Setelah mengantar Dave ke hotel, Carlo dan Clara pulang ke rumah orang tua mereka. Carlo lalu menanyakan kejadian di mall tadi.
Carlo
kak.. apa benar tadi kakak ketemu laki laki itu? (maksud Carlo adalah Rehan)
Clara menghela nafasnya panjang dan membuangnya.
Clara
yaa..
Carlo
dan kakak takut padanya?
Clara
aku hanya terkejut Car.. untuk sekian lamanya.. ini kali pertama lagi aku ketemu dia langsung, dan caranya menyapaku itu.. sangat menakutkan Car..
Carlo
semenakutkan apa sih kak? dia pasti merasa menang melihat kakak yang ketakutan tadi, dan aku yakin.. pasti dia akan merencanakan sesuatu untuk bisa bertemu kakak lagi..
Clara
yaa.. aku juga berpikir begitu.. aku bingung Car.. dan aku juga takut...
Carlo
pokoknya mulai skarang kakak harus lebih waspada, karna aku yakin, laki laki itu tak akan diam begitu saja, apalagi melihat kakak yang makin cantik begini..
Clara
iih.. apaan sih...
Carlo
kakak ngak nyadar ya? kakak skarang makin cantik loh, makin kinclong lagi.. laki laki mana yang tidak tertarik melihat kakak heh..? apalagi si buaya itu.. pasti pikirannya langsung ke arah arah m***m deh..
Clara
hei.. jangan becanda deh ah..
Carlo
kakakku sayang.. pokoknya skarang kakak harus pake bodyguard deh.. buat jaga jaga aja..
Clara
heh.. nanti aku pikirkan deh..
kamu malah bikin aku makin takut deh Car..
Carlo
ngak usah takut.. dan berdoa aja, semoga kita semua aman aman aja...
Clara
Amin..
Carlo dan Clara akhirnya sampai dirumah. Dan sejak tadi di perjalanan, saat Carlo dan Clara mengobrol, Carlo merasa ada mobil yang mengikuti mobil mereka, tapi Carlo diam saja dan tidak ingin membuat kakaknya khawatir. Dan begitu sampai dirumah, Carlo melihat mobil itu juga berhenti di depan pagar rumah mereka dan dia melihat seperti ada orang yang memperhatikan mereka. Carlo lalu mengajak Clara masuk ke dalam rumah, dan Carlo segera ke ruang kerja papanya dan memeriksa cctv. Dan saat Carlo memperhatikan layar cctv itu, Carlo tertawa miring dan berbicara pada dirinya sendiri.
Carlo
heh.. Rehan.. Rehan.. kamu mau cari masalah lagi denganku?
kamu pikir bisa mengganggu keluargaku lagi?
heh.. tidak akan kubiarkan brengsek..
sekali kamu b******k, selamanya juga akan tetap menjadi brengsek..
Kamu salah memilih lawan Rehan..
aku dan kakakku bukanlah lawanmu skarang.. heheh..
Carlo mencatat plat nomor mobil Rehan, lalu menyimpannya. Carlo lalu keluar dari ruang kerja papanya dan pergi ke kamarnya. Saat Carlo melewati kamar kakaknya, dia melihat lampu kamarnya masih menyala. Carlo lalu mengetuk pintu dan kakaknya membukanya. Lalu Carlo masuk dan berbicara dengan Clara.
Carlo
kak.. besok sibuk ngak?
Clara
pagi aja yang sibuk, siang sampe malamnya mau temenin Dave. emang kenapa?
Carlo
sebenarnya aku ingin ngajak kakak ke suatu tempat, tapi nanti aja kalo udah ngak sibuk..
Clara
apa itu untuk pernikahanmu?
Sebenarnya bukan itu maksud Carlo. tapi Carlo berbohong dan mengiyakan saja.
Carlo
ya.. tapi ngak papa kok kak.. nanti aja..
Clara
beneran ngak apa apa?
Carlo
iya kak...
Clara
ya udah kalo gitu..
Carlo
baiklah.. selamat istirahat ya kak.. good night..
Carlo lalu mencium pipi kakaknya itu dan keluar dari kamar kakaknya, lalu menuju ke kamarnya.
Hari telah pagi. Clara sedang membuat sarapan. Padahal ada bibi yang siap memasak untuk mereka, tapi Clara terbiasa membuat sarapan sendiri untuk ķeluarganya, dan bibi hanya membantunya membersihkan bumbu bumbunya. Seperti biasa, Clara membuat bubur ayam, nasi goreng dan cap cay. Setelah semuanya berkumpul di meja makan, Clara lalu membuatkan minuman. Papa dan Clara sangat suka kopi, mama jus wortel, Alfa dan Mutiara dibuatkan s**u, dan Carlo paling suka kopi cappucino. Dan semuanya siap untuk sarapan. Tiba tiba bel pintu berbunyi. dan setelah pintu di buka bibi, bibi langsung mengenal Dave. karna bibi sering melihat wajah Dave saat sedang video call dengan Clara dirumah. Bibi mempersilahkan Dave masuk dan langsung mengantarnya di ruang makan.
Dave
selamat pagi semuanya
Semua orang disitu terkejut melihat kedatangan Dave. Carlo langsung menghampiri Dave dan mempersilahkan Dave duduk bersama mereka. Mutiara yang melihat kedatangan Dave langsung berlari menghampiri Dave
Mutiara
ayaaah...
Dave langsung memeluk Mutiara dan menggendongnya.
Mutiara
wah.. ayah seling banget buat kejutan ya..
Dave hanya bisa tertawa dan yang lainpun ikut tertawa. Clara juga hanya bisa tertawa melihat kelucuan anaknya itu.
Clara
Dave, kamu mau minum apa?
Dave
aku mau coba kopi buatanmu, boleh?
Clara
yaa tentu saja..
Carlo
eh.. kamu yakin Dave? hmm kalo aku sih ngak suka dengan kopi kakak, pahiiit bangeet.. selera kakak sama papa sama.. heeeh... kalo aku cappucino.. ini buatan kakakku yang paling enak.. hehehe..
Dave dan Clara hanya tertawa mendengar Carlo.
Clara
Dave kamu mau sarapan apa?
Dave
apa ajah..
Clara
bubur ayam mau?
Dave
ohyah.. boleh..
Clara lalu menyiapkan kopi dan bubur ayam untuk Dave. Lalu mereka sarapan bersama. Dave sangat menikmati waktu bersama ini, terasa sangat hangat bersama dengan semua keluarga Clara. Dave sangat bersyukur bisa mengenal Carlo, Clara dan keluarganya ini. mereka semua menerima Dave dengan baik. Apalagi anak anak Clara sudah terasa seperti anak anaknya sendiri. Mereka bahkan memanggilnya ayah sejak pertemuan mereka di Bali.
Dave
hmm.. enak kok kopinya.. ngak pahit pahit amat juga.. ada manis manisnya juga gitu Car.. heheh
Carlo
hiih.. ngak ah.. berarti seleramu sama dengan kakak dan papa bro.. heheh..
Dave
mungkin begini ya kalo emang jodoh.. iya kan om.. hehehe..
papa Ronald
yaa.. hehehe...
Mereka pun tertawa bersama.
Clara terburu buru karna ada hal yang harus diurusnya pagi ini di cafenya. Setelah selesai sarapan, Clara ke kamarnya dan bersiap mandi. sementara Clara mandi, Dave dan Carlo mengobrol di ruang tamu. Carlo menceritakan kejadian semalam pada Dave. Carlo dan Dave merencanakan menjaga Clara diam diam, tanpa Clara merasa terganggu, dan mereka ingin Clara menjalankan aktifitasnya seperti biasa tanpa harus takut memikirkan Rehan akan mengganggunya. Dave sangat mencintai Clara dan Carlo juga sangat menyayangi kakaknya itu. Carlo tau Dave punya koneksi dalam segala hal. bahkan Carlo tau Dave bisa dengan cepat mendapatkan informasi jika hanya mengenai mencari tau tentang seseorang. buktinya Dave sangat tau siapa Rehan dan apa pekerjaannya bahkan semua wanita yang bersama Rehan.
Lalu Carlo mengajak Dave ke ruang garasi, rencananya Carlo akan memanaskan motor Clara. Karna Carlo sangat tau, jika kakaknya buru buru begitu, berarti kakaknya tak mau ribet dengan membawa mobil, pasti kakaknya akan memilih motor agar cepat melewati kemacetan di pagi hari. Dave yang melihat beberapa motor disitu kaget melihatnya.
Dave
wow.. motor motor ini...?
Carlo
hehe.. ini milikku dan kakakku..
aku yang 2 itu, dan yang 4 itu punya kakakku..
(sambil menunjuk motor motor yang ada disitu)
Dave
Serius..? apa kalian suka mengikuti event? lihatlah motor motor ini, di modifikasi sebegitunya...
Carlo
yes.. sangat suka.. apalagi kakakku itu..
heheh.. sebaiknya kamu juga belajar bawa motor bro.. hahah..
Dave
heh?
Dave terkejut mendengar perkataan Carlo. Dave juga terkejut mengetahui kalau Clara suka mengikuti event motor motor adventure.
Carlo
kalau kamu mau nonton, 2 bulan depan akan ada event adventure di kota X, dan team kami akan ikut.
Dave
Clara juga?
Carlo
yaa.. dia yang paling semangat ingin ikut..
Dave hanya bisa membelalakkan matanya dan mulutnya terbuka seperti huruf O lalu memandang heran ke arah Carlo. Carlo hanya bisa tertawa melihat muka Dave.
Dalam pikiran Dave
my sweety, kamu memang wonder woman...
Lalu dia tersenyum sendiri.
Lalu Clara datang dan menanyakan ke Carlo apakah motornya sudah dipanaskan Tapi Dave yang menjawab.
Clara
Car, motornya udah dipanasin?
Dave
ngak usah bawa motor, nanti aku yang antar kamu.
Clara
hah?
Dave
iya.. kita berangkat skarang?
Clara
tapi pagi begini biasanya macet Dave.. bawa motor aja lebih cepat nyampenya..
Dave
udah santai aja.. cuma ke cafe kan?
Clara
iya sih..
Dave
ya udah.. yuk...
Clara lalu mengikuti kemauannya Dave. mereka menuju mobil yang dibawa Dave dan bersiap berangkat. Saat akan keluar dari pagar rumah Clara, Dave melihat mobil Rehan sedang terparkir tidak jauh dari sana. Dave lalu tersenyum miring dan mengirim pesan ke Carlo, lalu mengirim pesan ke orang suruhan Dave. Dave lalu melanjutkan perjalanan mereka dan Dave melihat mobil Rehan masih mengikuti mobil mereka. Dan saat akan sampai di cafe Clara, Dave melihat mobil Rehan sudah tidak ada. Dave lalu tersenyum sendiri. Dave lalu mengikuti Clara masuk ke cafenya dan langsung ke ruang kerjanya.
Clara
Dave.. aku akan sibuk sebentar, apa kamu ngak mau menungguku disini?
Dave
ngak apa apa sweety, aku akan menunggumu. bekerjalah.
Clara
ya baiklah.
Dave
mungkin aku akan keliling keliling cafemu, bolehkan?
Clara
ya tentu saja.. buatlah dirimu senyaman mungkin okhey..
Dave
okhey..
Clara dan Dave saling tersenyum. Tapi sebelum Dave berkeliling, Dave melihat Clara yang sangat tegang di depan laptopnya. Dave lalu mendekati Clara dan memeluknya dari belakang kursi Clara, lalu mencium puncak kepala Clara. Clara terkejut lalu tertawa.
Clara
Dave...
Dave
aku ngak tega lihat kamu capek..
Clara
apaan sih.. biasa aja kalii.. hehehe...
Dave lalu memutar kursi Clara. Dave langsung mencium dahi Clara lalu kedua pipinya lalu mencium bibir Clara. Dave tak bisa menahan perasaanya itu. Dave yang sudah dalam keadaan berjongkok, lalu Clara memeluk leher Dave lalu mencium bibir Dave. hanya ciuman singkat, lalu Clara tersenyum.
Clara
sayang.. aku harus menyelesaikan pekerjaanku.. apa kamu bisa memberiku waktu? heheh
Dave
heheh.. ya.. tentu.. maafkan aku.. hehe..
Dave lalu berdiri, dan memutar kembali kursi Clara menghadap laptopnya lagi. Lalu Dave mencium puncak kepala Clara lagi lalu berjalan menuju pintu. Dave lalu menatap Clara lagi dan Clara membalas menatapnya dengan senyuman. Dave juga tersenyum dan pergi ke pinfu, lalu keluar dan akan berkeliling di cafe itu.
Clara masih sibuk di tempat kerjanya. Dave lalu didatangi oleh orang suruhannya yang diberikan kepercayaan oleh Dave untuk mengatasi Rehan, lalu mereka duduk dan orang suruhannya itu memberitahukan semua yang dilakukannya tadi. Orang itu bernama Alex. Setelah Alex menceritakan semuanya, Alex lalu segera meninggalkan tempat itu.
Ditempat lain, Rehan yang sedang marah pada dirinya sendiri membuat keributan di ruang kerja rumahnya. Pingkan yang mendengar itu langsung menuju ruang kerja Rehan dan dia begitu terkejut melihat ruangan itu sudah berantakan, dan dilihatnya wajah Rehan yang memerah karna marah.
Pingkan
kamu kenapa sih? kesurupan ya?
Rehan
diam kamu..
Pingkan
apa..? kamu membentak aku heh?
Rehan
semua ini gara gara kamu..
Pingkan
hah? aku? emangnya apa salahku heh?
harusnya aku yang marah sama kamu.. kamu selingkuh dari aku, bahkan ada yang sampe hamil dan minta pertanggung jawaban kamu.. lalu apa salahku disini heh?
Rehan
aaaaaaah.......
Rehan lalu membanting lampu baca yang ada di meja kerjanya dan membuat Pingkan kembali terkejut
Rehan
aaaaah... aku pasti akan menemukanmu..
Pingkan
siapa maksudmu heh?
Rehan
sudah diam kamu.. pergi kamu dari sini.. atau aku akan mengusirmu dari rumah ini??
Pingkan
brengsek kamu Rehan.. coba saja.. dan lihat apa yang akan aku lakukan padamu.. heh..
Pingkan lalu pergi dari ruangan itu dan pergi ke kamarnya. Pingkan lalu berbicara pada dirinya sendiri.
Dasar laki laki tak tau diuntung..
tapi ada apa dengannya?
kenapa dia sangat marah begitu?
siapa lagi yang bikin masalah dengannya?
dan siapa yang berusaha dia temukan?
Pingkan berpikir keras tapi dia tak bisa menemukan jawaban atas pertanyaannya sendiri. Lalu Pingkan keluar dari kamarnya dan akan ke dapur. dan tak sengaja dia mendengar suara Rehan yang sedang menelpon dan marah marah.
Pokoknya kamu harus menemukan ke kemana dia dan laki laki itu pergi. aku tak mau tau.. kalau hari ini kamu tidak mendapatkan info, aku tidak akan membayarmu..
Pingkan kaget mendengar itu, dan berpikir siapa yang Rehan maksud. dan pasti itu wanita. Pingkan mulai tak tenang memikirkan itu. Lalu selang 5 menit, Rehan kembali mendapat telpon, dan Pingkan masih disitu sedang menguping. Lalu Pingkan mendengar Rehan mengatakan cafe bernama Coffee and Cookies Lala. Pingkan lalu teringat cafe itu, tempat dia melihat Carlo dan teman temannya. Lalu dia teringat Clara.
Dalam hatinya dia berkata apakah wanita yang dimaksudnya itu Clara? hah? tidak mungkin.. tidak mungkin Rehan mencari Clara.. Lalu Pingkan mendengar suara langkah kaki Rehan, lalu Pingkan berlari ke dapur agar dia tidak ketahuan menguping. Lalu dilihatnya Rehan berjalan menuju ke luar rumah, lalu naik mobilnya. Pingkan tak ingin ketinggalan, lalu dia juga berlari menuju mobilnya dan mengikuti mobil Rehan. Pingkan sangat gelisah dan penasaran ingin tau Rehan akan menemui siapa.
Dicafe, Dave menerima telpon dari Alex dan mengatakan bahwa Rehan sedah tau kalau Clara dan Dave ada di cafe itu. Dan Pingkan juga sedang membuntuti Rehan. Dave lalu mengatakan agar membiarkan Rehan ke cafe, dia ingin melihat apa yang akan terjadi jika Pingkan tau Rehan masih menginginkan Clara.
Lalu Clara sudah selesai dengan pekerjaannya, lalu keluar meninggalkan ruang kerjanya lalu mencari Dave di area cafe. Dan saat Dave melihat Clara, Dave menghampiri Clara dan mengajaknya duduk di area depan. Dave ingin agar mereka bisa sangat terlihat orang jika dari area parkir dan dari jalan.
Dave
ayo kita duduk disana dan memesan minuman dan cemilan untuk kita.
Clara
hah? kamu yakin? aku pikir kita akan jalan jalan kemana gitu?
Dave
nanti sore aja kita jalan jalannya, ayo kita pacaran disini.. hehehe..
Clara tertawa karna Dave mengatakan pacaran. Clara merasa seperti ABG.
Dave
kenapa tertawa? apa ada yang lucu?
Clara
ya sangat lucu. pacaraaan? itu terdengar sangat lucu Dave..
Dave
apanya yang lucu sih?
Clara
lucunya.. aku jadi merasa seperti anak gadis yang masih berumur belasan.. hahaha..
Dave
yaah.. pacaran kan ngak cuma untuk ABG.. kayak kita kita juga bisa dong.. heheh..
Dave lalu memegang kedua tangan Clara dengan kedua tangannya, lalu di ciumnya tangan Clara, membuat wajah Clara mulai memerah. Jantung Clara mulai berdetak kencang, lalu Clara tersenyum dan tertawa bahagia.
Clara
astaga Dave.. itu para karyawan mulai melihat kita loh.. aku malu tau..
Dave
ngapain malu.. biar mereka tau kalau kamu skarang adalah milikku..
Clara
hmmm...
Dave lalu tersenyum, lalu menarik satu tangannya sampai ke dadanya.
Dave
coba kamu rasakan, jantungku seperti mau keluar loh...
Clara lalu tertawa, dan memang benar jantung Dave berdetak kencang.
Dave
itu gara gara kamu loh sweety.. kamu harus tanggung jawab..
Clara lalu tertawa, dan bingung akan menjawab apa. Clara benar benar malu skarang.
Sedangkan diluar sana, Didalam sebuah mobil yang terparkir di parkiran cafe itu sedang melihat Dave dan Clara dengan marah. ya Rehan sangat bisa melihat dengan jelas apa yang Dave dan Clara lakukan. Clara yang tak berhenti tertawa bersama Dave membuat Rehan sangat cemburu. Didalam hatinya berkata bahwa hanya dia yang berhak atas Clara. Rehan tak bisa menahan dirinya. lalu dia keluar dari mobilnya dan berjalan menuju pintu cafe. Dave sudah melihat kedatangan Rehan, tapi Dave mengabaikannya dan tetap melanjutkan obrolannya dengan Clara sambil minum. Rehan lalu datang menghampiri mereka, dan berusaha mencoba berbicara dengan tenang dan dengan nada rendah.
Rehan
selamat siang..
Dave
selamat siang.. ada apa ya?
Clara yang langsung melihat ke arah Rehan waktu mendengar suara Rehan, lalu berusaha tenang juga. Clara tak ingin terlihat gugup ataupun takut. Clara hanya menatapnya dalam diam.
Rehan
boleh aku bergabung?
Dave
maaf? apa aku mengenalmu?
Rehan
oh ya kenalkan..
Rehan menyodorkan tangannya pada Dave. dan Dave pun menyambutnya.
Rehan
Rehan.. mantan suaminya Clara
Dave
oh.. ini ya mantan suaminya Clara..? hai...
Rehan
ya.. hai..
Dave
ooh.. kenalkan juga.. nama saya Dave..
Calon suaminya Clara..
Tatapan Clara lalu berpindah pada Dave. Clara lalu tersenyum dan ikut berbicara. Rehan yang mendengar itu mulai merasa panas hatinya, dan tak bisa menerima bahwa Clara sudah punya calon suami.
Clara
ya calon suamiku. oh ya.. kok kamu ada disini Re? istrimu mana?
Dave
eh.. ayo.. silahkan duduk Rehan..
Rehan menarik satu kursi dan mempersilahkan Rehan duduk.
Dave dan Clara lalu duduk, tapi Rehan masih berdiri. dia hanya menatap Clara.
Clara
eh.. kok ngak duduk Re?
Rehan
La.. apa kita bisa bicara berdua?
Clara
hah? maaf Re, aku ngak bisa.. kita bicara disini ajah.. ada Dave juga ngak apa apa kan?
Rehan melihat Clara yang tenang, dia tidak melihat Clara yang ketakutan seperti waktu itu, malah banyak senyum yang diperlihatkannya. Dave yang melihat Rehan hanya terdiam lalu mencairkan suasana
Dave
ya ayo duduklah.. dan mari bicara..
Rehan yang mendengar itu merasa kesal pada Dave. tapi Rehan berusaha menahan dirinya. Lalu Rehan duduk dan tatapannya tak mau lepas dari Clara. Lalu Dave memanggil pelayan dan memesan minuman untuk Rehan.
Dan dari arah jalan, didalam mobil Pingkan, Pingkan terkejut saat melihat ada Clara disana. Dan Rehan tak berhenti memandang Clara. Pingkan sangat marah lalu dengan cepat masuk ke cafe lalu mendekati Rehan, Clara dan Dave. Rehan terkejut dengan kedatangan Pingkan. Clara juga terkejut. Lalu dengan cepat Dave berdiri dari tempat duduknya dan mempersilahkan Pingkan duduk lalu Dave menarik satu kursi lagi dan menaruhnya disamping Clara. Rehan lalu duduk disitu. Rehan yang melihat itu makin geram dan Pingkan yang melihat sikap Rehan juga mulai marah.
Dave
ohya.. ini siapa ya?
Clara
ohya sayang.. kenalkan, ini Pingkan.. istrinya Rehan..
Dave lalu menyodorkan tangannya dan Pingkan juga dengan sopan menjabatnya lalu tersenyum padanya.
Pingkan memperhatikan Clara. dalam hatinya berkata
Ternyata Clara makin cantik. pantesan Rehan mengingkannya lagi. apa dia mulai merawat dirinya? yaah.. pasti.. dia pasti sering ke spa..
Pingkan
Lala.. bagaimana kabarmu?
Clara
baik. Kamu..?
Pingkan
aku.. heheh.. ya beginilah..
mungkin karma mulai berlaku padaku La..
Clara
hei.. apa maksudmu heh?
Rehan lalu menatap marah pada Pingkan, lalu Rehan dengan cepat berdiri lalu menarik tangan Pingkan dengan kasar.
Rehan
ayo pulang
Pingkan
tidak.. bukannya aku baru sampai? dan bukannya kamu ingin bertemu dengan Clara? tap kenapa harus buru buru pulang? heh?
Rehan
ayo pulang..
suara Rehan makin meninggi. Rehan lalu menarik Pingkan lalu mulai berjalan. Pingkan hanya bisa mengikuti langkah Rehan. Clara dan Dave yang melihat itu hanya bisa terdiam..
Rehan
permisi.. kita akan bertemu lagi La..
Clara hanya tersenyum menanggapi kata kata Rehan.
Pingkan
aku juga ingin bertemu lagi denganmu La.. boleh kan?
Clara hanya menganggukkan kepalanya dan melihat kepergian Pingkan dan Rehan. Saat dimobil pun, Rehan masih melihat ke arah Clara. Rehan sebenarnya masih ingin bersama Clara, tapi Pingkan mengganggunya. Dave yang menyadari itu hanya bisa tertawa miring.
Dimobil, Pingkan dan Rehan mulai berdebat.
Pingkan
kamu pikir Clara masih akan menerimamu? hahah..
Rehan
diam kamu brengsek..
Pingkan hanya tertawa, tapi airmatanya juga ikut jatuh.
Pingkan
jangan berpikir Clara masih menyimpan perasaan padamu Re.. itu hanya khayalanmu.. kamu tau sebesar apa luka yang kau beri padanya? hahah..
Rehan
semua gara gara kamu..
Pingkan
hah? aku? hahah.. kamu aja yang ngak kuat menahan nafsumu.. buktinya sampai sekarang kamu tetap jajan wanita wanita dimana saja.. harusnya kamu bersyukur.. masih ada wanita seperti aku yang masih mau bertahan denganmu.. dasar laki laki tak tau bertrima kasih..
Rehan
diam kamu..
Pingkan
heh diam? aku bukan Clara Rehan, wanita yang bisa kau perintah seenaknya dan kau perlakukan seenaknya..
Rehan
aku bilang diam.. tutup mulut kotormu itu.. atau aku...
Pingkan
atau apa? heh? kau bilang mulutku kotor? apa kamu lupa, dengan mulut kotorku ini kamu merasakan kepuasan yang tak pernah Clara berikan padamu.. dan sekarang, setelah kau puas, kau ingin apa heh?
Rehan makin emosi lalu merem mobilnya. Pingkan terkejut dan melotot pada Rehan.
Rehan
keluar..
Pingkan
apa?
Rehan
keluaaarrr...
Pingkan lalu melepas sabuk pengamannya, lalu keluar dari mobil Rehan. Pingkan lalu menutup kasar pintu mobilnya, lalu Rehan melajukan mobilnya dan meninggalkan Pingkan di jalan. Pingkan lalu memesan Gocar. dia akan kembali ke cafe karna mobilnya masih disana.
Di cafe, sepeninggalan Rehan dan Pingkan, Dave melihat Clara menarik nafas panjang dan menghembuskannya dengan panjang juga.
Dave
hei sayangku.. kamu baik baik saja kan?
Clara
ya.. makin lebih baik..
makasih ya Dave..
Dave
what..? Dave?
Clara
heheh.. sorry.. sayangku.. hehhe..
Dave
hmm..
so.. kamu masih mau bertemu dengan mereka?
Clara
kenapa tidak? aku jadi kasihan melihat Pingkan..
Dave
kasihan?
Clara
ya.. sepertinya dia sangat tertekan..
Dave
sayang.. apa kamu memikirkan itu?
Clara
tapi dia seorang wanita sepertiku Dave.. pasti sangat berat...
Belum selesai Clara berbicara, Dave tertawa dengan nyaring. Clara terkejut mendengar suara tawa Dave.
Clara
kamu kok tertawa sih? lucu ya?
Dave
ya.. lucu.. kok ada ya wanita seperti kamu ini.. udah disakiti, tapi masih kasihan melihat orang menyakitinya..
Clara
Dave...
kalau kamu gimana? seandainya kamu ketemu mantan istrimu, trus dia lagi kesusahan dan butuh pertolongan, apa kamu mau mengabaikannya heh?
Dave
hahaa.. aku sama kamu ceritanya beda sayangku.. jadi ngak usah mikir sampe ke sananya deh.. heheh..
Dave lalu memeluk Clara lalu mencium puncak kepalanya. Clara hanya bisa terdiam dan tidak melanjutkan cerita mereka tadi. Dave lalu mengajak Clara pulang ke rumah Clara, karna papa dan mama Dave ada disana. Mama dan papanya Dave akan pamit, karna mereka akan kembali ke Jakarta. Akhirnya Clara dan Dave pulang.
Sesampainya di rumah, semua orang sedang duduk duduk santai di ruang tamu rumahnya dan sedang mengobrol. Mutiara sedang duduk di pangkuan tante Melly, sedangkan Alfa duduk di antara tante Melly dan om Suryo. Dave langsung duduk bergabung dengan mereka, lalu Clara setelah salaman, pamit ke kamarnya sebentar. Dan tak lama kemudian Clara datang dan bergabung bersama Dave dan lainnya.
Mama Melly
nah.. karna semua sudah berkumpul disini, aku akan menyampaikan maksud kami ke sini.
Kami ingin mengundang keluarga pak Ronald semua untuk hadir di acara ulang tahunku minggu depan. dan kami sangat mengharapkan kedatangan kalian semua.
papa Ronald
yaa tentu saja kami semua akan hadir..
mama Melly
trima kasih.. trima kasih..
cucu cucu oma ini juga ya.. harus hadir...
mutiara
pasti oma...
Alfa menganggukkan kepalanya. Clara dan Dave juga hanya bisa saling menatap lalu tersenyum.
Setelah perbincangan mereka itu, om Suryo dan tante Melly pamit. mereka akan pulang ke jakarta siang ini. jadi setelah dari rumah orang tua Clara, mereka langsung ke bandara. Dave masih tinggal disitu, karna dia masih ingin menghabiskan waktu bersama Clara dan anak anaknya. Setelah mengantar om Suryo dan tante Melly sampai di depan rumah, mereka semua masuk ke dalam rumah lagi. Lalu Mutiara menarik tangan Dave dan mengajaknya duduk di sofa ruang tamu. Setelah Dave duduk, Mutiara lalu ikut duduk di pangkuan Dave.
Mutiara
apa ayah juga akan pulang?
Dave
hmm.. ya.. tapi mungkin nanti besok..
Mutiara
apa ayah tidak bisa tinggal lebih lama lagi?
Dave
hah?
Mutiara
ayah.. apa ayah bisa menghabiskan waktu libulan sekolah ini belsama Muti dan kakak?
Dave melihat wajah permohonan Mutiara dan Dave tak tega mengecewaķannya.
Lalu Clara datang dan melihat wajah sedih putrinya itu.
Clara
heii.. ada apa ini heh?
Mutiara dan Dave hanya melihat Clara tapi tak menjawab apapun. Clara menjadi bingung lalu menatap Dave.
Clara
ada apa?
Setelah berpikir sejenak, Dave mendapat ide.
Dave
ooh.. gimana kalau hari ini kita ke tempat bermain? di mall mungkin?
Mutiara langsung tersenyum dan bersorak
Mutiara
yeeee.. ayok ayok.. Muti mau main sama ayah.. ye..
Muti siap siap dulu ya.. dan mau panggil kakak juga..
ayok ma siap siap.. kita OTW... yeee..
Mutiara lalu turun dari pangkuan Dave, dan tak lupa dia mencium pipinya Dave. Mutiara sangat senang, akhirnya dia bisa menghabiskan waktu dengan ayahnya itu.
Clara yang kebingungan melihat putrinya itu lalu menatap Dave. Dave sedang tersenyum bahagia melihat Mutiara yang kegirangan.
Clara
ada apa sih?
Dave
ayo kita ke tempat bermain. Putriku ingin bermain..
Clara
hah?
Dalam hati Clara terasa sangat bahagia karna Dave menyayangi putrinya. bahkan Dave menyebut putrinya itu putrinya juga.
Dave
hei sweety.. kenapa bengong gitu heh? ayo sana lihat putri kita, dia sedang siap siap loh..
Clara terkejut dan sadar dalam lamunannya, lalu tertawa dan berjalan menuju kamar putrinya. Sesampai di kamar putrinya, sudah ada pengasuh yang membantu putrinya bersiap. Clara melihat putrinya sedang bercerita pada pengasuh tentang ayahnya.
Clara
eh putri mama makin cantik aja ya..
Mutiara
iya dong.. mamanya cantik, anaknya juga halus cantik dong.. hehehe..
Clara
duuh.. makin pinter ya anak mama ini..
Clara lalu mencium pipi putrinya itu, dan Clara melanjutkan merapikan baju lalu menyisir rambut panjang putrinya itu. Setelah selesai, Mutiara langsung meninggalkan kamarnya dan berlari menuju kamar kakaknya. Clara juga mengikutinya. Di kamar Alfa, Alfa juga sudah siap. Clara tersenyum melihat putra putrinya itu. Apalagi putranya yang sudah remaja dan sangat ganteng, membuat Clara tak habis pikir bahwa sekarang anak anaknya sudah tumbuh besar dengan cepat.
Alfa
mama.. kenapa belum siap siap?
Clara
ohya.. mama ke kamar dulu ya..
Alfa
ok.. kita tunggu di bawah ya Ma..
Clara
iya..
Clara menuju kamarnya dan bersiap.
Diruang tamu, Mutiara, Alfa dan Dave sedang membicarakan tentang rencana mereka selama liburan.
Dave
tapi.. ayah harus kembali ke jakarta besok, ayah harus menyelesaikan pekerjaan ayah yang terlewat 2 hari ini, tapi 2 hari ke depan ayah akan kembali dan kita habiskan waktu libur bersama.. okey..
Mutiara
okhey ayah.. ayah sudah janji ya..
Alfa
eh.. bukannya minggu depan kita akan ke Jakarta? kan tadi sudah di undang oma Melly sama opa Suryo..
Mutiara
oh iya ya..
yaaaah.. tlus gimana dong dengan lencana kita tadi.. heeh.. sedih deh...
Dave
ooh gini aja.. Muti sama Alfa habiskan liburannya aja di Jakarta, gimana?
Alfa
kalo aku sih oke oke aja.. tapiii mama...
Mutiara
aaah.. nanti Muti yang bujuk mama.. heheh..
Dave
ok.. jadi papa akan tunggu kalian di Jakarta ya..
Mutiara, Alfa
okey...
Lalu Clara datang dan mereka pun terdiam, hanya senyuman yang menampakkan wajah mereka.
Clara
yuk berangkat..
Dave
ayook...
Mereka lalu pamit pada papa Ronald dan mama Eva. Mama Eva yang melihat mereka berempat sangat bahagia.
mama Eva
mereka terlihat sangat bahagia ya Pa... mama senang skali melihat Lala sebahagia itu...
papa Ronald
yaa.. Lala berhak bahagia ma.. sudah waktunya dia mendapatkan kebahagiaannya..
mama Eva
yaa.. Lala ku sayang..
Papa Ronald
Doa kita mulai di jawab Tuhan ma..
mama Eva
iya.. Pa..
besok kita ke panti asuhan ya..
papa Ronald
ya.. ikut mama ajah..
mama Eva
heheh.. makasih sayangku..
Mama Eva berencana besok ke panti asuhan. mama Eva selalu menyempatkan dirinya untuk berbagi di panti asuhan, dan suaminya selalu ikut dengannya. suaminya sangat senang dengan jiwa berbagi istrinya itu dan selalu mendukungnya.