnya pesan dari Dave. "Hy sweety ❤ bentar lagi aku jemput ya" dan Clara pun tersenyum melihat isi pesan itu yang ada ❤ lalu Clara membalasnya "ok" Clara lalu bersiap siap. Sehabis mandi, Clara hanya menggunakan bedak, alis, dan lipstik. Clara tidak suka make up yang ribet, dia hanya suka semua hal yang simpel apalagi soal penampilan. Dan tak lupa juga bagian akhirnya, yaitu parfum andalannya. Clara turun ke lobi dengan lift. Saat Clara sampai di lobi, Dave sudah menunggunya. Dave pun tersenyum melihat Clara yang melihat padanya dan tersenyum padanya. Mereka pun berangkat dengan mobil Dave. Dave mengajak Clara ke restoran terdekat, tapi pemandangannya pantai. Karna Dave tau Clara sangat menyukai tempat dengan suasana terbuka dan pemandangan pantai dan laut. Clara sangat menyukai tempat itu dan bertrima kasih pada Dave karna sudah mengajaknya ke situ. Dave sangat bahagia karna bisa membuat Clara senang. Dave La.. Clara ya.. Dave i love you.. Clara terdiam mendengar pernyataan Dave itu. Clara tak tau apa yang akan dikatakannya.. Dave maaf.. maaf.. Harusnya aku bisa menahan diriku.. tapi.. Clara hmm.. Clara menatap Dave, dan menunggu kelanjutan kata katanya. Jantung Clara berdetak makin kencang. Tiba tiba pelayan restoran datang dan membawa pesanan mereka. akhirnya mereka mulai makan malam. Clara hmm.. makanan disini enak ya.. Dave ya.. se enak pemandangan malam ini.. Clara hah? Dave heheh.. maksudku suasana disini juga enak kan? Clara ooh.. ya.. ya.. heheh.. Clara Dave.. apa kamu bisa bawa motor? Dave hmm.. motor..? oh tidak.. aku ngak bisa.. Clara kamu serius? ngak bisa? Dave ya.. sangat.. kenapa? Clara kayaknya itu disewakan loh motor motornya.. sambil menunjuk motor motor yang terparkir di sebelah restoran, dan sejak tadi Clara memperhatikan motornya di pake untuk keliling keliling area restoran itu di pinggir pantai. Dave iya.. itu memang disewakan untuk pengunjung sini. Clara kita coba yuk.. Dave astaga La.. aku ngak bisa bawa motor loh.. trus gimana caranya? Clara tersenyum Clara aku yang bawa.. kamu yang bebonceng.. Dave haah? emang kamu bisa La? Clara iyalah.. Dave tapi aku malu lah.. masa sih cewek yang bonceng cowok.. Clara hahah.. ngak apa apalah.. Dave yaah.. ngak romantis dong.. hehee Clara hahah.. romantis kok.. Dave tapi serius loh La, aku belum pernah naik motor seumur hidupku.. Clara wah.. bagus dong.. Dave bagus apanya hah? Clara bagus dong, aku orang pertama yang ngajakin kamu naik motor, waah.. beruntungnya aku.. hehehe... Dave hahaha.. kamu beruntung.. aku yang ketakutan La.. Clara aduuh.. masa cowok macho kayak kamu penakut sih..? ngak cocok tau ngak.. hahah.. Dave emang aku cowok macho ya.. heheh Clara ngak nyadar ya? hahaha.. Dave jadi kamu suka ngak sama aku..? Clara eh.. eh.. pertanyaan apa ini? mancing ya? hahaha.. Dave yaah La.. serius loh aku nanya nya.. kalo aku sih sejak pertama ketemu kamu langsung suka sama kamu, dan langsung jatuh cinta lagi.. Clara hahah.. udah ah.. mulai deh ngegombal.. Dave aku ngak ngegombal loh La.. aku beneran suka sama kamu, aku benaran jatuh cinta sama kamu.. apa kamu merasakan hal yang