Kunjungan Dave

4799 Kata
Clara melanjutkan kehidupannya seperti biasanya. Yang berbeda skarang, Clara mengisi waktu luangnya dengan ke salon dan gym. Clara mulai membiasakan merawat dirinya, bukan ingin cantik tapi untuk memanjakan dirinya sendiri, dan memberikan waktu untuk dirinya sendiri. Karna selama hidupnya, dia hanya memikirkan kebahagiaan anak anaknya dan bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan anak anaknya. Padahal, tanpa bekerja pun Clara bisa mendapatkan semua fasilitas dan kemewahan dari papa dan mamanya. Karna papanya sekarang adalah orang yang sukses, ditambah mamanya juga punya usaha butik sendiri, jadi juga punya penghasilan sendiri. mamanya sangat menyanyangi Clara, Carlo, Alfa dan Mutiara. Tapi Clara memilih bekerja agar dia tidak merepotkan orang tuanya. Baginya, dengan membantu menjaga dan merawat anak anaknya, itu sudah lebih dari cukup. Enam bulan setelah kembali dari Bali, hubungan Clara dan Dave makin lancar. Walaupun mereka belum pernah bertemu lagi, tapi komunikasi mereka tetap terjalin. Bunga bunga cinta juga mulai tumbuh dihati Clara. Ya Clara mulai merasa jatuh cinta. Awalnya hanya rasa suka, namun sekarang, dengan perjuangan Dave yang tak pernah melewatkan seharipun berkomunikasi dengan Clara, membuat hari hari Clara kurang lengkap tanpa pesan, telpon atau vc dari Dave. Dan besok adalah ulang tahun pernikahan papa Ronald dan mama Eva. Ulang tahun pernikahan yang ke 38. Tidak ada rencana membuat pesta apapun, tapi tiba tiba papa Ronald menerima telpon dari om Suryo dan mengatakan bahwa om Suryo dan istrinya akan ke kota Z besok, dan ingin bertemu keluarga papa Ronald. Akhirnya papa Ronald memutuskan untuk memberitahu Clara agar mereka bisa makan malam bersama di restoran Clara yang ada di kota itu. Clara pun dengan cepat mengadakan meeting dadakan di restorannya itu, dan ingin memberikan kejutan kecil kecilan untuk papa mamanya. Padahal rencananya hanya makan malam biasa, tapi karna Clara tau besok itu ulang tahun perkawinan orang tuanya, jadi Clara ingin memberi kejutan. Selesai meeting dadakan itu, Clara menghubungi Dave dan bertanya apakah Dave juga akan datang besok, tapi Dave menjawab kalau dia tidak tau rencana orangtuanya itu untuk ke kotanya Clara, dan juga orang tuanya tidak mengatakan apa apa padanya. Sedangkan Dave besok harus ada meeting yang tak bisa dia batalkan. Dan selesai Clara berbicara dengan Dave ditelpon, hp Clara berdering lagi. Dan ternyata itu dari Carlo. Carlo mengatakan bahwa besok dia akan hadir bersama dengan pacarnya Siska, dan dia ingin menyampaikan bahwa dia dan Siska akan segera menikah. Clara yang mendengar itu langsung terharu bahagia, dia berpikir, akhirnya adiknya itu akan segera menikah. Clara tak sabar menunggu hari esok tiba. Pagi telah tiba. Clara mulai disibukkan lagi dengan pekerjaannya. Tapi hari ini ada begitu banyak agenda yang harus diselesaikannya. Dari mengurus anak anaknya dulu, kalau ada Clara, anak anak ngak akan sarapan kalau bukan masakan Clara. Dan itu sudah menjadi kebiasaan mereka. Karna selama 2 minggu ini, sekolah liburan semester, jadi Alfa dan Mutiara hanya menghabiskan waktu di rumah pagi ini. Selesai sarapan, Clara pamit pada anak anaknya dan mamanya. Mamanya hanya ke butik kalau seperlunya saja, tidak harus setiap hari. Papanya juga sudah siap untuk kerja. Clara pergi hanya dengan menggunakan motor, karna restorannya tidak terlalu jauh dari rumahnya, hanya sekitar kurang lebih 15 menit. Motor tipe Honda CRF 150 L menjadi pilihan Clara. Clara juga adalah tipe wanita petualang. Dia sangat suka mengikuti event event adventure yang menggunakan motor. Clara memiliki team motor adventure. Mereka terdiri dari 20 anggota, dan hanya 2 wanita, salah satunya adalah Clara. Tapi setiap ada event, pasti anggotanya yang sudah menikah akan membawa pasangan mereka masing masing. Hanya Clara dan Carlo yang single. Ya Carlo juga memiliki hobi adventure seperti Clara. Clara