Dibandara, Dave siap berangkat kembali ke Jakarta. Clara dan anak anaknya mengantarnya ke bandara. Dave berpamitan lalu Alfa dan Mutiara memeluk dan mencium pipi Dave, lalu Dave juga begitu. Lalu betpamitan pada Clara lalu mereka saling berpelukan, lalu Clara mencium pipi Dave. Dave juga mencium pipi Clara lalu mencium bibirnya. Clara menjadi malu karna anak anaknya melihatnya, tapi anak anaknya hanya tertawa melihatnya. Dave lalu berjalan menuju tempat cek in, lalu bersiap untuk berangkat.
Diperjalanan pulang ke rumah, Clara yang dari tadi hanya diam membuat anak anaknya penasaran. karna biasanya Clara yang suka bercerita atau bertanya apapun, ini malah diam saja. Alfa dan Mutiara pun saling menatap kebingungan.
Mutiara
mama....
mama.....
Clara masih diam, pandangannya hanya lurus ke depan sambil melihat jalan, karna Clara sedang menyetir.
Mutiara
mama.....
Alfa lalu menggoyangkan pundak Clara karna Clara masih diam saja. Clara lalu terkejut dan berteriak.
Clara
ya...ya... ada apa...?
Mutiara
mama kenapa sih? saliawan ya?
Clara
hah? sariawan? ngak kok...
Mutiara
tapi kenapa dali tadi diam aja hah? di panggil panggil juga tetap diam aja...?
Clara
ah masa sih? ngak kok..
Alfa
ooh.. mama lagi mikirin ayah ya?
Clara
hah? apa? e.. ngak kok.. mama lagi fokus nyetir, makanya ngak denger tadi kalu di panggil..
Mutiara
cie...cie.. ehem.. ehemm...
Alfa
ketahuan ma... kangen kan? kan?
Clara
ih apaan sih? sok tau deh...
Mereka pun tertawa bersama. Alfa melihat mamanya yang menjadi salah tingkah apalagi wajah mamanya mulai memerah, Alfa lalu diam diam merekam wajah mamanya itu tanpa Clara sadari. karna kalau mamanya sampai tau, pasti mamanya akan memarahinya. Sesampainya di rumah, mama Eva memanggil mereka bertiga dan mengajak mereka ke dapur. Mama Eva baru selesai membuat kue, resep barunya lagi. Lalu mama Eva memberikan sepotong sepotong untuk mereka bertiga. Saat Clara mencicipinya, Clara sangat menyukainya karna ada rasa kopi dan vanilanya juga. Alfa dan Mutiara juga menyukainya, karna ada krim manis di atasnya. Mama Eva sangat senang karna kuenya berhasil. Selesai makan kue, Clara menuju kamarnya karna ada sesuatu yang diambilnya, lalu kembali ke dapur dan pamitan pada mama dan anak anaknya, karna Clara akan ke restorannya.
Di perjalanan menuju restorannya, Clara mendapat telpon dari manager cafenya. Lalu dengan cepat Clara menjalankan mobilnya dan bergegas ke cafenya. Dan sesampai di parkiran depan cafenya itu, dia melihat ada keributan di dalam cafenya. Lalu Clara berjalan cepat dan masuk. Saat Clara masuk, Clara langsung mendekati sumber keributan itu dan begitu melihat orang itu, Clara langsung marah dan berteriak.
Clara
Rehan....
Rehan langsung melihat ke arah Clara lalu tertawa bahagia.
Rehan
owh.. hello my darling.. my love.. my everything...
Clara yang masih marah hanya bisa menatap tajam pada Rehan. Rehan berjalan mendekati Clara dan akan memeluknya, tapi Clara dengan cepat mendorong tubuh Rehan dan menjadi menjauh darinya.
Rehan
oh ayolah sayang.. jangan kasar begitu.. heheh..
Clara
kamu mabuk ya? heh?
Rehan
ngak kok.. aku sadar sayang..
Clara
lalu kenapa bikin keributan disini heh?
apa maumu?
Rehan
ooh ayolah.. mari bicara baik baik.
aku tau ini adalah cafemu.. heheh...
coffee and cookies lala..
kenapa aku tidak menyadarinya ya? disitu sudab ada namamu, tapi aku tidak mengetahui kalau itu adalah kamu.. hahah.. bukankah aku terlalu bodoh? hahah..
ternyata kamu skarang sudah sukses ya.. wow.. aku sangat bangga padamu sayang.. sangat bangga..
Clara masih diam. Clara masih menatap tajam dan dingin pada Rehan. Rehan lalu menarik tangan Clara dan mengajaknya duduk. Clara masih diam lalu ikut duduk bersama Rehan. Setelah duduk, Clara melepaskan tangannya dengan kasar dari genggaman Rehan. Rehan hanya tertawa melihat yang dilakukan Clara itu.
Rehan
by the way, apa aku tidak dibuatkan minum? aku tamu kan disini?
Clara
kamu tamu tak diundang disini, jadi kalo mau minum, sana pergi ke kasir dan bayar pesananmu..
Rehan
hahaa.. jadi aku tak dianggap disini?
Clara
kamu membuat keributan disini, dan lihat apa yang kamu lakukan.. kamu membongkar barang barang disini.. apa begini yang namanya tamu?
Rehan
ohya.. maafkan aku.. aku terlalu semangat tadi.. aku berharap pas sampai disini, aku bisa bertemu denganmu, tapi.. pas aku tanya mereka bilang kamu ngak ada, aku pikir mereka melarangku bertemu denganmu.. tapi ternyata...
Sebelum Rehan menyelesaikan kata katanya, Clara memotongnya.
Clara
apa maumu?
Rehan menatap Clara. Rehan melihat mata Clara dan dia merasa Clara benar benar marah padanya.
Rehan
tentu saja ingin bertemu denganmu. Aku sudah coba ke rumahmu, tapi satpam dirumahmu tidak mengijinkanku masuk. ya.. aku tau, pasti ayahmu melarangku masuk. lalu aku mencari tau tempat kerjamu, dan aku sangat terkejut saat mengetahui kamu ternyata pemilik tempat ini. tempat yang lagi viral ini.. wooow.. dan, sampailah aku disini dan akhirnya bisa bertemu denganmu..
Clara
apa tujuanmu?
Rehan
santailah sayangku.. tujuanku hanya ingin menemuimu.. aku sangat merindukanmu.. dan apa kamu tidak merindukanku?
Clara
hahaha.. merindukanmu? apa kamu bermimpi?
Rehan
bermimpi? tentu saja tidak..
yaa.. kamu pasti sangat membenciku.. setelah apa yang aku pernah lakukan padamu.. tapi aku ingin meminta maaf padamu dan ingin memperbaiki semuanya..
Clara menatap mata Rehan dan Clara tidak menemukan kejujuran dimatanya itu. Clara lalu tersenyum miring.
Clara
pulanglah Re, kamu hanya membuang waktuku saja.. dan bukankah kamu juga lagi sibuk dengan pekerjaanmu?
Rehan
heh? pekerjaan? wanita jalang itu mulai membuat pekerjaanku terhalang, dia makin gila, dia ingin membuatku bangkrut..
Clara
hah? kamu yakin? hahah.. bukankah kamu Rehan yang tak terkalahkan? tapi kenapa kamu bisa selemah ini skarang hah?
Rehan menatap Clara. Rehan teringat Claranya yang dulu. Yang slalu menyemangatinya, yang slalu membantunya dalam keadaan susah, dan jika dia menjadi lemah karna mengalami stres menjalankan pekerjaannya, Clara slalu ada menguatkannya. Bantuan apapun yang dibutuhkan Rehan, pasti akan di penuhi Clara. Clara yang dulu sangat mencintainya, Clara yang dulu sanggup melakukan apapun untuknya, tapi dia menghancurkannya dan memberi luka yang sangat besar pada Clara. Rehan ingin memiliki Clara lagi, Rehan ingin Clara menjadi istrinya lagi.
Rehan
aku ingin kamu menjadi istriku lagi La..
Clara lalu berdiri dari kursinya dan menatap makin marah pada Rehan.
Clara
apa kamu gila? apa kamu lupa apa yang sudah kamu lakukan padaku? heh?
Rehan
tapi aku mencintaimu.. aku merindukanmu.. aku ingin bersamamu lagi..
Clara
segampang itu kamu bilang seperti itu? kamu tau gimana sakitnya aku waktu itu? apa kamu memikirkan itu? kamu gila Re.. kamu bukan siapa siapa aku skarang.. dan aku juga akan menikah dengan orang yang mencintaiku..
Rehan lalu menjadi emosi karna mendengar Clara akan menikah. Rehan lalu berdiri dari kursinya juga..
Rehan
tidak.. kamu istriku..
Clara
mantan istri... mantan istri Re..
Rehan
tidak.. kamu istriku.. kamu harus kembali padaku..
Rehan lalu memegang tangan kiri Clara dan berusaha memeluknya. Walau banyak orang di cafe itu yang melihat mereka, tapi Rehan tidak peduli. Clara yang mulai merasa sakit pada tangannya berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Rehan. Rehan berusaha memeluknya tapi ditampar Clara dengan tangan kanannya. Rehan merasa sangat marah karna Clara menamparnya, pipinya mulai terasa panas. Lalu Rehan hendak menampar balik pipi Clara, tapi Clara dengan cepat menendang kemaluan Rehan, dan dengan teriakan kesakitannya Rehan menunduk dan memegang k*********a yang terasa sangat sakit, lalu Rehan mulai memaki Clara dan mengeluarkan kata kata ancaman. Clara lalu memanggil satpam dan menyuruh membawa Rehan keluar dan pergi dari cafenya.
Rehan
lihat saja nanti Clara.. aku pasti akan menemuimu lagi.. kamu harus tanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan padaku..
Saat Rehan sudah menjauh dari cafenya, Clara berjalan menuju ruang kerjanya dan memeriksa kamera cctv. Semua kejadian dari awal sampai akhir terekam dengan jelas. Clara lalu menelpon Carlo dan ingin bertemu dengannya nanti malam di rumah. karna Clara tau jam jam begini Carlo sangat sibuk di perusahaan tempatnya bekerja, dan akan ada waktu luang saat malam hari sepulang kerja dan setelah mengantar pacarnya pulang dari tempat kerjanya juga.
Di rumah Rehan, Rehan sangat marah atas perlakuan Clara padanya. Rehan berbicara sendiri sambil marah marah dan teriak teriak
Clara... lihat saja nanti.. jika kamu tidak bisa menjadi milikku lagi, berarti tidak ada orang lain juga yang bisa memilikimu.. haaaah... Clara.... Clara..... aku harus cari cara agar kamu bisa kembali padaku.. kamu hanya milikku Clara...
Ternyata Pingkan mendengar semua yang dikatakan Rehan. Sejak Rehan masuk ke ruang kerjanya tadi, Pingkan mengikutinya dan menguping. Lalu Pingkan tersenyum miring dan berkata dalam hatinya.
Rehan.. Rehan.. kamu pikir Clara akan menerima kamu lagi? heheh.. tidak mungkin.. luka dihatinya pasti masih basah, jadi tak mungkin dia memaafkanmu.. apalagi kamu sama skali tidak pernah mengakui anak anak kamu, darah daging kamu sendiri.. heh? kamu pikir Clara sebodoh itu? Rehan.. Rehan.. lihat saja nanti, apa yang akan aku lakukan padamu.. kamu berani padaku skarang heh?
Pingkan lalu menjauh dari tempat itu dan menuju dapur. Dia mengambil makan siangnya dan pergi ke ruang tv lalu nonton film sambil makan, mencoba membuat keadaan seolah tidak sedang terjadi apa apa.
Di Jakarta, setiba Dave di bandara, Miko sudah menjemputnya dan langsung menuju kantornya. Dave sangat sibuk karna pekerjaannya sudah menumpuk. Mulai besok, ada beberapa meeting yang harus dihadirinya. Saat istirahat makan siang, Dave menelpon Clara, tapi Clara tidak mengangkatnya, karna Clara sedang bertemu kliennya dan membicarakan bisnis, jadi hp Clara di silent. Tapi sebwlumnya Clara sudah membuat status di wa nya, bahwa dia sedang meeting. Dave yang sudah membaca statusnya itu akhirnya mengerti kenapa telponnya tak di jawab. Lalu sementara Dave lagi makan siang, Dave menerima laporan dari Alex,orang suruhannya di kota Z yang mengawasi Clara dari jauh. Dave menerima beberapa foto dan keterangannya. Dave terkejut melihat aksi nekat Rehan, tapi Dave tertawa saat melihat aksi Clara yang menampar lalu menendang Rehan. Dave lalu berbicara sendiri sambil masih melihat lihat hpnya.
my sweety.. kamu sangat pemberani.. akhirnya kamu bisa menjaga dirimu sendiri.. tapi apa rencanamu Rehan? aku tak akan membiarkanmu menyakiti keluargaku Rehan..
Dave lalu meletakkan hpnya lalu melanjutkan makan siangnya. Dan selesai makan, Dave menghubungi Alex dan membicarakan rencana mereka selanjutnya. Alex harus menambah orang kepercayaannya untuk melindungi Alfa dan Mutiara dan juga orang tua Clara. Dave berencana ingin menghubungi Carlo, tapi Dave tau jam ini masih jam sibuknya Carlo, jadi Dave memutuskan untuk menghubunginya nanti malam saja.
Dirumah, Alfa sedang sibuk dengan komputernya. Dia sedang asik mengedit video kebersamaaanya dengan keluarganya. Lalu ada pesan masuk di emailnya. ternyata seseorang mengirimkan video kejadian tadi di cafe mamanya. Alfa membuka pesan itu dan melihat videonya. Orang yang mengirim video itu adalah teman Alfa, namanya Lee. Lee umurnya 3 tahun lebih tua dari Alfa, tapi mereka berteman baik. Lee juga adalah seorang youtuber yang lebih dulu terkenal dari Alfa. Orang tua Lee berteman baik dengan Clara, mamanya Alfa. Clara dan papanya Lee adalah satu team di team adventure. Alfa sangat terkejut melihat video itu, papanya yang nekat itu akhirnya bisa di takhlukkan mamanya. Alfa tersenyum melihat aksi mamanya itu, tapi Alfa juga cemas karna dia tau sifat papanya itu. Papanya itu pasti tidak akan berhenti sampai disitu saja, papanya pasti akan melakukan cara lain untuk bisa bertemu mamanya lagi.
Hari sudah sore, dan waktunya Clara untuk pulang. Pekerjaannya hari ini sudah selesai, dan Clara bersiap akan ke supermarket. Dia ingin belanja bahan untuk memasak sesampainya di rumah. Clara ingin memasak ayam bumbu bali kesukaannya dan juga cap cay kesukaan mama papanya. Saat sudah di supermarket, sementara Clara memilih bahan yang akan dibelinya, Clara bertemu dengan mama Dewi. mama Dewi juga sedang berbelanja bahan untuk memasak dirumahnya. Mereka pun saling berpelukan dan Clara mencium tangan mama Dewi. Mama Dewi lalu bercerita tentang Rehan. Katanya sekarang bisnis Rehan sudah mulai bangkrut. Dan Rehan juga sepertinya akan menceraikan Pingkan. Rehan kata mama Dewi sepertinya mulai menyadari kesalahannya pada Clara dulu. Mama Dewi juga mengatakan bahwa malam ini Rehan akan datang ke rumah mama Dewi dan akan makan malam disana, katanya ada hal penting yang ingin dia bicarakan dengan mereka. Lalu Clara mengalihkan pembicaraannya dengan menanyakan kabar papa Heru, karna Clara tak ingin mendengar lagi cerita tentang Rehan. Clara juga tak mau menceritakan tentang kejadian tadi pagi antara dia dan Rehan, karna Clara tau pasti ceritanya akan makin panjang. Clara harus bergegas pulang karna dia akan memasak. Clara dan mama Dewi akhirnya mengakhiri obrolan mereka, lalu melanjutkan berbelanja bersama. Dan selesai berbelanja, mereka menuju kasir. Clara memutuskan untuk membayar semua belanjaan mama Dewi dan belanjaannya, mama Dewi bertrima kasih pada Clara karna mama Dewi tak menyangka kalau Clara akan membayar belanjaannya, mama Dewi merasa tak enak pada Clara, karna Clara masih bersikap sangat baik padanya, padahal anaknya sudah menyakitinya. Mama Dewi bersyukur karna Clara masih menganggap dirinya seperti ibunya sendiri, begitu juga dengan suaminya, masih di anggap seperti ayahnya sendiri. Mama Dewi dan Clara akhirnya saling berpamitan dan berpisah dari supermarket itu.
Clara sudah di rumah dan langsung ke dapur. Bibi membereskan belanjaan Clara yang sudah diletakkannya di meja, sementara Clara ke kamarnya dan berganti pakaian. Lalu Clara kembali ke dapur dan mulai menyiapkan bumbu bumbu dan dibantu oleh bibi. Sementara menyiapkan bumbu bumbu, hp Clara berdering, dan itu panggilan dari Dave.
Clara
hallo..
Dave
hallo sweety.. lagi ngapain?
Clara
ini lagi menyiapkan bumbu bumbu, mau masak..
Dave
ooh.. sendiri ya?
Clara
enggak kok, ini ada bibi yang bantuin..
kamu lagi ngapain?
Dave
lagi duduk duduk..
eh video call aja ya.. pengen liat kamu.. kangen..
Clara
heheh.. ok..
Clara mengaktifkan kameranya. Dan Clara bisa melihat Dave yang lagi duduk sambil bersandar di kursi kantornya. Ya Dave masih di kantor.
Clara
eh.. kamu masih di kantor ya?
Dave
iya..
Clara
masih banyak kerjaan ya?
Dave
sebenarnya udah ngak ada.. tapi tadi pas selesai meeting, aku kecapean, jadi aku istirahat sebentar disini, dan langsung kepikiran kamu sayang.. jadi langsung nelpon kamu..
Clara
ooh.. ya udah.. kan udah nelpon.. sekarang kamu siap siap, lalu pulang, mandi, makan, abis tu bobo..
Dave
hah? bentar lagi, masih kangen kamu sayang..
Clara
kangen? beneran kangen?
Dave
ya iyalah.. kangeeeeeen bangeeeettt...
Clara
heheh.. yuk sini mendekat, aku peluk...
Dave
aaaah... tega kamu ya...
Clara
hahahaa... mulai deh manjanya...
Bibi yang mendengar suara manja Dave tak bisa menahan suara tawanya. Bibi lalu tertawa kuat dan Clara juga tak bisa menahan tawanya melihat bibi yang tertawa sampai wajahnya memerah. Dave yang menyadari itu langsung malu dan berteriak dari seberang sana.
Dave
yaaah.. bibi lagi.. emang lucu ya bi... heh?
Bibi
ya banget tuan.. duuh kalo saja tuan dekat sini, bibi pasti akan mencubit gemas pipinya tuan.. habis.. tuan gemesin banget... hahaha...
Clara
hahahahahah....
Clara dan Bibi lalu saling ces, mereka sangat bersemangat menghoda Dave, karna melihat wajah Dave yang mulai berwarna pink membuat Clara jadi ingin lagi menggodanya. Dave mulai merajuk seperti anak kecil, tapi Clara hanya bisa tertawa lalu membujuknya.
Clara
duuuh.. gemesin banget sih baby ku ini.. pengen cium deh..
Dave
mau... mau...
Clara
muach... muach.. muach...
Dave
yaah.. makin kangen deh ah..
Clara
udah.. udah.. sana cepat pulang.. udah mau malam nih.. anak bayi ngak boleh pulang malam malam loh.. nanti di culik... hehehe..
Dave
siapa yang berani nyulik? yang bisa nyulik bayi ini cuma kamu tau..
Clara
hahahaa... udah ah.. aku ngak bisa selesaikan masakan aku nih.. nanti keburu papa sama Carlo pulang...
Dave
iya deh ibu suri... heheheh...
ya udah.. aku tutup skarang ya..
Clara
iya..
Dave
nanti aku telpon lagi ya..
Clara
iya sayang..
Dave
okhey.. daaah sayang...
daaah bibi...
Bibi
daah bayi manja... hihihi...
Dave hanya bisa tertawa disana, begitu juga Clara dan bibi.
Dan di dapur Clara dan bibi masih mengobrol.
Bibi
duuh.. bikin gemas aja ya sayang nya non Lala..
Clara
hahah.. lucu kan bi..
Bibi
iya.. lucu banget..
Bibi
tuan Dave itu orang baik ya non.. keliatan banget kok..
Clara
emang keliatannya begitu bi? di lihat dari segi apanya bi?
bibi
dari segi semuanya non..
Clara
ciye.. jadi bibi seorang pengamat juga ya?
bibi
oh non Lala.. bisa aja deh.. tqpi serius loh non.. keliatan kok kalau tuan Dave itu orang baik..
Clara
heheh.. iya bibiku sayang.. Dave emang orang yang baik.. baiiiiik bangeeeettt... kebangetan baiknya pula.. aku bersyukur banget Tuhan mempertemukan aku dengannya..
bibi
bibi juga bersyukur dan bertrima kasih pada Tuhan, karna akhirnya den Alfa dan non Muti bisa punya ayah seperti tuan Dave. Tuan Dave sangat mencintai mereka, begitu juga mereka, sangat mencintai tuan Dave..
Clara
iya bi.. anak anakkulah yang memilih Dave bukan aku yang memilihnya.
bibi
iya.. dan mereka memilih yang terbaik..
Airmata bibi tak tertahankan, jadi langsung mengalir dipipinya. Bibi juga tau perjuangan Clara membesarkan anak anaknya, dan apa yang menimpanya saat masih berkeluarga dengan mantan suaminya. Jadi saat melihat kebahagiaan yang dilihatnya dari Clara dan anak anaknya, membuat bibi juga bahagia. Apalagi sejak Clara dan anak anaknya tinggal di rumah ini, bibi melihat keceriaan terpancar dari majikannya, yaitu orangtua Clara. Keluarga majikannya menjadi keluarga yang bahagia, bahkan sangat bahagia.
Clara yang melihat bibinya menangis langsung memeluknya dan menghiburnya.
Clara
eh.. kok nangis sih? tapi.. ini bukan tangisan sedih kan bi?
bibi
heheh.. iya.. maaf.. maaf..
iya.. ini tangisan bahagia kok non..
bibi sangat bahagia, akhirnya non Clara dan anak anak bisa bahagia seperti skarang..
Clara
heheh.. iya bi.. kita Amin kan saja.. semoga kelak akan selalu bahagia dan makiiiin bahagia...
Bibi
Amin.. Amin.. Amin..
Clara
ok.. skarang mari kita lanjutkan memasaknya.. hehhe
bibi
hehhe.. iya iya.. ayo...
Merka pun melanjutkan pekerjaan mereka dan Clara mulai memasak. Bibi mulai membereskan meja makan, membersihkannya lalu mengatur peralatan makan, sementara Clara masih melanjutkan masakannya. Selesai memasak, Clara menuju kamarnya dan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Selesai membersihkan dirinya, Clara ke kamar anak anaknya untuk mengajak mereka makan malam. Setelah mereka turun ke dapur, di situ sudah menunggu papa Ronald, mama Eva dan Carlo.
Clara
eh adikku sudah disini ya.. kirain ngak bakalan datang...
Carlo
eh.. kan udah janjian tadi..
Clara
heheh.. makasih adikku ganteng... kirain sibuk sama calon istrinya.. hehe
Carlo
ayook makan.. ngak sabar nih pingin makan.. heheh.. keburu dingin nih..
Clara
oiya.. ayok.. ayok..
Mereka pun duduk dan makan bersama. Selesai makan, mereka pindah duduk di ruang keluarga.
Carlo
kakak mau ngomong apa?
Clara lalu mengambil laptopnya yang sudah dia letakkan sedari tadi sore di meja samping tv. Lalu membukanya dan menunjukkan video kejadian di cafenya tadi pagi. Carlo, Papa Ronald, mama Eva yang menontonnya membulatkan mata mereka karna terkejut melihat itu. Alfa dan Mutiara pun tak mau ketinggalan menonton. Alfa bersikap santai karna dia sudah melihat sebelumnya video itu. Mutiara yang menonton akhirnya berkomentar dan memecahkan suasana tegang disitu.
Mutiara
woow.. mama hebat ya.. mama sepelti wanita supel... woow.. hebat.. hebat...
coba lihat itu.. omnya kesakitan begitu.. hahaha... siapa suluh mengganggu mamaku heh.. lasakan akibatnya.. hahahah...
Carlo
hah? om? Muti, emang kamu ngak ngenalin om itu ya?
Mutiara
Muti kenal kok uncle.. sangat kenal..
Dia itu kan om yang udah nyakitin mamaku..
Carlo
hah? om?
Mutiara
iya.. panggil om aja lah..
kan skalang Muti sama kakak udah punya ayah.. ayah yang sangaaat baik.. ayah yang sangat sayang sama kita semua..
iya kan kak..?
Alfa
iyaa..
Mutiara
opa sama oma ngak malah kan?
mama ngak malah kan?
Clara
ngak sayang.. ngapain marah heh?
Mutiara
kalna Muti bilang olang itu om.. bukan lagi papa...
mama Eva
eh.. ngapain marah heh? Muti ngak salah kok.. heheh.. itu terserah Muti mau sebut orang itu apa, tapi cukup di antara kita kita aja yah? jangan sampe orang lain denger.. kan malu nanti ada orang yang bilang Muti ngak mau mengakui itu papanya Muti..
Mutiara
tapi kenapa om itu ngak malu bilang di depan olang olang kalau Muti dan kakak bukan anaknya?
papa Ronald
hei.. siapa yang bilang begitu heh? ngak baik loh sayang..
Mutiara
teman teman Muti yang bilang opa. Disekolah teman teman Muti celita kok. katanya meleka mendengal waktu olangtuanya belcelita..
papa Ronald
waktu teman teman Muti cerita begitu, Muti jawabnya apa?
Mutiara
Muti jawab, yah ngak apa apa.. Muti udah biasa kok.. emang dali kecil Muti ngak punya papa..
Papa Ronald
Muti ngak sedih?
Mutiara
ngak.. biasa aja..
kalna Muti punya kakak yang sayang banget sama Muti, ada mama juga, ada uncle, ada oma dan opa juga.. jadi ngapain sedih? Masih banyak olang yang sayang sama Muti kok...
Clara yang mendengar itu tak bisa menahan airmatanya. Tapi diam diam Clara menghapusnya, berusaha agar tidak ada yang melihatnya menangis.
Mutiara
tapi skalang Muti senang, akhilnya Muti punya ayah yang sangat baik dan sangat menyayangi kita semua..
Carlo
wah hebat princess nya uncle ini.. kelihatan bocil tapi ternyata hatinya udah dewasa ya.. wah.. wah.. wah...
Mutiara
hmm.. siapa dulu dong unclenya... hahahah...
Carlo
pastinya dong.. hahaha..
Carlo dan Mutiara saling tos, lalu Carlo mencium pipi ponakannya itu. Carlo sangat terharu dengan kata kata keponakannya itu. Dia tak habis pikir, ponakannya ini baru berumur 7 tahun, tapi pemikirannya itu sudah seperti orang dewasa. Carlo sangat bangga padanya.