Malam makin larut, Alfa dan Mutiara sudah tidur di kamar mereka. Papa, mama, Carlo dan Clara melanjutkan obrolan mereka.
Mama Eva
La, jadi dia sudah tau kalau cafe itu milikmu?
Clara
iya ma..
mama Eva
pa.. kita harus waspada pa.. papa kan tau gimana laki laki itu, dia pasti akan mengejar anak kita lagi pa..
papa Ronald
tenang ma.. anak kita skarang sudah lebih dewasa ma.. dan iya kita memang harus waspada, tapi papa yakin anak kita bisa menjaga dirinya.. ya kan nak?
Clara
iya pa, mama tenang aja.. tapi Lala mungkin butuh orang yang bisa menjaga Lala kan pa.. walaupun hanya dari jarak jauh, setidaknya orang itu bisa memastikan Lala baik baik aja kan..
papa Ronald
iya nak.. papa akan telpon seseorang.
Carlo
tenang aja pa.. Carlo akan siapkan semuanya itu.. papa sama mama tenang aja.. serahkan semuanya pada Carlo
mama Eva
nak, tolong pastikan keselamatan kakakmu ya.. mama khawatir loh.. dan cucu cucuku juga.. mama ingin saat mereka sekolah lagi nanti, pastikan ada yang menjaga mereka.. mama takut..
Clara
mama.. ngak usah takut begitu, kita juga berdoa agar Tuhan slalu menjaga kita semua dan menguatkan hati kita, agar kita bisa kuat menghadapi ini..
mama Eva
yaa..
papa Ronald
mama tenang ya.. jangan berpikir yang tidak tidak.. harusnya kita memikirkan hal hal yang baik, agar hal baik juga yang akan terjadi pada kita..
mama Eva..
hmm.. yaa.. baiklah..
Carlo melihat ke arah Clara, dan dia melihat wajah sedihnya, matanya mulai berair tapi sepertinya dia berusaha untuk menahannya.
Carlo
kak.. apa kakak baik baik aja?
Clara
ya..
aku hanya memikirkan Alfa dan Mutiara..
Carlo
kenapa?
Clara
aku sedih karna Muti juga akhirnya tidak menyukai papanya. Dulu Alfa yang dengan terang terangan membenci papanya, dan sekarang, Muti...
padahal aku berharap mereka bisa menerima papanya apapun keadaannya..
Carlo
kak.. mau gimanapun, mereka tetap akan bersikap seperti itu, apalagi melihat sikap laki laki itu pada kakak..
Clara
yaa.. tapi aku hanya berharap...
Carlo
sudahlah kak..
jalani saja hari hari kakak seperti biasanya..
ngak usah cemaskan anak anak..
mereka juga sudah paham dengan keadaan ini, kakak bersyukur karna ponakan ponakanku itu bertumbuh dengan baik dan jangan lupa, mereka sangat mencintaimu kak..
Clara menganggukkan kepalanya dan melihat ke arah papa dan mamanya. Papa dan mamanya juga menganggukkan kepalanya dan tersenyum pada Clara.
Carlo
ya udah, ayo kita istirahat. masih ada hari esok yang cerah menanti kita.. hehe..
papa Ronald
yaah.. ayo..
Mereka pun ke kamar mereka masing masing.
Sesampai di kamarnya, Carlo melihat ada pesan di hp nya 30 menit yang lalu. itu pesan dari Dave. " hubungi aku jika kamu tidak sibuk malam ini". Selesai membaca pesan itu, Carlo langsung menghubungi Dave.
Dave
ya hallo bro
Carlo
hallo juga bro..
ada apa?
Dave
kamu pasti sudah tau kan kejadian di cafenya Lala tadi pagi?
Carlo
ohya.. aku baru tau tadi, dan barusan kami membahas itu..
Dave
jadi apa rencanamu?
Carlo
seperti biasa, kita harus punya orang yang bisa memantau dan menjaganya dari jauh, anak anak juga harus punya penjaga Dave..
Dave
ya.. itulah yang aku pikirkan Car..
tapi tenang saja, aku sudah menyuruh Alex menambah orang terbaik untuk menjaga anak anak dan orang tuamu juga..
Carlo
ya.. aku yakin kamu pasti akan memberikan yang terbaik untuk keluargaku Dave.. aku percaya padamu..
Dave
ya pasti.. kalian adalah keluargaku skarang..
Carlo
trima kasih Dave..
Setelah obrolan mereka berakhir, Carlo meletakkan hpnya di atas meja kecil di kamarnya. Carlo lalu ke kamar mandi, menggosok gigi lalu tidur.
Di kamar Clara, Clara juga sudah selesai menggosok gigi lalu bersiap untuk tidur. Di atas tempat tidurnya, Clara masih belum juga mengantuk. pikirannya masih melayang memikirkan perkataan Rehan tadi pagi. Clara bukan cemas pada dirinya, tapi dia cemas memikirkan anak anaknya. Tiba tiba hpnya berbunyi, dan dilihatnya ada nama Dave disitu. Clara menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya. hal itu dilakukannya agar dia tidak terdengar sedang galau, tapi terdengar seperti baik baik saja.
Clara
hallo Dave
Dave
what? Dave?
Clara
heheh.. maaf..
hallo sayang..
Dave
hehe.. gitu kan terdengar enak..
belum tidur ya?
Clara
belum.. kan lagi tunggu telpon dari kamu.. hehe
Dave
ehmm..
Clara
hehehe...
Dave
kamu kenapa sweety? kamu baik baik aja kan?
Dave mendengar suara Clara seperti sedang tidak baik baik saja. Padahal Dave sudah tau apa penyebabnya, tapi Dave ingin mendengar sendiri dari Clara. Dave ingin tau apakah Clara mau jujur padanya atau tidak.
Clara kaget mendengar pertanyaan itu dari Dave. Clara berpikir dalam hatinya "apakah Dave bisa tau kalau dia sedang tidak baik baik saja? dan apakah sangat terdengar dengan jelas suaranya itu?"
Clara
heh? maksud kamu?
Dave
suara kamu beda sweety, ngak se ceria biasanya..
Clara
hmmm..
Setelah berpikir, Clara memutuskan untuk menceritakan kejadian tadi pagi. Clara percaya Dave pasti akan mengerti. Clara pun menceritakan semuanya. Akhirnya Clara bisa bernafas lega karna dia tidak menyimpan rahasia apapun pada Dave. Dave juga menguatkan Clara dan menyuruh Clara untuk bisa tenang. Karna nanti Dave akan menjaganya walaupun jarak mereka jauh, tapi Dave meyakinkan Clara agar tidak merasa khawatir ataupun takut.
Dave
pokoknya kamu tetap harus tenang, jangan sampai dia melihat kamu ketakutan ataupun gelisah, buatlah seakan akan kejadian itu tidak terjadi, okhey?
Clara
ya aku akan berusaha..
Dave
aku yakin kamu bisa sayang..
kamu sudah berhasil melewati tahun tahun yang lebih sulit dari ini kan? jadi aku yakin, kamu bisa melalui hal kecil ini juga..
Clara
ya.. makasih sayang..
Dave
sama sama sayangku..
istirahatlah.. dan mimpi yang indah ya..
aku akan datang dimimpimu.. heheh
Clara
heheh.. ya.. aku menunggumu..
Dave
heheh.. okhey..
good night my sweety..
Clara
Goog night my dear..
muuuuuah...
Dave
muuuuuuuah...
Clara lalu meletakkan hp nya di atas meja kecil di samping tempar tidurnya, lalu berusaha untuk tidur.
Hari sudah pagi. Dirumah papa Heru dan mama Dewi, terjadi keributan kecil antara Rehan dan papa Heru. Semalam Rehan makan malam bersama dengan orangtuanya, dan nginap disitu. Dan pagi ini, mereka juga sarapan bersama. Sambil sarapan, Rehan mengutarakan maksud kedatangannya, dan hal itu membuat papa Heru marah.
Papa Heru
apa maksudmu ini heh?
Rehan
iya pa.. aku ingin menikah lagi dengan Clara
Papa Heru
heh.. kamu pikir semudah itu hah? apa kamu lupa apa yang telah kamu lakukan padanya?
Rehan
ya.. aku tau dan aku masih ingat semuanya pa.. aku ingin memperbaikinya..
papa Heru
heh.. dasar anak tau tau diri.. masih berani kamu bilang mau menikah lagi dengannya? aku saja tidak akan setuju, apalagi dengan Clara dan orang tuanya.. kamu pikir mereka akan mau? kamu pikir kamu siapa hah?
Rehan
papa.. pokoknya aku akan bercerai dengan Pingkan dan akan menikah lagi dengan Clara.. titik.
papa Heru
heh.. silahkan urus urusanmu sendiri.. jangan mengajak ajak kami.. sudah cukup kamu mempermalukan kami..
Rehan
kalian adalah keluargaku, atau apa aku juga sudah tidak di anggap keluarga disini?
Rehan mulai berteriak dan membanting gelas yang ada di depannya. Papa Heru makin marah pada Rehan dan mengusirnya.
Papa Heru
pergi kamu dari sini.. kamu benar benar sudah berubah jadi b******n skarang heh? dasar anak tak tau sopan santun..
mama Dewi
sudah.. cukup..
nak.. kamu kenapa sih? apa kamu tidak bisa bicara dengan baik baik? kenapa kamu selalu bicara kasar nak? kamu lagi bicara dengan orang tuamu loh nak.. kamu ngak kasihan ya pada kami?
Rehan
mama juga.. mama gak bisa membelaku, mama selalu ikut ikutan dengan papa..
mama Dewi
nak.. kamu bukan anak kecil loh.. kamu seorang ayah skarang.. kamu ngak nyadar ya.. anakmu sekarang udah 3 loh..
Rehan
aaah... aku tak pernah punya anak...
papa Heru
heh.. apa ini yang kamu bilang mau menikahi Clara lagi? kamu pikir dia mau dengan laki laki yang tidak pernah mau mengakui kalau dia sudah punya anak? anaknya sendiri tak mau di akuinya.. haah.. dasar tau tau diri..
Rehan terdiam mendengar kata kata papanya itu. Ya dia mulai berpikir, apa yang dikatakan papanya itu benar. Sejak Clara mengatakan Clara hamil anak pertamanya, Rehan langsung berubah drastis. Awalnya dia berkata bahwa mereka masih muda, lalu dia juga berkata tak ingin Clara menghabiskan waktunya untuk mengurus anak, nanti tak ada waktu lagi untuknya. Dan yang membuat dia makin menjauh dari Clara, Rehan tergoda dengan sahabat sekaligus sepupunya Clara, yaitu Pingkan.
Sejak itu semuanya berubah.
Rehan mulai terdiam dan memikirkan cara agar Clara mau memaafkannya.
Tiba tiba dia teringat anak anaknya. Dalam pikirannya di berkata "mungkin aku harus mendekati anak anak itu. ya.. anak anak itu sangat disayangi Lala.. ya.. aku harus mendekati mereka". Rehan lalu tersenyum miring, dan papa Heru memperhatikan senyuman miring Rehan itu. Papa Heru langsung tau apa yang ada di pikirannya Rehan itu.
Papa Heru
jangan kamu berpikir kamu bisa mendekati cucu cucuku itu Rehan.. kamu tidak akan berhasil.. mereka sangat pintar, dan mereka sangat tau siapa kamu dan seperti apa kamu.. hah..
Tapi Rehan tidak mendengarkan apa yang papa Heru katakan. Rehan sudah berjalan menuju pintu keluar dan pergi meninggalkan rumah orang tuanya itu. Dia pergi ke rumah tempat tinggalnya dan Pingkan.
Dirumah itu, Rehan melihat ada keramaian disitu. seperti sedang mempersiapkan sebuah pesta. Dan benar saja, saat dia masuk, banyak balon balon dan pernak pernik anak disitu. Dia menuju kamarnya dan menemukan Pingkan dan anaknya disitu.
Rehan
ada apa ini?
Pingkan
owh.. kamu lupa? hari ini adalah hari ulang tahun putri kita sayang..
Rehan menatap anak perempuan yang ada di tempat tidurnya. Dan Rehan benar benar tidak tau kalau hari ini adalah ulang tahunnya. Yang Rehan tau adalah dia tak pernah punya anak.
Pingkan
kamu ngak akan ke mana mana kan hari ini? jangan sampai kamu mempermalukanku dengan tidak adanya kamu disini..
oh ya.. aku juga mengundang teman teman bisnis kita, jadi kalo kamu sampai ngak ada disini, kamu sendiri yang rugi..
Rehan memandang wajah Pingkan dengan teliti, dan Rehan juga melihat keseriusan ucapan Pingkan tadi. Jadi Rehan membatalkan rencananya untuk keluar rumah hari ini dan memutuskan untuk mengikuti acara sebentar. Ini adalah kali pertamanya Rehan menghadiri acara ulang tahun anaknya. karna dulunya, dia tak pernah melakukan itu pada anak anaknya hasil dari pernikahannya dengan Clara.
Pingkan tersenyum melihat Rehan yang tak berkutik sama skali. Pingkan masih bisa menguasai Rehan, dan Rehan masih saja menuruti kemauan Rehan, karna Rehan masih takut jika dia kehilangan hartanya.
Pingkan
ohya sayang.. tolong kamu cek bagian cateringnya ya.. apa mereka sudah mulai datang apa belum.. kalo belum, katakan pada mamaku suruh hubungi mereka lagi.
Rehan lalu pergi dan meninggalkan kamar itu. Rehan masih sempat melihat ke arah anak perempuan yang ada di tempat tidur mereka, dan pergi. Pingkan yang menyadari itu hanya bisa tersenyum puas. Rehan lalu melakukan apa yang disuruh Pingkan.
Di cafenya Clara, Clara beraktifitas seperti biasa. Clara berusaha tenang dan menjalankan pekerjaannya seperti biasa. Sedangkan Alex, selalu memberi laporan pada Dave tentang keadaan Clara. begitu juga dengan anggota lainnya, tetap saling memberi kabar.
Dirumah Clara, Alfa tetap sibuk dengan komputernya. Sedangkan Mutiara pergi bersama dengan mama Eva ke butiknya. Alfa mengunggah video yang sudah dibuatnya ke akun youtubenya dengan judul "My Family". Baru saja diunggahnya, sudah banyak yang like dan komentar komentar pun mulai masuk. ada yang memuji kecantikan mamanya dan gantengnya ayahnya, ada juga yang bilang kalau Alfa sangat mirip dengan ayahnya, ada yang bilang kalau keluarga mereka adalah keluarga yang bahagia, dan semua komentar itu membuat Alfa senang. Dia juga tak habis pikir kalau ada yang mengatakan kalau dia mirip dengan ayahnya, padahal itu bukan ayah kandungnya, tapi tentu saja itu membuat Alfa sangat senang.
Di kantornya Dave, tiba tiba hp Dave berdering, dan di lihatnya itu panggilan dari mamanya.
Dave
hallo ma..
Mama melly
Hallo sayang.. apa kabar?
Dave
baik ma..
mama melly
kamu ya.. udah balik dari kota Z kok ngak ke rumah sih?
Dave
maaf ma.. kerjaan Dave menumpuk, mama kan tau, Dave ninggalin pekerjaan beberapa hari tanpa rencana, jadi begini deh..
Mama melly
heheh.. iya sayang.. mama ngerti kok..
oh ya, sebenarnya mama nelpon cuma ingin bilang sesuatu..
Dave
apa ma?
Mama melly
kamu udah lihat youtube nya Alfa?
Dave
youtube?
mama melly
jangan bilang kalo kamu ngak tau kalo Alfa youtuber ya..
Dave
tapi emang iya ma.. aku belum tau..
mama melly
astaga Dave... kamu ngak tau kalau anakmu itu artis youtube?
Dave
ya..
Mama melly
Dave...
Dave sampai menjauhkan hp nya dari telinganya karna teriakan mamanya..
Mama melly
ya udah.. kamu cek youtube dan cari yang namanya CAM Fam. kamu pasti seneng banget lihat apa yang baru di postingnya. mama aja seneng bukan main.. apalagi baca komen komen nya.. mama aja sampe senyum senyum sendiri loh..
Dave
ya udah ma.. aku cek skarang ya..
Mama melly
okhey.. mama tutup telponnya ya..
Dave
iya ma.. by..
Setelah telpon dengan mamanya berakhir, Dave langsung membuka youtube dan mencari youtube nya Alfa. Dave langsung melihat akunnya, ternyata pengikutnya sudah 18 juta lebih subscriber. Dave sangat terkejut melihatnya. Dan videonya kebanyakan adalah game. saat Alfa bermain game online dan ada beberapa video editannya kebersamaannya dengan keluarganya. Dan video terbarunya adalah kebersamaannya dengan Dave, Clara dan Mutiara. itu saat mereka menghabiskan waktu bersama. Dave menonton video itu yang berdurasi 4,5 menit sampai meneteskan airmatanya. Itu adalah airmata bahagianya. Dia tak menyangka Alfa akan membuat video seperti itu, dan diberinya judul my family. Dave merasa sudah menjadi ayah sepenuhnya bagi Alfa dan Mutiara. Dave juga membaca komentar komentar yang ada. Tapi ada juga yang memberi komentar jahat dan menyakitkan, tapi Dave yakin, Alfa pasti mengabaikannya. Dave tersenyum melihat ada beberapa yang komen mengatakan kalau Alfa mirip dirinya, banyak juga yang komen mengatakan tentang kecantikan Clara.
Dan selesai Dave menonton video itu, Dave merasa sangat bahagia. Video itu terasa seperti obat kuat untuknya menjalani hari ini. Dan saat Miko sekretarisnya melihat wajah Dave, Miko menjadi heran. Dan saat Dave berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu, Dave tersenyum pada Miko dan memberikan selembar kertas dan di taruhnya di d**a Miko sambil tersenyum senang. Miko kaget menerimanya, lalu membuka kertas itu dan dibacanya.
jangan lupa subscribe, like and comen ya "CAM Fam"
setelah selesai dibacanya, Miko membuka hp nya, di buka youtubenya dan mencari nama CAM Fam. Miko membulatkan matanya saat melihat siapa pemilik akun itu. Tanpa sadar Miko berteriak
Miko
what....?
sambil melihat ke arah Dave, dan Dave membalas tatapan Miko sambil menganggukkan kepalanya dan tersenyum lalu mengedipkan matanya.
Miko
oooh.. my.. gooood.....
benar benar kejutan Dave.. jadi ini yang kamu lakukan disana?
Dave
yaa...
Miko
aku ikut bahagia Dave. Akhirnya.. sebegitunya anak anak ini padamu kawan?
Dave
ya..
Miko
wooow...
selamat kawan..
jadi cepatlah sah kan Dave..
Dave
ya.. aku berharap juga begitu..
Miko
maksudmu?
Dave
aku masih harus menunggu sampai Clara siap..
Miko
apalagi yang dia pikirkan heh?
Dave
soal menerimaku, dia sudah sangat siap.. tapi dia ingin lebih memantapkan hatinya lagi, karna katanya dia ingin membina keluarga dengan tidak terburu buru.. dia tidak ingin gagal lagi dalam berumah tangga.. dan aku mendukung keputusannya.
Miko
ya baiklah.. yang penting kalian sudah sangat cocok menurutku. jadi tinggal menunggu undangannya aja ya.. heheh..
Dave
ya.. siap.. heheh..
Miko
ok.. sekarang ayo kita berangkat. ruang meeting sudah siap.
Dave
ya.. ayo..
Dan dirumahnya Rehan, semua persiapan untuk acara ulang tahun putrinya sudah hampir selesai. Saatnya mereka untuk makan siang, karna acaranya nanti diadakan sore, jadi mereka masih sempat makan siang bersama. Disitu ada orang tuanya Pingkan, sedangkan orang tuanya Rehan nanti datang sore nanti. Saat makan siang, Rehan melihat Pingkan dengan tenang menyuapi putrinya, sedangkan putrinya menatap Rehan terus sambil tertawa. Rehan seperti merasa nyaman saat putrinya menatapnya sambil tertawa. Tiap kali Pingkan menyuapinya, pandangannya menuju ke Rehan. Saat Pingkan menyadari hal itu, Pingkan lalu memindahkan putrinya dari pangkuannya ke pangkuan Rehan. Rehan yang belum pernah menggendong anak kecil menjadi terkejut, tapi Pingkan sudah meletakkan putrinya dipangkuan Rehan dan Pingkan mengarahkan tangan Rehan agar memeluk putrinya agar tidak jatuh. Pingkan lalu menarik kursinya mendekati Rehan dan putrinya, lalu melanjutkan menyuapinya. Rehan melihat ke arah Pingkan dengan wajah bingungnya, tapi Pingkan hanya tersenyum dan berkata
Pingkan
coba lihat putrimu Re, dia sangat menyukaimu.. pandangannya tak mau ke lain, dia sangat senang memandangmu..
Rehan kembali menatap putrinya dan putrinya tersenyum padanya. Putrinya lalu memegang wajah Rehan lalu memegang telinganya, lalu tertawa. Rehan merasakan kehangatan saat putrinya menyentuhnya. Rehan dengan refleks tersenyum pada putrinya itu lalu memegang tangannya, dan mereka tertawa bersama. Pingkan yang melihat itu sangat bahagia. karna untuk pertama kalinya Rehan menyentuh putrinya dan tertawa bersama. Dan sampai putrinya selesai makan, putrinya masih duduk di pangkuan Rehan. Akhirnya Pingkan membiarkan putrinya dan Rehan, lalu Pingkan mengatur tempat duduknya seperti semula, lalu dia makan siang. Rehan yang melihat Pingkan sedang makan siang, lalu memeluk putrinya dan Rehan berjalan menuju ruang tamu dan melihat keramaian, meninggalkan Pingkan yang sedang makan. Orang tua Pingkan yang memperhatikan Rehan sejak tadi tak menyangka akan melibat pemandangan indah ini. Mereka tidak berkomentar apapun, mereka hanya saling memandang dan tersenyum, lalu melanjutkan makan mereka lagi.
Sedangkan Rehan yang sedang menggendong putrinya, mulai merasa nyaman memeluk putrinya itu. Perasaan Rehan tiba tiba menghangat dan seperti melupakan sejenak masalah yang terjadi padanya. Putrinya tak berhenti memegang wajah Rehan lalu tersenyum dan tertawa padanya, begitu juga Rehan, membalas senyuman putrinya itu. Rehan mulai bermain dengan putrinya dan putrinya tak berhenti tertawa dengannya.
Di tempat lain, Clara masih sibuk dengan urusan restorannya. Tapi Clara di kagetkan dengan kedatangan Mutiara dan oma Eva dengan membawa makanan dari kfc. Mutiara ingin memakan ayam kentaki dari kfc dan juga ice cream dari sana. sedangkan oma Eva ingin makan udang goreng dari restorannya Clara. Clara pun memesan makan siang untuknya dan mamanya dan minta di bawa di ruang kerjanya Clara. Clara juga memesan jus alpokat untuknya dan mamanya.
Mutiara
oma.. apa kita jadi ke jakalta?
oma Eva
ya tentu saja sayang.. emangnya kenapa?
Mutiara
Muti ngak sabal ingin jalan jalan lagi sama ayah..
Clara
hah?
Mutiara
kenapa ma?
Clara
eh.. ngak papa kok.. heheh..
oma Eva
ooh.. oma pikir Muti ngak sabar ingin ke monas.. heheh..
Mutiara
ya.. sama itu jugalah oma.. pokoknya Muti ngak sabal ingin di ajak ayah ke tempat tempat hibulan disana. ayah udah janji kok..
oma Eva
hah? jadi udah saling janjian ya ceritanya ni?
mutiara
yes..
oma Eva
woow.. gitu ya... heehehe
Mutiara
sama kakak juga, ayah udah janji...
oma Eva
oooh....
mutiara
nanti oma juga bisa ikut kok.. kita bisa jalan jalan bareng oma..
oma Eva
iya... oma sama opa ikut ya....
Mutiara
iya oma.. pasti.. heheh...
Mereka pun tertawa bersama.