sama seperti aku? Dave memegang kedua tangan Clara, Clara yang awalnya bercanda mulai terlihat serius. Clara menatap mata Dave, begitupun Dave. Clara melihat ketulusan dimatanya Dave. Dave La.. aku suka sama kamu.. aku cinta sama kamu.. Clara trima kasih Dave.. aku juga suka sama kamu.. tapi kalau cinta.. entahlah.. aku belum tau.. rasannya aku sudah lupa gimana rasanya jatuh cinta.. Dave apa kamu serius dengan katamu kalau kamu suka sama aku? Clara ya.. aku juga suka kamu. kamu sangat baik dan perhatian padaku dan keluargaku. trima kasih Dave untuk semuanya. selama beberapa hari ini kamu sangat baik padaku. Dave my sweety... Clara heheh.. kenapa dengan panggilanmu ini heh? Dave oh ayolah.. biarkan aku memanggilmu dengan sebutan sweety.. setidaknya sekarang aku menjadi pacarmu, bisa begitu kan? heheh.. Clara hahah.. entahlah.. pacar? kenapa rasanya aku jadi ABG ya? hahah Dave ayo kita pacaran. aku juga ingin merasakan gimana rasanya pacaran, heheh.. Clara hahaha.. Dave yang penting kamu suka sama aku, soal jatuh cinta, aku yakin dengan sendirinya kamu akan merasakannya, karna jujur aku tak bisa menahan lagi perasaanku ini padamu.. aku ingin slalu bersamamu La.. Clara setelah malam ini, kita akan berjauhan Dave.. Dave yaah.. aku tau.. tapi kita bisa saling video call kan? bisa saling tanya kabar masing masing.. aku akan menunggumu sampai kamu siap.. aku sudah pernah bilang kan? Clara ya.. Dave ayo kita jalani saja. aku ikut maunya kamu La. Asalkan jangan minta aku melupakanmu.. Clara ya baiklah.. trima kasih atas pengertianmu Dave. Dave sama sama sweety.. Dave mencium kedua tangan Clara yang di genggamnya sejak tadi. Clara sangat senang. Clara lalu mengajak Dave menyewa motor. Clara memilih motor matic. Dave sebenarnya takut, tapi karna diyakinkan Clara bahwa aman saja menaiki motor, akhirnya Dave setuju. Clara tak berhenti tertawa karna sejak akan menaiki motor, tangan Dave berubah menjadi dingin. Clara lalu menggenggam kedua tangan Dave dan berusaha menenangkannya. Clara lalu naik dimotor duluan, lalu menyuruh Dave naik di belakangnya. Setelah Dave duduk, Clara lalu menarik kedua tangannya Dave dan ditaruhnya sampai memeluk perut Clara. Kepala Dave sudah ada di samping kepala Clara, dan Dave terkejut dengan yang dilakukan Clara. Tapi Clara hanya tertawa dan berkata pada Dave. Clara bukankah ini romantis? hahaha.. apa kamu tidak mau? Dave yang awalnya ketakutan lalu tersenyum melihat wajah Clara dari samping, Clara mengedipkan matanya pada Dave sambil tersenyum. Clara lalu menghidupkan motornya dan mulai berjalan pelan. Dave yang merasakan motor mulai berjalan, tiba tiba menutup matanya dan pelukannya makin kuat. Setelah beberapa menit motor berjalan, Clara menepuk tangan Dave yang memeluknya. Clara hei... sudah aman.. ayo buka matamu.. dan pelankan pelukanmu.. perutku mulai sakit Dave.. Dave yang mendengar itu langsung membuka matanya dan melonggarkan pelukannya. Dave melihat sekeliling dan dia mulai merasa nyaman dengan posisinya. Clara tertawa melihat wajah Dave dari samping.. Clara gimana perasaanmu? Dave yaa.. mulai tenang..heheh.. ternyata ngak se menakutkan seperti yang aku bayangkan.. heheh.. Clara hmm.. Dave apalagi bisa meluk kamu begini.. Clara hmm.. romantis kan? hahah... Dave banget La.. hehehe.. Dave lalu mencium pipi Clara. Clara kaget tapi karna kelucuan Dave, Clara sampe tak bisa marah, malah makin tertawa. Clara kesempatan dalam kesempitan ya... Dave heheh.. jangan marah ya.. heheh.. Dave meminta untuk berhenti sebentar. Ternyata Dave ingin berfoto dengan Clara. Clara masih duduk di motor, lalu Dave mendekatinya dan akan berfoto. tiba tiba Dave mencium lagi pipi Clara dalam keadaan di foto. Clara terkejut tapi hanya menatap kesal pada Dave. Dave lalu mendekati Clara lalu meminta maaf. Tapi Clara pura pura makin kesal karna Dave malah mengajak Clara bercanda. Akhirnya Dave yang melihat Clara makin kesal, datang dan langsung memeluk Clara dari arah depan. Dave maafin aku ya.. aku terlalu bahagia malam ini sampai becandaanku kelewatan.. pliiiss.. maafin aku ya my sweety... pliiiss.. pliiisss.. Clara hanya diam. Dave mengira Clara benar benar marah. Dave melepaskan pelukannya dari Clara lalu menatap wajah Clara. Clara masih diam dan menatap Dave kesal. Tiba tiba airmata Dave jatuh dan mengagetkan Clara. Clara ohmygod Dave.. (sambil menghapus airmata Dave) kamu kenapa sih? (Clara masih berusaha menahan tawanya) Dave aku takut kamu marah sama aku La.. (airmatanya masih jatuh) Clara tak bisa lagi menahan tawanya. lalu Clara tertawa sambil menghapus airmata Dave. Clara Dave.. kamu kok cengeng banget sih.. Dave kamu kenapa tertawa heh? tega kamu La.. Clara Yaa ampun Dave.. aku ngak marah kok sama kamu.. iih.. kayak anak kecil deh.. cengeng.. hahaha.. Dave biarin.. jadi cengwng gini juga karna kamu, dan cuma sama kamu.. Dave lalu merubuhkan kepalanya di pundak Clara. Clara tak tega melihat Dave lalu mulai menghiburnya. Clara ih.. kamu ternyata anak manja ya.. hmm.. hmm.. Dave La.. pliiss jangan marah ya.. aku ngak bisa apa apa kalau kamu marah sama aku.. Clara emang aku bilang kalau aku marah sama kamu heh? Dave kamu ngak bilang sih, tapi tatapan kamu tadi itu loh.. Clara Hahaha.. Dave Dave.. becanda aja kok.. kamu terlalu deh.. Dave tapi... Clara lalu mencium pipi Dave. Dave terkejut tapi juga sangat senang. Clara kamu pikir aku marah hanya karna kamu mencium pipiku tadi kan? heheh... Dave my sweety... Clara menatap Dave dan Dave pun menatapnya. Clara tersenyum pada Dave dan senyuman Clara sangat membuat hati Dave bahagia. Dave lalu melihat ke arah bibir Clara. Dave rasanya tak bisa menahan diri untuk bisa mencium bibir Clara. Dave La.. apa aku bisa menciummu..? Clara tak menjawabnya, tapi Clara lalu menutup matanya. Dave merasa Clara mengiyakannya. Dave lalu memiringkan kepalanya lalu mencium bibir Clara. Dave mencium setiap inci bibir Clara sampai tidak ada yang dilewatkannya. Hanya ciuman biasa, tapi terasa luar biasa bagi Dave dan Clara. Clara lalu membuka matanya dan melihat wajah Dave, Clara melihat Dave sangat bahagia. Clara Dave, kenapa kamu mencintaiku? Dave entahlah.. karna saat dekat denganmu hatiku terasa hangat.. Clara kamu bilang langsung jatuh cinta padaku