sangat suka tempat tempat yang menantang, apalagi saat cuaca hujan yang tempatnya pasti akan sangat licin, menjadi kesukaannya Clara, karna menurutnya pasti akan sangat menantang andrenalinnya. Diperjalanan menuju restorannya, Clara menghentikan motornya karna lampu merah. Clara menggunakan helm yang tertutup, jadi orang tak dapat mengenalinya. Pas di samping motornya, ada mobil juga yang berhenti. Tak sengaja Clara seperti mendengar orang yang sedang beradu mulut di dalam mobil di sebelahnya itu. Clara ingin mengacuhkannya, tapi makin lama dia mendengar seperti mengenal suara suara itu. Clara lalu melihat ke arah mobil itu dan dilihatnya ternyata Rehan dan Pingkan. Clara terkejut melihat mereka lalu langsung memalingkan wajahnya ke depan dan bertingkah seolah olah dia tidak melihatnya. Rehan dan Pingkan pun tidak menyadari kalau orang orang di sekitar mereka mulai memperhatikan mereka. Clara dan orang orang yang berada di dekat mobil mereka dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka ributkan. Pingkan mencaci maki Rehan karna Rehan kedapatan sedang bersama seorang wanita di hotel, dan Pingkan sendiri yang melihatnya. Sampai pertengkaran itu terjadi hingga di dalam mobil dan mungkin juga akan berlanjut sampai di rumah mereka. Pingkan sampai menangis dan memukul mukul Rehan, sampai akhirnya Rehan juga menampar Pingkan. Dan itu semua disaksikan oleh orang orang yang ada di situ. Clara hanya bisa menghela nafas panjang dan menghembuskannya, karna melihat pertengkaran mereka itu. Dan setelah lampu hijau menyala, Clara langsung buru buru menjalankan motornya agar dia tak melihat lagi pertengkaran itu. Sesampainya di restorannya, Clara langsung menuju ruang kerjanya. Mengecek semua laporan dan persiapan untuk acara kejutan nanti malam. Selesai itu, Clara menuju dapur restorannya dan bersiap membuat cake untuk acara nanti malam. Clara ingin membuat cake sendiri untuk papa mamanya dan juga untuk Carlo dan Siska. Clara lalu menghias cake nya sesuai tema malam ini, yaitu ulang tahun pernikahan mama papanya yang ke 38, dan cake love untuk Carlo dan Siska. Clara juga membuat cup cake untuk mereka makan sebentar karna akan ada om Suryo dan tante Melly. Hari sudah siang, dan Clara ingin pulang ke rumah untuk makan siang bersama anak anaknya. Tapi saat Clara akan menghidupkan motornya, tiba tiba mamanya dan anak anaknya sampai disitu. Clara terkejut melihat kedatangan mereka, karna mamanya tidak memberitahunya untuk datang ke situ. Lalu mereka semua masuk ke dalam restoran dan Mutiara memilih untuk makan di ruang kerjanya Clara, karna dia ingin menonton TV sambil makan. Mereka lalu memesan makanan, lalu mereka pun ke lantai 2 dan menuju ruang kerjanya Clara. Dari ruang kerjanya Clara, ada jendela yang dapat melihat jalan raya dan bisa melihat mobil mobil tamu restoran yang diparkir di situ. Mereka juga bisa melihat siapa saja yang datang dan masuk ke restoran itu. Ruang kerja Clara cukup besar, karna ada toilet, ada kamar, ada kursi sofa untuk tamu, dan ada juga kursi dan meja tempat makan, dan juga ada kursi dan meja tempat kerja Clara. Alfa duduk di samping jendela dan melihat ke arah luar jendela. Sambil memotret keadaan sekitar, Alfa juga kadang memotret mamanya, bahkan sering merekam mamanya dengan durasi hanya 5 atau 10 detik. Alfa sangat suka mengedit edit foto dan video, lalu di upload nya di IG dan youtube. Alfa di umurnya yang sekarang sudah menjadi youtuber. Clara tidak melarangnya, Clara hanya mengingatkannya agar jangan mudah terpancing dengan komen komen yang negatif apalagi bullyan, Karna pasti tak semua netisen akan suka dengan hasil kita. Akhirnya mereka mulai makan siang. Dan sementara mereka lagi asik makan, tiba tiba terdengar keributan di lantai 1. Clara tidak langsung pergi melihatnya, Clara lalu mengecek cctv, dan dilihatnya para pelayan sedang berusaha menenangkan keributan itu, satpam juga sudah ada disitu. Clara lalu memperhatikan ketiga orang itu yang lagi ribut. Dan ternyata itu adalah Pingkan, Rehan dan seorang wanita yang tak dikenalnya. Mama Eva, Alfa dan Mutiara yang ikut melihat di layar cctv itu lalu saling memandang heran, lalu Mutiara yang berkomentar duluan. Mutiara bukankah itu papa dan tante.... ? Alfa ya.. itu mereka. sudahlah.. biarkan satpam yang mengurus mereka. Mama Eva La, apa mereka tau kalau tempat ini milik kamu? Clara entahlah.. Mama dan Clara saling memandang. mama sangat khawatir kalau Rehan sampai tau Clara punya beberapa restoran dan tempat bisnis lainnya, karna mama tau Rehan pasti akan mengganggu Clara lagi. Setelah Clara melihat keadaan sudah tenang, Clara lalu memanggil manager restorannya itu dan menanyakan masalah tadi. Dan menurut cerita manager itu, saat Rehan dan Pingkan sedang makan, tiba tiba seorang wanita datang dan meminta pertanggung jawaban dari Rehan, karna katanya wanita itu sedang hamil. Lalu Pingkan langsung menampar wanita itu dan pertengkaran pun terjadi. Bahkan nyaris pisau buah hampir ditusukkan Pingkan pada wanita itu saking marahnya. Tapi untungnya Rehan menahan Pingkan dan satpam langsung menyuruh membawanya pergi. manager tapi bu.. Clara ya.. ada apa.. manager mereka belum sempat membayar makanan mereka bu.. Clara sudahlah.. ngak apa apa.. manager baik bu.. saya permisi.. Clara iya.. makasih ya.. Manager iya.. sama sama bu.. permisi.. Seperginya manager itu, Alfa yang mendengar itu langsung berkomentar Alfa ternyata ngak berubah juga ya.. malah makin menjadi... Clara udah.. kita ngak usah berkomentar.. mama Eva iya.. mending kita diam aja.. ohya.. ayo kita mall, ada yang ingin oma beli.. La.. kamu ikut? Clara ya.. gimana ya ma.. nanti jam 3 Lala ada janji sama team adventure ma.. janjinya mau ngumpul di cafe Lala.. mama Eva oh ya udah kalo gitu.. mama berangkat ya.. Alfa oma.. bisa ngak Alfa disini aja sama mama? Mutiara kakak.. Muti juga ah.. oma.. Muti juga disini aja ya.. mama Eva yaah.. kok gitu sih.. masa oma sendirian ke mall nya? Clara hahah.. mama.. emang mama takut ya nanti nyasar ke mall kalo sendiri? heheheh Alfa dan Mutiara tertawa mendengarnya. mama Eva menjadi kesal karna anak cucu cucunya hanya menertawakannya. mama Eva heh.. kalo tau begini, mending tadi oma ngak ngajak kalian berdua datang kesini.. heh.. kesel deh oma.. Mutiara oma Muti yang cantik.. jangan malah malah dong.. nanti mukanya makin keliputan loh.. hahah... mama Eva ah.. kamu... mereka pun tertawa bersama. Akhirnya mama Eva pergi ke mall sendirian. Alfa dan Mutiara akan ikut Clara ke cafenya. Tapi karna Clara hanya membawa motor, Clara meminta Carlo menjemput Mutiara dan Alfa, karna Carlo membawa mobil, dan carlo juga adalah anggota team, jadi Carlo akan ikut dalam pertemuan team adventure itu. Akhirnya Carlo tiba di restorannya Clara, di dalam mobil juga ternyata ada Siska. Clara lalu memeluk Siska, karna setelah Clara kembali dari Bali, ini kali pertamanya juga bertemu lagi dengan Siska. Clara sangat merindukan calon adik iparnya itu. Lalu mereka pun berangkat ke cafenya Lala. Clara menggunakan motornya, dan Carlo menggunakan mobilnya. Sesampainya di cafe Lala, Lala lalu mengatur tempat untuk pertemuan mereka nanti. mengatur meja meja dan kursi kursi, menyatukan meja meja kecil menjadi meja panjang, dibuat untuk kurang lebih 50 orang. Selesai mengatur itu, Clara menuju ruang kerjanya. Alfa dan Mutiara memilih duduk duduk di depan mini bar, menikmati kue kesukaan mereka di cafe itu, sedangkan Carlo dan Siska memilih ikut Clara ke ruang kerja Clara. Clara lalu mengecek laporan cafenya itu. dan selesai memeriksa, Clara lalu ngobrol dengan Carlo dan Siska. Sementara mengobrol, hp Clara berbunyi. Ternyata panggilan video call dari Dave. Clara lalu menerimanya. Dave hai my sweety.. Clara hai juga Dave.. Di sebelah sana, Carlo tertawa karna mendengar panggilan sweety Dave pada Clara dan Clara hanya menjawabnya hanya dengan Dave.. Carlo tak bisa menahan tawanya itu.. Dave yaah.. ternyata ada si tukang bully di situ.. Clara hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.. karna dia tak enak menjawab langsung karna ada Siska disitu. Dave awas kamu ya tukang bully... Clara lalu membalikkan kameranya, lalu Dave bisa melihat Carlo yang lagi tertawa, lalu Dave juga melihat ada pacar Carlo disitu, lalu Dave langsung menyapanya. Dave hai Siska.. pa kabar.. Siska baik kak Dave.. Dave hei Car.. stop tertawamu itu.. bikin sakit telinga dengernya.. Carlo hahah.. kasian banget sih kamu.. masak kakakku itu masih memanggilmu dengan sebutan nama sih.. apa ngak ada panggilan sayang sayangnya gitu? heh.. ? hahaha.. Clara udah ah.. sebutan itu ngak penting tau.. yang penting kan hatinya... ya kan Dave.. heheh.. Dave yes... Carlo hahah.. iya deh.. iya.. Dave eh.. tumben kamu jam segini udah disitu Car? Carlo iya.. tadi kedua ponakanku telpon, katanya pingin di antar ke sini, pingin makan kue kesukaan mereka, jadi yaa pas aja, habis jemput my love, langsung jemput kedua bocil langsung ke sini deh.. Dave oh.. jadi anak anakku juga ada disitu ya? mana mereka? Clara mereka ada di depan. lagi makan kue.. diajak kesini belum mau.. heheh.. Dave ooh.. ya udah.. Clara Dave.. kamu udah makan siang? Dave iya sudah. ini juga baru balik dari kantin.. Clara oh baguslah.. Dave La.. Clara yaa.. Dave i miss you Clara mis you too Dave Carlo ehmmm.. ehmmm... Siska yang duduk di samping Carlo lalu memukul pelan lengan Carlo karna Carlo menggoda kakaknya itu. Clara hanya menanggapi senyum dan mengedipkan matanya pada Carlo dan Siska lalu tertawa. Dave kayaknya aku mau nyusul kesana deh.. kangen banget... Clara hehe.. emang ngak sibuk? katanya ada meeting yang ngak bisa dibatalkan? Dave iya sih.. ini juga mau siap siap meeting.. Tiba tiba sekretaris Dave mengetuk pintu dan mengingatkan Dave untuk berangkat skarang buat meeting. Dave lalu pamit pada Clara lalu menutup panggilannya dengan diakhiri satu kecupan jarak jauh. Hal itu membuat hati Dave bahagia. Sekretarisnya yang melihatnya hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Dave dan tersenyum. Sekretaris Dave yaitu Miko, yang adalah sepupunya dan juga kembarannya Milo yang di Bali. Dave dan Miko adalah teman sejak kecil, dan Dave tak mau mencari sekretaris lain apalagi wanita. Dave berjanji pada Miko, setelah Miko menikah, Dave baru akan mencari penggantinya, dan Miko pun setuju setuju saja. Dan di cafe Clara, Carlo tak berhenti menggoda Clara, tapi Clara hanya bisa ikut tertawa karna Clara sudah tau sifat adiknya itu. Lalu Mutiara datang dan memberitahu mama dan uncle nya bahwa teman teman mereka sudah mulai berdatangan. Akhirnya Clara, Carlo dan Siska meninggalkan ruang kerja Clara dan bergabung bersama teman teman mereka ditempat yang sudah di sediakan Clara. Akhirnya satu persatu anggota team adventure Clara mulai berdatangan. Lalu obrolan mereka pun mulai ramai. Sebagian teman mereka mulai memuji kecantikan Clara, karna memang sejak Clara mulai rajin nge gym dan ke salon, Clara makin cantik dan makin enerjik. Clara hanya bisa membalas pujian mereka dengan candaan dan tawanya yang khas. Bahkan ada temannya yang sangat mengenal Clara dan Rehan sejak menikah, yaitu Donny, mengatakan kalau mantan suaminya Clara pasti akan menyesal melihat Clara yang sekarang. Karna Donny ini sangat mengetahui kelakuan Rehan dan penyebab perceraian Clara dan Rehan. tapi Clara hanya bisa tertawa mendengar itu. Pertemuan team adventure ini membahas tentang event yang akan di adakan 2 bulan depan di kota X. sudah ada anggota yang mensurvei lokasinya, dan lokasi itu sangat menantang. ada hadiah besar untuk perorangan dan juga untuk team. Mereka sangat tau Clara. Clara tidak tertarik dengan hadiahnya, tapi dia hanya tertarik dengan tantangannya dan juga bagaimana caranya agar bisa menembus rintangan dan tiba di garis finish. Akhirnya, setelah obrolan yang panjang, mereka selesai juga. Dan saat team mulai bubar satu per satu, tiba tiba Rehan dan Pingkan datang di cafe itu. Mereka hanya ingin mampir di cafe itu untuk bersantai sejenak. Karna setelah selesai pertengkaran mereka tadi siang, sepertinya mereka telah akur kembali. karna saat mereka masuk ke dalam cafe, Pingkan menggandeng tangan Rehan dan mereka seperti sedang berbahagia. Dan mereka tidak tau kalau cafe itu miliknya Clara. Pingkan hanya melihat cafe itu lagi viral di t****k karna kue dan kopinya, jadi dia mengajak Rehan untuk mencobanya. Saat mereka sedang mengantri untuk memesan, Rehan melihat ada perkumpulan yang sedang ramai. Dan di lihatnya ada beberapa orang yang dikenalnya. Carlo juga ada disitu. Sedangkan Clara, saat Clara melihat Rehan dan Pingkan di pintu masuk tadi, Clara langsung meninggalkan tempat itu dan berjalan menuju ruang kerjanya. Alfa juga yang melihat kedatangan papanya itu langsung mengajak Mutiara pergi dari situ dan menuju ke ruang kerja mamanya. Dan saat Rehan melihat ke arah Carlo, Carlo juga sedang menatapnya. Carlo menatapnya dengan tatapan dingin. Jadi saat pandangan Rehan bertemu dengan tatapan Carlo, dengan cepat Rehan langsung memalingkan wajahnya dan tak melihat lagi ke arah Carlo. Pingkan yang melihat senyum Rehan telah hilang dari wajahnya, lalu melihat sekeliling. Dan dilihatnya Carlo sedang menatap mereka dengan tatapan dingin. Pingkan lalu mengerti kenapa senyum Rehan tadi menghilang. Pingkan pun langsung terdiam dan memilih untuk tidak melihat lagi ke arah Carlo. Pingkan dan Rehan lalu menyelesaikan pesanan mereka, lalu memilih untuk memakannya di luar cafe saja, karna mereka tak mungkin nyaman makan dan minum di cafe itu karna ada Carlo. Sejak Pingkan dan Rehan mengusir Clara dan anak anaknya dari rumahnya, Carlo sempat pergi mencari Rehan dan menghajarnya habis habisan. Pingkan juga hampir di tamparnya waktu itu. Sampai Carlo mengancam mereka agar jangan sampai mengganggu kakak dan keponakan keponakannya itu. Dan kalau sampai mereka mengganggunya, Carlo tak segan segan melakukan hal yang lebih dari itu. Dan tentu saja Clara tidak pernah tau dengan kejadian itu sampai sekarang. Akhirnya malam pun tiba. Keluarga Clara sudah siap berangkat ke restorannya Clara. Clara sudah berangkat duluan, karna katanya ada hal yang akan diurusnya. Direstorannya, Clara sudah selesai membereskan tempat makan malam mereka. Carlo dan Siska juga sudah ada disitu. Lalu keluarga Clara juga tiba. Lalu om Suryo dan tante Melly juga tiba. Clara menyambut tante Melly dan om Suryo dengan pelukan. tante Melly pasti akan langsung cipika cipiki dengan Clara, mama Eva dan Mutiara. Lalu Clara juga memperkenalkan Siska pacar adiknya itu. Om Suryo dan tante Melly yang baru pertama kali ini datang ke restoran Clara ini sangat takjub melihat restoran Clara itu. Om Suryo waw.. sangat bagus.. La.. jadi benar ya kata papa kamu, kamu sendiri yang memilih warna dan penataannya? Clara heheh.. iya om.. Om Suryo waw.. hebat kamu La.. om ngak nyangka loh.. kamu bukan hanya jago mengelola, tapi jago juga dalam mendesainnya ya.. wah.. wah.. hebat.. hebat.. Clara hehee.. makasih pujiannya om.. tante Melly tapi serius La.. kamu sendiri yang menata ini semua? pemilihan warna dan perabotannya? dan semuanya ini??? Clara iya tante.. ini restoran pertamaku. jadi aku mau semuanya aku yang atur sesuai dengan kesukaanku.. aku keliling keliling toko sampai pasar pasar, bahkan ada yang dari toko online juga, untuk mencari semua ini, sampai bunga bunganya juga.. pokoknya aku mau semuanya bisa sesuai keinginanku.. dan pastinya adikku ini yang slalu ada untukku membantuku.. tanpa dia, mungkin aku ngak akan berhasil.. hehehe.. om Suryo wah.. anak anakmu memang hebat loh Ronald.. kamu pasti sangat bangga pada mereka berdua.. papa Ronald ya.. sangat bangga.. heheh.. mama Eva baiklah.. ayo kita makan.. makanannya sudah siap semua.. ayo ayo.. Sementara mereka makan, tiba tiba mereka dikejutkan dengan kedatangan Dave. Mutiara yang pertama kali melihat Dave. Mutiara langsung turun dari kursinya dan berlari ke arah Dave. Orang orang diaitu terkejut melihat Mutiara yang berlari dengan riang sambil berteriak. Mutiara ayaaaah..... ayaaaah... Mutiara langsung di gendong Dave dan langsung mencium pipinya. Dave melanjutkan langkahnya dan berjalan menuju meja makan keluarganya. Clara sangat terkejut melihat kedatangan Dave. Dave melajukan langkahnya dan langsung mendekati Clara. Tangan satunya yang sedang menggendong Mutiara lalu tangan satunya langsung memeluk punggang Clara dan mencium dahi Clara. Clara tak bisa berkata apapun, tapi hatinya sangat senang dan bahagia. Lalu Dave berjalan dan menjabat tangan papa Ronald, mama Eva, Alfa, Carlo dan siska. Lalu menuju papanya dan mamanya. Clara masih menatap Dave bingung. Lalu Carlo mendekati Clara dan membisikkan seauatu. Carlo nanti mulutnya kemasukan lalat.. hehehe.. Clara lalu tersadar dari keterkejutannya. Dave yang melihat Clara hanya bisa tersenyum bahagia. papa Ronald loh Dave.. kapan sampainya? Dave Baru om.. dari bandara langsung kesini.. tante Melly Nak, kok ngak ngabarin kalo mau datang? Dave ya.. surprice ma.. tante Melly banget lah.. coba lihat Lala.. heehe Mama Eva ayo ayo makan.. Dave pasti capek kan.. perjalanan dari bandara ke sini jauh loh.. ayo makan.. Dave eh iya tante.. trima kasih.. Clara masih terdiam dan melihat Dave. Dave menyadari kalau Clara masih memandangnya. Dave hanya bisa tersenyum bahagia karna surprice nya malam ini berhasil. Dave, setelah selesai meeting tadi siang, Miko yang melihat Dave menjadi kasihan. Dave menyelesaikan meeting dengan cepat dan pertemuan dengan kliennya juga sudah selesai, tepat jam 3.15 sore tadi. Diam diam Miko mencari penerbangan ke kota Z di jam itu juga. Dan sampailah Dave disini tepat waktu, jam menunjukkan pukul 7.40 malam. Dave sangat bertrima kasih pada Miko karna usahanya ini. Om Suryo dan tante Melly yang melihat anak mereka Dave menjadi sangat bahagia. Selesai makan, Clara lalu mengeluarkan cake yang dibikinnya untuk papa mamanya. Cake berwarna biru, dengan tulisan HWA mom ❤ dad dan lilin dengan angka 38, membuat cake itu makin indah. Selesai tiup lilin, mereka memberi selamat. Setelah itu, cake Love juga diberikan Clara untuk Carlo dan siska. Clara lalu mengkode Carlo agar Carlo langsung menyampaikan keinginannya. Lalu Carlo berdiri dan menyampaikan bahwa dia dan Siska akan menikah bulan depan. Mereka semua lalu tertawa bahagia dan mama Eva langsung memeluk Siska dan Carlo. mama Eva akhirnya... mama ngak sabar melihat kalian menikah nak.. Mereka pun tertawa bahagia semuanya. Selesai makan malam, Dave pindah duduk disamping Clara. Dave kamu cantik banget malam ini.. Clara apaan sih.. tega kamu ya.. Dave hah? tega? emang aku bikin salah apa? Clara kok ngak bilang bilang kalo mau datang? Dave aku juga ngak tau kalau aku bisa datang sweety.. Miko yang tiba tiba memberitau kalau jam itu juga aku harus ke bandara.. aku kaget juga loh.. Clara kok bisa? Dave yaa.. dia sangat tau aku sangat gelisah setelah habis telponan sama kamu tadi.. apalagi saat dia dengar aku bilang kangen banget sama kamu.. dan.. yaah.. terjadilah seperti ini.. heheh Clara wow.. enak ya punya sekretaris yang sehati begitu... Dave ya.. banget.. ngak tau aku kalau ngak ada dia... oh ya sweety, aku ngak bawa baju loh.. kita ke mall yuk.. Clara ohya.. ada mall dekat sini kok.. ayuuk.. Clara dan Dave pamit sebentar untuk ke mall terdekat. Dan sebelum berangkat, Clara ke ruang kerjanya untuk mengganti pakaiannya. Karna tadi Clara memakai gaun, dan sekarang dia mengganti bajunya dengan celana jeans, kaos oblong dan jaket, lalu memakai kets. Dan di parkiran, Dave melihat Clara menuju motor yang diparkir. Dave pikir mereka akan naik mobil, tapi ternyata motor. Clara tertawa melihat Dave yang terdiam melihat motornya. Clara ayo Dave.. kok bengong..? Dave Sweety.. naik motor? Clara iya.. ayook.. Dave astaga.. Clara kan biar romantis.. ngak kangen ya sama aku? Dave lalu melihat wajah Clara yang tersenyum padanya sambil mengedipkan matanya, ketakutan Dave langsung hilang. Dave lalu mendekati motor Clara lalu menaikinya. Dave langsung memeluk perut Clara, dan tersenyum. Clara pun tersenyum lalu menjalankan motornya. hanya 5 menit, mereka pun sampai di parkiran motor mall itu. Mereka masuk lalu menuju tempat menjual pakaian pria. Setelah selesai memilih, Dave menuju kasir. Clara memilih menunggu Dave dengan melihat lihat lagi baju baju yang ada di situ. Lalu Clara dikagetkan dengan suara seseorang yang memanggil namanya lalu langsung memegang tangan Clara. Clara sangat terkejut, karna itu adalah Rehan, mantan suaminya. Clara lalu melepaskan kasar tangannya dari pegangan Rehan dan mundur selangkah. Clara kamu...? Rehan wow.. setelah sekian lama tidak bertemu denganmu.. kamu makin cantik aja La.. jadi kangen aku sama masa masa kita dulu.. heheh.. Clara hanya terdiam melihat Rehan. Antara perasaan kaget, marah, benci seakan menjadi satu. Rehan apa kabar kamu La.. ooh.. kelihatan sangat baik ya.. dan apa yang kamu lakukan disini heh? Clara tidak menjawab dan berusaha mundur dan ingin menjauh dari Rehan. Tapi Rehan malah ikut maju dan ingin tetap dekat dengan Clara. Rehan ooh.. aku lupa.. hahaha.. pasti kamu lagi nyari baju buat anak cowok kamu ya.. pasti dia sekarang sudah besar kan? heh.. mirip siapa dia La? apa dia mirip aku? heh? hahah... Clara makin membenci mendengar suara tertawa Rehan. Apalagi ternyata sampai sekarang Rehan masih tidak menganggap Alfa dan Mutiara adalah anaknya. Mata Clara mulai terasa panas, dan terasa ada cairan disana yang ingin menetes. Tapi Clara berusaha menahannya. Dan diseberang sana, sejak tadi Dave melihat Clara dan Rehan. Dave berusaha menahan dirinya untuk tidak bertindak kasar pada Rehan. Dan setelah Dave selesai membayar belanjaannya, Dave berjalan ke arah Clara, lalu memeluk pinggang Clara dari samping. Clara akhirnya bisa merasa tenang karna sudah ada Dave bersamanya. Dave hei sayang.. ayo kita pulang.. Clara lalu menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti Dave. Rehan yang melihat Dave menjadi marah, apalagi melihatnya memeluk dan memanggil Clara dengan sebutan sayang. Dave berjalan bersama Clara tanpa memandang ke arah Rehan. Dave sengaja mengabaikan Rehan karna dia tidak ingin terjadi keributan disitu. Sedangkan Rehan, dia berencana akan mencari tau siapa laki laki itu dan apa hubungannya dengan Clara. Rehan yang melihat Clara makin cantik berencana ingin memiliki Clara lagi. Dia akan berusaha bagaimanapun caranya agar Clara bisa di dimilikinya lagi. Dia tidak peduli lagi pada Pingkan dan tidak takut pada ancaman Pingkan lagi, karna dia melihat Clara yang sekarang makin cantik dari Pingkan, dan Rehan masih berpikir bahwa Clara masih menyimpan perasaan padanya. Di parkiran motor, akhirnya airmata Clara jatuh juga. Dave lalu mengusap pipi Clara dan menghapus airmata Clara. Dave tak tahan melihat Clara sedih. Dave apa laki laki tadi menyakitimu? Clara memandang wajah Dave dan melihat matanya Dave, airmata Clara masih mengalir. Clara Dave... Dave hmm... Clara dia.. dia itu.. dia itu mantan suamiku Dave.. Dave hanya menghapus airmata Clara dan tersenyum padanya. Dave ooh.. sudahlah.. selama dia tidak menyakitimu, aku tak masalah.. aku hanya tidak ingin kamu menangis sedih lagi hanya karna dia.. apa kamu bisa janji padaku untuk hal ini? Clara melihat ketulusan dimatanya Dave. Clara lalu menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Dave. Dave pun ikut tersenyum dan mengajaknya untuk kembali ke restoran. Mereka pun berangkat dan menuju restoran. Di restoran, seluruh keluarga masih ada disitu. Dave lalu berbincang dengan Carlo lalu menceritakan pertemuan dengan Rehan tadi. Carlo mulai berpikir, pasti Rehan akan melakukan sesuatu pada kakaknya, apalagi Clara skarang makin cantik. Carlo juga tak akan membiarkan Rehan mengganggu kakaknya itu, jadi dia juga harus bersiaga demi kakaknya. Dan ditempat lain, setelah pertemuannya dengan Clara tadi, Rehan tak bisa melupakan wajah mantan istrinya itu. Rehan tertawa sendiri mengingat kecantikan mantan istrinya itu. Lalu mulai memikirkan cara untuk bisa bertemu lagi dengannya. Sedangkan Clara, mulai merasa gelisah karna pertemuan dengan Rehan tadi. Clara mulai was was dan mulai waspada, karna dipikirnya kalau sampai mereka bertemu lagi, apa yang harus Clara lakukan. Dia sudah berjanji pada Dave untuk tidak menangis karna Rehan, jadi Clara harus bisa menjadi kuat dan tegar. Dan tiba tiba lamunan Clara di kagetkan dengan ketukan pintu, lalu pintu terbuka dan dilihatnya itu adalah Dave. Clara berjalan mendekati Dave. Dave eh Dave.. Dave mama dan papaku sudah ke hotel, mama dan papamu juga sudah pulang bersama Alfa dan Mutiara.. tinggal Carlo dan Siska yang menunggu kita.. Clara oh ya ampun.. aku jadi ngak enak sama mama papa kamu Dave. Dave ngak papa.. besok kata mama dan papa nanti akan ke rumah kamu.. Clara ohya.. oke oke.. Dave La.. kamu ngak papa kan? Clara eh.. ya.. aku baik baik aja kok.. heheh Dave lalu mendekatkan tubuhnya dengan Clara. Jantung Clara mulai berdetak kencang, jantung Dave juga. Dave lalu memegang dagu Clara membuat wajah Clara menghadap ke atas dan memandang wajah Dave sangat dekat. Dave aku akan slalu ada untukmu La.. tolong jangan sungkan meminta bantuan apapun padaku.. aku hanya ingin melihatmu tersenyum bahagia dan tidak ingin melihat ada airmata kesedihan di pipimu ini.. Dave lalu mengecup lembut pipi lalu bibir Clara. Clara merasa sangat nyaman dengan kecupan lembut Dave itu. Lalu Dave memiringkan kepalanya dan mencium bibir Clara. Clara menutup matanya dan menikmati ciuman Dave. Masih dalam keadaan berciuman, Dave lalu memegang kedua tangan Clara lalu meletakkannya di leher belakang Dave, lalu tangan kanan Dave di taruhnya di kepala belakang Clara, dan tangan kirinya memegang pinggul Clara, membuat tubuh Clara makin menempel dengan tubuh Dave. Ciuman mereka makin panas, Clara membuka mulutnya dan lidah Dave mulai bermain dalam mulut Clara. Clara juga mulai mengikuti alur ciuman Dave. Setelah Dave puas memainkan lidahnya di mulut Clara, Clara juga memasukkan lidahnya di mulut Dave dan mulai memainkan lidahnya. Dave tak ingin melewatkan menghisap lidah Clara dan memainkan lidahnya lalu menghisap bibir Clara yang mulai membuat candu bagi Dave. sampai mereka merasa mulai kehabisan nafas, baru mereka berhenti sebentar lalu mengulanginya lagi. Clara dan Dave sangat menikmati ciuman mereka itu, karna kelembutan Dave membuat Clara terbuai. Clara merasa ada yang mulai menegang di bagian bawah Dave, tapi Clara tak berani mengatakannya. Clara melihat Dave seperti sedang berusaha menahan gairahnya, sampai ciuman mereka di akhiri Clara. Clara Dave.. Dave hmm.. Clara ayo, aku dan Carlo akan mengantarmu ke hotel.. Dave hmm.. baiklah.. Clara ayo.. Saat Clara akan melangkah menuju pintu, Dave manariknya lagi dan memeluknya. Dave apa kamu mau menemaiku malam ini? Clara Maaf Dave.. aku harus pulang.. Dave oooh... aku hanya ingin memelukmu sweety.. aku tidak akan macam macam.. Clara heheh.. ngak bisa Dave.. nanti lain kali aja ya.. Dave hanya tertunduk lesu dan masih tersandar di dinding. Clara lalu tersenyum dan berusaha menenangkan Dave. Clara ayolah.. kita pasti akan punya banyak waktu untuk berdua, tapi belum skarang.. Dave aaah.. Clara ayolah sayang... Dave hah? apa? tadi kamu panggil aku apa? Dave tersenyum bahagia mendengar Clara memanggilnya sayang, tapi dia ingin mendengarnya lagi.. Clara juga tertawa malu karna keceplosan memanggil Dave sayang.. Dave ayo dong.. aku ingin dengar lagi.. Clara iya sayang... Dave ooh.. akhirnya.... Dave sangat bahagia. Clara pun demikian. Akhirnya Clara dan Carlo mengantar Siska pulang kerumahnya lalu mengantar Dave ke hotel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN