Clara, Dave, Alfa, Mutiara, sudah sampai di salah satu mall besar di kota Z. Mereka lalu menuju tempat bermain. Begitu tiba di area bermain, Dave dan Mutiara langsung menuju tempat membeli kartu dan mengisi saldo, jadi mereka sekarang bisa bermain sepuasnya. Alfa dan Clara yang tadi sedang menunggu Dave dan Mutiara lalu berkumpul lagi dan berjalan di area bermain mencari permainan apa yang akan mereka mainkan. Mutiara yang melihat kereta berjalan langsung ingin menaikinya. Mutiara lalu mengajak Dave naik bersamanya. Mutiara sangat senang akhirnya dia bisa bermain bersama ayahnya. Dave selalu menuruti apapun permainan yang akan Mutiara mainkan. Alfa juga tak ketinggalan bermain. banyak permainan yang dia mainkan. Dari mengambil boneka sampai main perang perangan. Alfa juga kadang bermain berdua, bersama Dave, lalu bersama Clara dan ada juga yang bersama Mutiara. Mereka sangat menikmati kebersamaan mereka itu. Mereka sampai mendapat tiket yang banyak.
Mutiara
kak.. nanti tiketnya mau di tukal apa ya?
Alfa
terserah kamu aja..
Mutiara
jadi semuanya buat Muti ya kak?
Alfa
iya..
Mutiara
yeeeea... makasih kakakku yang ganteng..
Alfa hanya tersenyum dan melanjutkan permainannya. Alfa sedang asik memasukkan bola voli ke keranjang, dan poinnya makin banyak, dan pastinya tiketnya akan bertambah juga. Setelah permainan Alfa selesai, Mutiara sangat kegirangan melihat tiket yang keluar dari tempat main kakaknya itu yang sangat banyak. Lalu mereka sama sama mengumpulkan tiket itu sambil tertawa bersama.
Clara melihat jam sudah jam 5.30 sore. Clara lalu mengajak Dave dan anak anaknya behenti bermain, lalu mengajak mereka untuk makan. karna Clara memang sudah merasa sangat lapar.
Clara
guys.. mainnya cukup ya hari ini..
Mutiara
yaah mama.. masih asik nih maa..
Clara
sayang, ini udah mau malam loh..
kalian ngak lapar ya? heh?
Mutiara
emang mama lapar ya..?
Clara
banget sayang..
Mutiara
haha.. mama.. mama..
Mutiara dan Alfa langsung tertawa karna melihat wajah permohonan mamanya, wajah permohonan karna kelaparan.. Alfa dan Mutiara sangat tau mamanya. Pasti kalo udah mencium aroma aroma makanan, atau melihat ada orang lain yang sedang makan enak, pasti bawaannya lapar.
Alfa
mama.. pasti karna lihat yang itu ya..?
(sambil menunjuk seorang remaja lagi makan bakso goreng)
Clara hanya bisa tertawa malu karna ketahuan anak anaknya. Dave yang sedari tadi hanya memperhatikan dan mendengarkan obrolan Clara dan anak anaknya hanya bisa ikut tertawa karna merasa lucu melihat wajah malu Clara.
Dave
ayo ayo.. kasian mama loh.. coba lihat wajahnya udah mulai memerah.. hahah..
Clara
aaah...
Clara lalu memukul pelan lengan Dave lalu tertawa. Alfa dan Mutiara juga ikutan tertawa. Lalu mereka berjalan menuju tempat penukaran tiket dan Mutiara memilih menukarnya dengan boneka kitty dan sebuah sisir kitty. Clara sangat senang sekali. Lalu mereka meninggalkan area bermain itu dan menuju tempat makan yang ada di mall itu. Mereka memilih tempat yang tersedia bermacam macam makanan. Clara lalu memesan mie bakso, Dave memesan mie pangsit goreng, Alfa memesan ayam geprek, dan Mutiara memesan nasi goreng seafood. Tak lupa juga minuman. Clara memesan jus alpukat, Dave, Alfa dan Mutiara juga ikutan memesan jus alpukat, dan tak lupa minuman tambahan yaitu air putih dalam botol. Sementara menunggu pesanan mereka, mereka mengobrol.
Mutiara
ayah.. nanti kita jalan jalan baleng lagi ya.. Muti sangat senaaaaang bangeeet hali ini..
Dave
iya sayang.. pasti itu..
Mutiara
Makasih ayah..
Alfa
makasih ayah..
Clara terkejut mendengar Alfa mengatakan itu. Kali ini adalah pertama kalinya Clara mendengar langsung Alfa memanggil Dave dengan sebutan Ayah. Clara terkejut tapi juga sangat senang, karna itu artinya putranya itu sudah sangat menerima Dave menjadi ayahnya. Yaa walaupun sejak awal Alfa sudah menunjukkan bahwa dia juga menerima Dave menjadi ayahnya seperti Mutiara, tapi untuk memanggil Dave dengan panggilan Ayah, ini adalah kali pertamanya. Dave juga merasa sama seperti yang Clara rasakan. Dia sangat senang mendengar Alfa memanggilnya Ayah. Dave merasa bahwa dirinya benar benar sudah di terima oleh anak anaknya Clara.
Dave
sama sama.. (sambil tersenyum)
ttima kasih juga untuk kalian berdua.. anak anak ayah..
trima kasih La..
Dave tak bisa menahan airmata bahagianya. akhirnya airmatanya jatuh juga. Mutiara lalu mendekati Dave lalu menghapus airmata Dave, Alfa juga ikut mendekati Dave dan memeluk Dave dari belakang. Dave tak bisa berkata apalagi karna dia sangat sangat bahagia. Dave mengusap tangan Alfa yang memeluknya, lalu memeluk Mutiara lalu mencium pipinya. Clara yang melihat itu hanya bisa tersenyum dan airmata bahagianya juga tak bisa ditahannya. Alfa yang melihat mamanya itu lalu melepaskan pelukannya pada Dave lalu berpindah pada mamanya dan memeluk mamanya.
Alfa
ma.. ini airmata bahagia kan?
sambil menganggukkan kepalanya, dan tersenyum Clara juga menjawab
Clara
yaa.. yaa...
Mutiara juga datang memeluk mamanya, lalu Dave juga ikutan memeluk mereka bertiga.
Suasana mereka itu terhenti karna 2 orang pelayan sudah datang membawa pesanan mereka. lalu para pelayan itu tersenyum melihat mereka berempat.
pelayan 1
permisi... maaf mengganggu suasana kalian..
Clara
oh ngak papa kok.. silahkan
pelayan 1
trima kasih
kedua pelayan itu sambil tersenyum lalu meletakkan pesanan mereka di meja.
pelayan 2
romantis banget ya keluarga ini.. keluarga bahagia.. anak anaknya juga cantik dan ganteng.. sama kayak ayah ibunya..
Dave
hehe.. trima kasih
Alfa
kak.. boleh ngak tolong fotoin kami?
pelayan 2
oh ya.. tentu.. dengan senang hati..
Alfa lalu menyerahkan hp nya pada pelayan itu, lalu Alfa duduk disamping Dave, Dave duduk bersebelahan dengan Clara, lalu Mutiara di samping Clara. Jadi Clara dan Dave ada di tengah. Setelah 2x di klik, Alfa minta di foto lagi, dengan posisi Alfa dan Mutiara di tengah. Alfa bertrima kasih pada pelayan itu dan mengambil kembali hpnya.
Dan sebelum makan, Alfa meminta untuk memfoto mama dan ayahnya berdua. Clara yang malu malu mengiyakannya juga. Lalu mereka lalu makan bersama. tapi diam diam Alfa merekam dengan hanya durasi 5 detik kebersamaan mereka itu, tapi dengan banyak video. Alfa akan mengeditnya nanti menjadi sebuah video, dan dia ingin mengunggahnya di youtubenya.
Sambil makan, Clara tak berhenti menatap Dave. Clara menatap Dave sambil berpikir dan berkata dalam hatinya Tuhan, jika dia memang orang yang Kau utus untuk membahagiakanku dan anak anakku, mohon berikan petunjukmu. jika hari ini aku melihat putraku menciumnya, aku anggap itu adalah jawaban iya dariMu. Dave menyadari Clara menatapnya dari tadi, Dave lalu menatap Clara dan tersenyum.
Dave
apa ada sesuatu di wajahku sweety?
Clara terkejut dan menjadi gugup dan menjadi salah tingkah. sambil tersenyum malu Clara menjawab
Clara
ah.. tidak.. tidak.. heheh.. maaf..
Dave
maaf..? untuk apa? hehehe..
Clara
eh.. tidak.. tidak.. ayo lanjutkan makannya..
Alfa yang melihat mamanya menjadi gugup begitu hanya bisa tersenyum. Dave juga tersenyum lalu saling bertatapan dengan Alfa lalu mengedipkan matanya ke Alfa. Alfa membalas mengedipkan mata juga ke Dave lalu mereka tertawa bersama.
Dave
habis makan, kita kemana lagi?
Alfa
kita pulang aja..
Mutiara
iya.. kita pulang aja.. Muti dah capek..
Dave
yakin nih?
Mutiara dan Alfa menganggukkan kepalanya.
Dave
okhey deh..
Selesai makan, jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Mereka pun bersiap untuk pulang. tempat makan mereka adalah di lantai 4 mall itu, mereka pun berjalan menuju lantai 1. Mutiara memegang tangan Dave saat berjalan, Clara dan Alfa di belakang mereka dan berjalan mengikuti mereka. Dan saat di tangga turun menuju lantai 3, seseorang menyentuh pundak Clara dari belakang. Clara menengok ke belakang dan melihat orang yang menyentuhnya.
Clara
mama.. papa...
(mereka adalah mantan mertuanya, ya papa Heru dan mama Dewi)
Clara lalu memeluk dan cipika cipiki dengan mereka. Clara melihat balita perempuan yang ada di gendongan papa Heru, dan langsung memegang tangan balita itu lalu tersenyum padanya. balita itu juga ikut tersenyum pada Clara. Dan setelah mereka sampai di lantai 3, balita itu masih menggenggam jari Clara.
Clara
hai cantik.. siapa namamu..
Clara tau balita itu tak mungkin menjawabnya. Lalu mama Dewi yang menjawabnya.
mama Dewi
namanya Aleta. emm.. ini anaknya Rehan dan Pingkan nak..
Clara lalu tersenyum dan masih tersenyum pada balita itu. Clara tidak merasa kaget atau apapun, tapi Clara hanya tersenyum.
Sejak tadi mama Dewi dan papa Heru memperhatikan Dave. Bahkan sejak masih di area bermain sampai di tempat makan, mereka sudah melihat Dave, Clara dan cucu cucu mereka.
papa Heru
apa kabar cucu cucu opa..
Alfa
baik opa..
Mutiara
Muti juga baik opa..
Opa.. ini anak siapa?
Papa Heru dan mama Dewi bingung harus jawab apa. mereka lalu saling pandang dalam kebingungan mereka..
Alfa
ini anaknya tante Pingkan.. Muti pasti ngak kenal kan?
Alfa menjelaskan pada Muti dengan suara lembut, agar adiknya itu tak banyak bertanya lagi. Mutiara pun hanya mengangguk dan hanya menjawab dengan mulutnya yang terbuka membentuk huruf O.
Papa Heru dan mama Dewi ikut tersenyum dan menatap Muti, lalu mereka melihat ke arah Dave. Dan Clara langsung menyadari tatapan itu lalu Clara memperkenalkannya.
Clara
oh ya ma.. pa.. kenalkan.. ini Dave..
Sambil tersenyum Dave memberikan tangan kanannya untuk salam perkenalan, lalu papa Heru menerimanya dan mama Dewi juga..
Mutiara
ini ayah Muti dan kakak opa.. oma..
Clara dan Dave hanya bisa saling pandang, dan Clara jadi merasa tidak enak pada mama Dewi dan Papa Heru.. Tapi papa Heru dan mama Dewi hanya tersenyum melihat kegugupan Clara, lalu mama Dewi memegang lengannya Clara dan berkata
mama Dewi
oh.. jadi ini calon suamimu nak?
Clara terkejut mendengar mama Dewi mengatakan itu, Clara berpikir, dari mana mamanya bisa tau? Mama Dewi hanya tersenyum.
Mama Dewi
Mama sudah dengar dari orang tuamu nak.. kami sering ngobrol bareng loh.. heheh..
dan mama sama papa sangat senang kamu bisa bahagia nak. Tadi juga kami sudah melihat kalian semua, dan mama sama papa sangaaatt bahagia melihat tawa bahagia kalian apalagi cucu cucu oma ini..
kalian terlihat sangat bahagia skali hari ini.. mama dan papa akan slalu berdoa untuk kebahagian kamu dan anak anakmu..
oh ya.. trima kasih juga untukmu nak Dave..
Dave
sama sama tante.. om...
(sambil tersenyum)
papa Heru
nak.. kapan kapan berkunjunglah ke rumah kami ya..
Clara
iya pa.. pasti..
papa Heru
hmm.. baiklah, apa kalian mau pulang skarang?
Clara
iya pa.. anak anak sudah capek katanya..
papa Heru
ohya baiklah.. kami juga mau pulang skarang.. ayo..
Mereka pun melanjutkan langkah mereka menuju lantai 1, dan ke tempat parkir.
Diperjalanan pulang, Alfa meminta untuk singgah di tempat menjual martabak dan malabar. Alfa ingin membeli martabak untuk para pembantu dan pengasuh, dan malabar untuk opa omanya. Kebiasaan yang dilakukan Clara sejak masih gadis dan mulai memiliki penghasilan sendiri, dan sampai sekarang, lalu diikuti oleh Alfa. Dave kaget mendengar pesanan Alfa yang banyak. Awalnya Dave berpikir Alfa ingin membeli untuk dimakannya sendiri, tapi saat mendengar Alfa memesan 5 paket martabak dan 1 paket malabar, Dave terkejut bukan main. Dave hanya diam dan menunggu tanpa bertanya.
Sesampainya di depan pagar rumah Clara, satpam membukakan pagar lalu mobil siap masuk. Clara lalu meminta Dave menghentikan mobilnya sebentar di depan pos satpam, lalu Alfa membuka kaca mobil di samping tempat duduknya lalu memberikan sekotak martabak pada pak satpam. Pak satpam menerimanya dan mengucapkan terima kasih. Dave yang melihat itu tersenyum. Lalu Dave menjalankan lagi mobilnya dan sampai di depan pintu rumah Clara. Mereka semua turun lalu Mutiara dan Alfa membawa bungkusan martabak dan malabar tadi. Mereka masuk ke dalam rumah dan ternyata mama dan papa Clara masih ada di ruang TV sedang menonton. Papa sedang nonton berita, sedangkan mama duduk di samping papa sambil bermain hp. Alfa lalu memberikan sekotak berisi malabar kesukaannya opa omanya itu. Omanya menerimanya dan bertrima kasih pada cucunya itu. Lalu 4 kotak martabak lainnya Alfa bawa di dapur dan menaruhnya di meja makan, lalu memanggil pengasuhnya dan meminta pengasuhnya memanggil semua pembantu yang ada di situ. San pengasuhnya pun melakukan seperti yang disuruh Alfa. Pengasuh di rumah itu ada 2, yaitu pengasuhnya Alfa dan pengasuhnya Mutiara. Dan ada pembantu lain untuk dapur, rumah dan taman semuanya 6 orang. Karna rumah mereka yang besar dan juga ada taman yang besar, jadi membutuhkan pembantu rumah. Dan mungkin memang harus begitu jika memiliki hunian yang besar. Apalagi papa Ronald tidak ingin istrinya melakukan pekerjaan rumah sendirian. Sejak papa Ronald berhasil dalam bisnisnya, papa Ronald mulai memanjakan istrinya itu. Karna sejak menikah dan punya anak Clara dan Carlo, istrinya itu sudah berjuang bersamanya dari susah sampai bisa seperti skarang. Jadi papa Ronald ingin istrinya itu menikmati kehidupannya dengan santai, dan tidak disibukkan dengan pekerjaan rumah. walaupun mama Eva sering masak sendiri untuk keluarganya, tapi setidaknya mama Eva tidak sendirian. ada pembantu yang membantunya.
Dan setelah semua pembantu berkumpul, Alfa memberikan martabak martabak tadi dan para pembantupun menerimanya dan tak lupa mereka mengucapkan terima kasih pada Alfa. Alfa tersenyum dan meninggalkan mereka dan menuju ruang tv. opa omanya juga sedang menikmati malabar yang dibeli Alfa tadi.
Dave yang memperhatikan Alfa sejak tadi tarsenyum dalam hatinya. Mama Eva yang memperhatikan Dave menyadari apa yang Dave pikirkan.
Lalu Alfa pamit ke kamarnya. Tapi sebelum itu dia menghampiri Dave dan mengatakan trima kasih padanya karna sudah menemani mereka menghabiskan waktu hari ini. Alfa mengatakan bahwa dia sangat bahagia.
Clara yang melihat itu dari tangga, tersenyum bahagia. Dave juga tersenyum pada Alfa. dan sebelum Alfa pergi, Alfa memeluk Dave dan Dave juga membalas memeluknya. lalu Alfa mencium pipinya Dave. Dave sangat terkejut dengan yang dilakukan Alfa padanya, tapi dia juga sangat bahagia, karna Dave merasa Alfa benar benar telah menerimanya. Begitu banyak kejutan bagi Dave hari ini. Tapi Dave bersyukur karna kejutan kejutan itu mengarah pada kebahagiaannya dan calon keluarganya. Lalu Alfa ke kamarnya. Dan dari tangga, Clara menatap heran pada putranya itu, dan dalam hati Clara berkata bukankah ini yang aku minta menjadi petunjuk dariMU Tuhan? dan secepat inikah jawabanMU? oh Tuhan.. kenapa aku menjadi sangat gugup? Lalu Alfa mengagetkan Clara
Alfa
mama lagi mikirin apa sih?
Clara
eh.. ngak ada kok.. heheh..
Alfa
ya udah kalo gitu, aku ke kamar ya ma..
Clara
iya sayang.. jangan lupa bersihkan dirimu dulu ya sebelum tidur..
Alfa
iya ma...
Alfa lalu ke kamarnya dan Clara ke kamar Mutiara.
Dave sudah duduk di kursi yang terletak di samping kursi panjang tempat duduknya mama Eva dan papa Ronald. Mama Eva lalu menjelaskan tentang Alfa yang membelikan mereka malabar dan martabak.
Mama Eva
Dave.. yang kamu lihat tadi itu, semua ini awalnya kebiasaannya Lala.. lalu menular deh sama Alfa.. hehe..
papa Ronald
heheh.. menular.. emang ini penyakit ya ma.. heheh..
mama Eva
eh iyalah.. penyakit kebaikan.. hahaha..
Dave dan papa Ronald ikut tertawa mendengar kata kata mama itu.
Mama Eva
dulu, waktu Lala lulus SMA, disuruh kuliah.. ngak mau.. katanya ingin membantu papanya kerja.. duuh.. anak itu..
lalu saat dia ikut papanya ke sana ke mari, kan karna papanya lihat anaknya itu niat banget nih mau kerja, jadi papanya kasih pekerjaan dan di gaji. Dia sangaat senaang sekali waktu menerima gaji pertamanya, dan tau ngak.. gaji pertamanya itu setengah dia tabung, dan setengahnya lagi dia pake untuk mentraktir kita makan. Dan dia juga membelikan adiknya hadiah. kan adiknya masih SD waktu itu, trus ada sepatu skolah yang disukai adiknya waktu mereka melewati sebuah toko dekat sekolahnya, dan ternyata Lala masih ingat.. dan di belilah sepatu itu.. wah Carlo benar benar sangat senang skali waktu mendapatkan hadiahnya itu. dan setiap Lala ada uang lebih, pasti dia akan membelikan kami semua sesuatu. Dan ya sampai sekarang, kebiasaannya itu ngak ilang ilang. Beginilah Dave.. Anaknya juga mulai ikutan sepertinya.. hehe..
Papa Ronald
iya.. Lala itu pekerja keras. Liburan di Bali waktu itu juga, dengan susah payah kami membujuk Lala untuk ikut.. kami sampe menyuruh Mutiara dan Alfa yang bujukin Lala loh.. katanya dia sangat sibuk, ngak bisa kemana mana.. hah.. anak itu..
mama Eva
padahal waktu dia masih menikah dulu, mama ngak sanggup melihat ketegaran Lala, padahal dia sangat menderita.. tapi dia ngak mau cerita sama siapapun, pada tante atau om pun dia ngak cerita apa apa..
Tiba tiba Clara datang. Clara habis menemani Mutiara tidur. Dan cerita mama Eva terhenti.
Clara
hmm.. kok diam ma.. hmm.. lagi cerita tentang Lala ya..?
Mama Eva
iya.. tapi kamu sudah disini, ya udah deh.. ntar kamu marah lagi.. heheh..
Clara
lagi cerita apa sih?
mama Eva
udah.. ngak usah di bahas..
ya udah.. mama sama papa mau ke kamar.. ngantuk.. hehehe..
temani Dave, kasian sendirian.. hehehe..
Papa Ronald dan mama Eva lalu meninggalkan mereka. Clara lalu duduk di kursi panjang yang diduduki mama dan papa tadi. Clara lalu melihat ke arah Dave lalu Clara menepuk nepuk kursi disampingnya, maksudnya mengajak Dave untuk duduk bersamanya. Dave pun tersenyum lalu berpindah duduk di samping Clara. Dave lalu menggenggam tangan Clara lalu menciumnya. Clara tersenyum.
Clara
jam berapa besok penerbanganmu?
Dave
jam 9
Clara
aku antar ya..
Dave
ngak usah.. kamu kan besok pagi sibuk..
Clara
ngak apa apa di tunda kok kerjaannya.. aku mau antar kamu dulu..
Dave
terserah kamu deh..
ohya.. nanti minggu depan kamu juga ke Jakarta kan?
Clara
yaa..
Dave
nanti tinggal beberapa hari ya disana..
Clara
hah? tapi mungkin anak anak udah mau sekolah loh..
Dave
belum.. masih ada sisa 3 hari libur..
aku udah janji loh sama anak anak akan ngajak mereka liburan disana..
Clara
hah? kalian udah janjian?
Dave
iya.. hehee..
Clara
astaga.. jadi anak anakku mulai melangkahi ku ya..?
Dave
kan sekarang aku ayah mereka.. jadi ayah mereka sekarang yang nomor 1.. heheh..
Clara
ow..ow.. gitu skarang ya? ooh.. harus bikin perhitungan nih kalo kayak gini..
Dave
hahaa.. kamu cemburu ya...?
Clara
iyalah.. kayaknya anak anakku mulai sayang sama kamu deh.. dan aku mulai diabaikan.. heeh..
Dave
hahaha.. kamu lucu deh sayang..
Clara
heeh...
Dave
kan masih ada aku yang sayang sama kamu...
Clara
beda tau..
Dave makin tertawa karna melihat Clara yang mulai manja. Dave lalu mencubit pelan hidung Clara, lalu Clara melipat kedua tangannya di depan dadanya lalu bersandar di sandaran kursi dengan wajah kesal. Dave menjadi gemas melihat wajah Clara itu, lalu Dave mencium pipi Clara, lalu pipi satunya lagi, lalu bibir Clara. Clara lalu memeluk leher Dave dan menatap wajah lalu mata Dave.
Clara
kenapa sih aku mulai sayang sama kamu?
Dave
hmm? jadi skarang udah mulai sayang sama aku ya? bukan lagi hanya sekedar suka?
Clara
ya.. kamu membuat hari hariku terbiasa dengan adanya kamu Dave.. jadi kadang tanpa mendengar suaramu sehari aja, sangat terasa hariku ada yang kurang..
Dave
itu tandanya Cinta loh..
Clara
cinta? begitukah?
Dave
ya.. aku berharap mendengar kamu mengatakan i love you padaku.. walaupun belum sekarang, tapi aku yakin suatu saat kamu akan mengatakannya..
Clara
hehe.. ya..
Dave
i love you Clara Alexandra..
Dave lalu memiringkan kepalanya lalu mencium bibir Clara. Clara tak bisa menolaknya dan membalas ciuman Dave. tangan Clara mulai pindah di kelapa Dave dan membelai rambut halus Dave. Dave lalu mengangkat pelan tubuh Clara dan mendudukkannya di pangkuannya dengan posisi kaki Clara terbuka dan kaki Clara berada di kursi. Clara sudah terduduk di pangkuan Dave. Lalu ciuman mereka terhenti, lalu saling memandang. Dave memegang wajah Clara, dari pipi, lalu hidung, lalu mata, lalu telinga, lalu bibirnya. Clara menjadi malu karna Dave tak berhenti memandang setiap inci wajah Clara. Dave tersenyum lalu menarik pelan kepala Clara mendekati wajahnya, lalu Dave memiringkan kepalanya dan mencium bibir Clara. Ciuman mereka makin panas. Dave lalu menurunkan tangannya dan sudah berada di p******a Clara. Clara mendesah dan Dave makin mencumbu Clara dengan panasnya. Tangan Dave mulai masuk melalui kaos bagian bawah Clara, lalu naik ke p******a Clara. Dan saat Dave akan membuka pengait bra Clara, Clara menahan tangan Dave, lalu mengeluarkannya. Ciuman mereka pun terhenti. Clara menatap Dave dan tersenyum, lalu turun dari pangkuan Dave dan duduk kembali di kursi.
Clara
jangan disini.. kalo sampe ketahuan gimana? malu tauu..
Dave yang menyadari itu langsung tersenyum malu.
Dave
iya ya.. maaf.. hampir aja tak terkontrol.. heheh..