sejak pandangan pertama.. apa yang membuatmu merasa begitu? padahal pertemuan kita waktu itu mungkin hanya 2 atau 3 menit.. Dave sejak kamu tersenyum padaku dan mendengar suaramu.. Clara hanya itu? mana mungkin? Dave entahlah.. tapi itulah yang kurasakan.. Clara bukan karna aku cantik atau seksi? hahah Clara merasa geli sendiri saat mengatakan dirinya sendiri cantik atau seksi, padahal baginya itu bukanlah dirinya. Dave yaah.. setelah makin diperhatikan kamu memang cantik dan seksi.. hehehe.. Clara hahah... apakah dimatamu aku seksi? Dave ya.. tentu saja.. malah sangat seksi.. ya ampun swetty.. jangan memancingku dengan pertanyaan seksi.. nanti ada iblis yang akan mendatangiku.. hahaha.. Clara hahah.. tapi bukankah para lelaki sukanya wanita yang benar benar seksi dan mungkin menggoda gitu... Dave setiap lelaki berbeda La.. seleranya juga berbeda, dan versi melihat seksinya wanita itu berbeda juga. Jadi jangan samakan semua lelaki.. okhey.. Clara Dan kamu versi yang gimana? Dave aku... aku versi lelaki yang jika sudah merasa nyaman dengan wanita, pasti wanita itu adalah versi seksinya aku.. Clara ooowh... Dave okey.. sekarang giliran kamu.. kalo kamu suka tipe lelaki seperti apa? Clara aku.. aku bukan pemilih dan tidak suka memilih lelaki. siapa aja yang datang padaku, selama hatinya baik dan mencintai keluargaku juga, aku pasti suka. Dave dan apa menurut kamu aku tipe lelaki itu? Clara heheh.. ya.. kamu ingin aku jujur? Dave ya.. tentu saja.. Clara kamu sudah mencuri hatiku sejak pertemuan kedua kita.. Dave hah? kamu serius? Clara ya.. entah apa yang kamu dan putriku bicarakan malam itu, tapi aku sangat suka melihat putriku dekat denganmu dan caramu memperlakukannya sangat menyentuh hatiku. Dave kamu mau tau apa yang putrimu katakan padaku? Clara ya.. Dave dia bertanya apakah aku sudah punya pacar atau belum. dan saat aku menjawab belum, dia menanyakan apakah aku mau menikah dengan mamanya.. Clara hah? kamu serius? Dave ya.. kamu bisa menanyakan itu pada Carlo dan mamamu. karna mereka juga mendengarnya. Clara astaga.. putriku itu kenapa jadi mak comlang sih? hahah.. Dave Sweety, kamu tau kan aku sudah mendapat restu dari putra putrimu, dari adikmu, dan dari orang tuamu. Aku harap hubungan kita berjalan baik sampai kamu mau menerimaku menjadi suamimu. Clara yah.. biarkan waktu yang menjawab. aku hanya ingin memantapkan hatiku saja. Dave ya.. aku akan menunggumu. Clara hmm.. trima kasih Dave. Dave apa aku boleh menciummu lagi? Clara yaa.. Dave tersenyum bahagia. Dave lalu memiringkan kepalanya dan mencium bibir Clara. Clara menutup matanya dan menikmati ciuman lembut Dave. Clara merasa lidah Dave mulai menyentuh bibirnya, Clara lalu membuka mulutnya dan Dave memasukkan lidahnya didalam mulut Clara. Ciuman mereka mulai berhasrat. tangan satu Dave memegang pinggang belakang Clara, dan tangan satunya memegang kepala bagian belakang Clara. sedangkan kedua tangan Clara ada di depan d**a Dave. Ciuman mereka makin panas dan makin panas. mereka sangat menikmati ciuman mereka itu. sampai setelah mereka merasa mulai kehabisan napas, mereka menghentikan ciuman itu. Clara merasa ada banyak air liur di bawah bibirnya, tangan Clara akan mengelap bibirnya, tapi tangan Dave lebih dulu sampai di bibir Clara, dan menghapus bekas air liur yang ada di sana. Clara tersenyum dan mulai merasa malu melihat wajah Dave, jantung Clara berdebar kencang, begitu juga Dave. Dave lalu memegang dagu Clara dan membuat Clara menatap mata Dave. Dave i love you lalu mengecup bibir lalu dahi Clara. Clara mulai gugup dan langsung mengajak Dave untuk pulang. Lalu mereka naik motor lagi dan menuju restoran tadi. Setelah mengembalikan motor yang disewa tadi, mereka menuju mobil Dave dan bersiap untuk mengantar Clara kembali ke hotel. Sepanjang perjalanan, di dalam mobil, Dave menggenggam tangan Clara, rasanya Dave tak ingin melepaskan tangannya dari tangan Clara. Sampai dihotel pun, Dave masih menggenggam tangan Clara sampai di depan lift, Dave masih tak ingin melepaskan tangan Clara. Clara Dave.. udah.. aku mau masuk nih.. Dave ya udah.. aku antar sampai depan kamar ya.. Clara hahaa.. okhey.. Di dalam lift, Clara menekan tombol 14. ya kamar Clara ada di lantai 14. Dave memeluk Clara dan mencium bibir Clara dengan lembut. dan tangannya masih menggenggam tangan Clara. untungnya sampai di lantai 14, tidak ada gangguan apapun di lift, jadi Dave dengan bebas mencium Clara. Clara hanya terus tertawa melihat Dave. Dave sudah seperti anak manja yang tidak mau lepas dari ibunya. Setelah sampai di depan kamar Clara, Dave baru melepaskan genggamannya. Dan saat Dave akan mencium bibir Clara lagi, tiba tiba pintu kamar sebelah terbuka, dan ternyata itu adalah mama dan Carlo. Dave langsung menjadi salah tingkah lalu berpamitan pulang. Clara lalu menyuruh mama dan Carlo masuk. setelah mereka masuk, Clara lalu menarik Dave sampai wajah Dave menjadi dekat dengan wajah Clara, lalu Clara yang duluan mencium bibir Dave. Dave sangat bahagi dan tersenyum pada Clara. Dave besok aku ikut ke bandara ya nganterin kamu.. Clara oke.. Dave ya udah.. aku pulang ya.. Clara hmm.. good night Dave good night sweety... Clara lalu masuk ke kamarnya. Dave lalu berjalan menuju lift dan pulang ke rumahnya. Sampai dirumahnya, Dave masih tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Papa dan mamanya yang melihatnya juga ikut bahagia. Dihotel, Clara yang sudah dikamarnya juga masih senyum senyum sendiri. Dia sangat bahagia malam ini. tiba tiba Clara dikejutkan dengan kedatangan keluarganya. Carlo langsung menggodanya. Carlo ciye.. ciye.. yang lagi senyam senyum sendiri.. pasti lagi jatuh cinta ya... Clara jatuh cinta? hahah.. ngaklah... hahaa... Carlo ah masa sih? trus senyam senyum itu maksudnyabapa hah? Clara hanya tersenyum lagi dan tak menjawab pertanyaan Carlo Carlo wah.. wah.. kayaknya ponakan ponakan uncle ini bakal punya ayah secepatnya nih.. Mutiara yeeeeeee... i like.. i like... Papa dan mama Clara ikut tertawa bahagia melihat anak dan cucunya itu. Pagi telah tiba. waktunya keluarga Clara ke bandara. mereka akan kembali ke kota mereka. jam penerbangan mereka adalah jam 09.15 tapi jam 8 mereka akan berangkat dari hotel ke bandara. mereka memilih menunggu di bandara sampai waktunya pesawat berangkat. Saat sudah di lobi, papa Ronald sedang mengurus cek out mereka di hotel, Dave sampai. Padahal sudah ada mobil dari hotel yang akan mengantar mereka sampai di bandara, tapi Dave ingin Clara dan anak anaknya naik di mobilnya saja. Akhirnya terjadilah seperti keinginan Dave. Saat di mobil, Mutiara om ganteng, ini Muti ada hadiah buat om.. Dave oyah? apa itu? Mutiara lalu mengambil gelang yang ada di kotak, lalu memberikannya pada Dave. Dave lalu menerimanya dan bertrima kasih pada Muti. Dave melihat gelang itu ada huruf huruf, setelah dibacanya ternyata bertuliskan ayah. Clara terkejut melihat gelang itu, karna gelang itu sama dengan gelang yang di pakainya dan anak anaknya. Mutiara mama.. pakaikan dong.. kan om ganteng lagi nyetir.. Dave lalu memberikan gelang itu pada Clara, lalu Clara memakaikannya. Dave melihat ada gelang seperti yang dipakainya di tangan Clara. Dave couple ya.. Clara heheh.. iya.. Dave jadi skarang ngak panggil om ganteng lagi kan.. Mutiara hehhe.. iya dong.. mulai skarang manggilnya ayah.. iya kan kak.. Alfa hmm.. (Alfa menganggukkan kepalanya lalu tersenyum) Dave asiik.. senangnya skarang aku punya putra dan putri.. heheh.. ya kan La.. Clara tersenyum melihat anak anaknya tersenyum, ditambah Dave yang tersenyum bahagia bersama mereka. Clara sangat bersyukur dengan pemandangannya hari ini. Dalam hati kecil Clara "kemesraan ini janganlah cepat berlalu". Tanpa terasa airmata bahagia Clara menetes. Clara langsung memalingkan wajahnya ke arah jendela, dan diam diam menghapus airmatanya. Padahal Dave melihat itu, tapi Dave tidak ingin merusak suasana mereka itu. Mutiara dan Dave tak berhenti ngobrol, sudah seperti ayah dan anak sendiri. Alfa juga kadang masuk dalam obrolan mereka. Mereka tak berhenti tertawa bahagia. Dan sesampainya di bandara, saat akan keluar dari mobil, Alfa memberikan kado untuk Dave. Dave kaget karna tiba tiba Alfa memberikannya kejutan. Kata Alfa, nanti aja bukanya di rumah, ngak usah disini, dan Dave pun mengiyakannya. Lalu mereka menuju ruang cek in. Mereka lalu berpamitan pada Dave. Dave lalu memeluk dan mencium Mutiara dan Alfa. Clara juga berpelukan dengan Dave, lalu Dave mencium dahi Clara. Clara lalu mencium kedua pipi Dave dan berpamitan. Setelah itu, mereka masuk dan siap menunggu jam penerbangan. Setelah dari Bandara, Dave tidak pulangbke rumahnya, tapi pergi ke restorannya Milo, karna Milo ada disana. Dave tidak sabar ingin menceritakan kisahnya dengan Clara pada Milo, dan pastinya istri Milo juga pasti akan senang mendengarnya. Dipesawat, Clara duduk bersama Alfa dan Mutiara. dan di kursi sebelah ada papa mama dan Carlo. mereka naik kelas bisnis. Clara tak sabar ingin sampai di kota mereka. karna ada banyak kesibukan yang menantinya disana. Penerbangan mereka adalah 2 jam. dan jarak dari bandara ke kota mereka adalah saru jam. Kota Z, itulah kota Clara dan keluarganya. Dan di bandara kota Z, opa oma Alfa dan mutiara sudah menunggu kepulangan mereka. Sesampainya keluarga Clara di bandara, merwka menuju tempat pengambilan barang bagasi, lalu berjalan menuju ruang tunggu. Alfa dan Mutiara langsung di peluk opa omanya, lalu Clara juga. lalu mereka semua bersiap pulang ke rumah papa Ronald. Diperjalanan, Clara merasa aďa yang disembunyikan papa Heru dan mama Dewi. Dan sampai dirumah, saat mereka sedang duduk, dan tinggal Clara, mama Dewi dan papa Heru yang duduk disitu, Clara mulai bertanya. Clara ma pa ada apa sih? kayak lagi ada masalah? mama Dewi eh. ngak ada kok.. Clara paa... Papa Heru melihat wajah mama Dewi, tapi mama Dewi memalingkan wajahnya. Clara maa... mama Dewi nak.. sebenarnya... ini masalah Rehan dan Pingkan.. Clara ooh.. ngak ada sangkut pautnya sama Alfa dan Mutiara kan ma, pa.. papa Heru ooh ngak kok nak.. ngak ada sama skali.. ini cuma masalah kami dengan mereka.. Clara ooh.. ya udah.. kalau gitu aku buatkan kopi dulu ya.. papa heru oh iya iya.. Clara lalu menuju dapur dan membuat kopi. Di dapur Clara masih memikirkan papa Heru dan mama Dewi, sebenarnya Clara sangat sayang pada mantan mertuanya itu, tapi dia tidak ingin tau tentang mantan suaminya itu. Tapi melihat kegelisahan mantan mertuanya itu, Clara sangat sedih dan tak tega. Clara memikirkan apa yang bisa dia bantu untuk mereka. Saat dia masih melamun, hpnya berbunyi tanda notifikasi. Dilihatnya itu dari Dave. Clara tersenyum dan membuka pesannya. Dave : selamat siang my sweety. gimana perjalannya? Clara lalu membalasnya. Clara : selamat siang juga tuan Dave. perjalanannya lancar jaya tuan.. heheh.. Dave : kok tuan sih.. ngak ada panggilan lain ya buat aku? Clara : heheh.. maunya apa heh? Dave : apa ya... Clara : Dave, nanti sambung lagi ya, ini aku masih ada tamu di rumah, nih lagi buatin kopi.. Dave : oh ok my sweety.. Clara lalu menuju ruang tamu dan membawa kopi untuk mama Dewi dan papa Heru. Disitu sudah ada papa Ronald dan mama Eva. mereka sedang ngobrol. lalu Mutiara dan Alfa juga datang bergabung. Ternyata sejak tadi mama Eva menanyakan kabar Pingkan dan Rehan. Dan menurut mama Dewi, Pingkan memang punya bayi skarang, dan itu adalah anaknya Rehan. Pingkan menyembunyikan kehamilannya sampai 5 bulan dari Rehan, dan sejak Rehan mengetahui Pingkan hamil, Rehan meninggalkan Pingkan. Tapi Pingkan tidak menyerah. walaupun dia hamil, dimanapun Rehan pergi, pasti Pingkan menemukannya dan menyusulnya ke sana. Sampai Pingkan melahirkan, Pingkan mengancam Rehan jika dia tidak bersamanya, Pingkan akan membunuh bayinya dan akan membuat Rehan bangkrut. Jadi sampai skarang Rehan masih bersama Pingkan. Tapi kalau Rehan berangkat ke luar kota, Pingkan pasti ikut dan meninggalkan bayinya dirumah mama Dewi, atau di rumah tante Ayu. Yang membuat mama Dewi sakit hati adalah Pingkan slalu bersikap kasar pada mereka. Dia tak menganggap mereka orang tua Rehan. Bahkan Rehan tak bisa berbuat apa apa pada Pingkan, Rehan membiarkan semua terjadi sesuai keinginan Pingkan. Clara yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas panjang. Dia tak bisa membantu apapun. dia hanya bisa berdoa agar Tuhan mempermudah jalan mereka dan bisa menyelesaikan masalah mereka dengan baik.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN