Dirumah Rehan dan Pingkan, tamu tamu undangan sudah mulai berdatangan. Tema barbie adalah tema ulang tahun putri mereka hari ini. Rehan dan Pingkan kompak mengenakan baju pink and white dan putri mereka memakai gaun pink versi barbie. Suasana begitu meriah. Banyak tawa sukacita di acara itu. Rehan juga mengimbangi acara itu, wajah senang selalu terpancar dari wajah Rehan. Pingkan sangat bahagia hari ini apalagi melihat Rehan yang tak hentinya tersenyum dan Rehan tak pernah mengeluh saat menggendong putrinya selama acara. Dan saat acara selesai, sesi pemotretan bersama keluarga besar dan teman teman pun berlangsung. Selama pemotretan, Rehan masih menggendong putrinya. Sampai selesai pemotretan pun, Rehan masih bertahan menggendong putrinya itu.
Sampai acara selesai, saat para tamu mulai pamit pulang, baru Rehan memberikan putrinya pada pengasuhnya, karna waktunya juga putrinya untuk makan malam. Lalu Rehan dan Pingkan bersalaman dengan 1 per 1 para tamu, dan bertrima kasih karna sudah hadir. Mereka juga masih meluangkan waktu untuk bercengkerama dengan teman teman bisnis mereka, sampai perbincangan tentang kelanjutan bisnis mereka berjalan dengan baik. Rehan sangat senang karna akhirnya perjalanan bisnisnya masih bisa berjalan dengan baik. Pingkan yang melihat itu tersenyum pada Rehan, dan Rehan yang melihat Pingkan tersenyum padanya membalas juga dengan senyumannya.
Selesai acara dan para tamu sudah pulang semuanya, begitu juga dengan orang tua Pingkan dan orang tua Rehan, mereka sudah pulang semua, akhirnya Pingkan bisa bernafas lega karna acaranya berjalan dengan baik. Dia menuju kamar putrinya, dan dilihatnya putrinya sudah tertidur pulas. Pingkan mendekatinya dan mencium pipi putrinya itu. Dan dengan suara pelan mengucapkan kata "happy birthday my princess, i love you". Lalu Pingkan ke kamarnya lalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sebelum mandi, dia membersihkan wajahnya terlebih dulu, karna make up yang di pakainya sudah terasa berat di wajahnya. Selesai membersihkan wajahnya, Pingkan lalu mandi.
Diruang tamu, Rehan masih berdiri di depan pintu dan melihat ruangan pesta tadi. Rehan masih berpikir dan bicara pada dirinya sendiri.
jadi inikah rasanya? kenapa baru skarang aku menyadari bahwa punya anak ternyata tidak se menakutkan seperti yang ku pikirkan. Lala.. aku ternyata memang sangat jahat padamu.. selama bertahun tahun aku sudah membuat hatimu terluka. apalagi pada anak anak kita.. apakah mereka akan memaafkanku? dan apakah kamu juga mau memaafkanku?
Lalu Rehan pergi ke ruang kerjanya. Dia membuka lemari kecilnya yang ada di bawah meja kerjanya, lalu membuka map yang ada disitu, lalu dilihatnya foto foto yang ada disitu. Dia menyewa orang untuk menyelidiki Clara dan keluarganya karna rasa penasaran Rehan waktu itu. Sampai akhirnya dia mengetahui kalau Clara adalah pemilik cafe itu. Disitu ada fotonya Clara dan kebersamaan Clara dan anak anaknya di mall waktu itu, dan pastinya waktu itu mereka sedang bersama dengan Dave. Rehan menatap lama foto Clara yang sedang tertawa bahagia. Rehan mulai teringat saat saat indah dirinya bersama Clara dulu. Teringat juga perjuangannya saat ingin mendapatkan cinta Clara. perjuangan yang panjang tapi dia berhasil juga meyakinkan Clara. Dan sampai mereka menikah dan menjalani hari hari indah bahagia bersama. Setahun perjalanan indah pernikahan mereka, lalu Clara hamil. Tapi Rehan tidak mengìnginkan kehamilan Clara.
Rehan lalu melihat foto anaknya Alfa. yang skarang sudah beranjak dewasa. Anak laki laki yang ganteng, matanya coklat seperti Clara. Ya, Alfa memang mirip dengan Clara, mungkin hanya warna kulitnya dan rambutnya aja yang mirip Rehan. Warna kulit Rehan agak gelap, sedangkan Clara warna kulitnya putih. Lalu dia juga melihat foto anaknya Mutiara. Mutiara sangat mirip seperti Clara. memiliki mata coklat, hidungnya tinggi seperti Clara, bibirnya juga, warna kulitnya juga, mungkin yang mirip Rehan hanya rambutnya saja. Rambut Rehan sangat halus dan lurus, begitu juga rambutnya Mutiara dan Alfa. Sedangkan rambut Clara adalah rambut ikal.
Lalu Rehan melihat foto yang lainnya, yaitu fotonya Dave. Rehan menjadi marah saat melihat Dave sedang tertawa bahagia bersama dengan Clara dan anak anaknya. Rehan lalu melihat laporan dari orang yang disewanya itu tentang biodata Dave. Rehan terkejut membacanya karna ternyata Dave bukan orang sembarangan.
Rehan lalu terpikir dengan rencananya yang slalu ingin mendekati Clara tapi slalu gagal, dalam pikirannya pasti Dave yang menggagalkannya. Rehan mulai ragu meneruskan rencananya untuk mendekati Clara lagi, karna dia mulai takut memikirkan yang akan Dave lakukan padanya jika sampai dia mengganggu Clara lagi. Rehan juga teringat kejadian di cafe waktu itu, Rehan berpikir bahwa pasti Dave sudah mengetahuinya. Lalu dengan pemikirannya, Rehan berkata pada dirinya sendiri "apakah aku harus mundur? tapi Clara, aku masih mencintaimu.. aku masih menginginkanmu.. aku harus bagaimana? dan yang perlu kamu tau, aku tak pernah mencintai sepupumu itu, yaah aku tak pernah mencintai Pingkan, walaupun dia sudah lama bersamaku dan sudah menjadi istriku, tapi dalam hatiku aku tak pernah mencintainya.. aku hanya mencintaimu La.. aku berusaha melupakanmu, tapi ternyata aku tak bisa.. aku harus bagaimana? aku bahkan sampai bersama dengan wanita wanita lain selain Pingkan, tujuanku agar aku bisa melupakanmu.. tapi ternyata tak bisa... Dan saat aku melihatmu baru baru ini, perasaanku tak bisa menahanku lagi.. aku ingin memilikimu lagi Lala.. aku tak sanggup melihat kamu tertawa bahagia dengan laki laki lain, aku tak sanggup.. Apakah aku harus meneruskan perjuanganku ini? atau aku harus berhenti sampai disini?
Rehan tak bisa menahan airmatanya, dia mengambil kembali foto Clara, dan memandangnya lalu diciumnya. Rehan sangat merindukan Clara. Dia juga melihat kembali foto Alfa dan Mutiara, dan entah apa yang dipikirkan Rehan, tapi tangisan Rehan makin menjadi.
Dan tanpa sadar, Rehan sampai tertidur dengan masih duduk dan bersandar di mejanya dengan kedua tangannya yang menjadi bantalnya. Sampai saat Rehan terbangun, dilihatnya sudah jam 3 pagi. Rehan lalu membereskan foto foto yang ada dimeja itu, lalu dimasukkannya lagi dalam map, lalu menyimpannya di lemari. Rehan lalu berjalan menuju kamarnya, dan sebelum dia masuk, dia melihat pintu kamar putrinya terbuka. Rehan berjalan ke arah kamar putrinya itu, dan dilihatnya Pingkan ada disitu, sedang mengganti popok putrinya. Lalu Rehan masuk dan memperhatikan Pingkan. Pingkan terkejut melihat Rehan ada disitu, karna Pingkan tadi tidak mendengar ada orang yang berjalan masuk ke situ tadi.
Pingkan
OMG.. Re.. kamu..
Rehan
maaf mengagetkanmu..
Pingkan
ya ngak papa.. aku pikir kamu siapa..
aku pikir kamu langsung pergi tadi selesai acara..
Rehan
ngak.. aku tadi sampe ketiduran di ruang kerja..
Pingkan
ooh..
oyaah.. boleh bantuin aku?
Rehan
ya.. boleh.. apa..?
Pingkan
tolong gendong my princess ya.. aku mau buatkan s**u untuknya..
Rehan
ya tentu.. mari.. ini kan juga princess nya papa.. ya kan princess...
Sambil tersenyum lalu mengambil putrinya dari pelukan Pingkan. Pingkan hampir meneteskan airmatanya saat mendengar Rehan mengatakan itu adalah princessnya papa.. Pingkan lalu tersenyum lalu berjalan menuju tempat s**u putrinya. Rehan sedang bermain dengan putrinya itu, lalu mereka terkejut saat mendengar putrinya mengucapkan kata pa....pa pa....pa. Karna saat Rehan sedang bermain dengan putrinya, Rehan selalu mengulang ngulang kata ini papa, papa mau main sama princessnya papa, ini papa, ini papa.. lalu putrinya sambil tertawa lalu mengucapkan kata pa....pa.. Pingkan langsung berbalik dan ingin memastikan apakah dia tidak salah dengar, lalu putrinya mengucapkannya lagi. Pingkan lalu mendekati putrinya itu lalu mencium pipi putrinya itu.
Pingkan
waah.. pinternya princess mama... udah bisa ngomong ya..
tapi kenapa bukan ma...ma.. sih yang di panggil duluan.. kok pa...pa.. sih nak..
Rehan tertawa mendengar kata kata Pingkan pada putrinya.
Pingkan
kenapa tertawa heh..? ini ngak adil tau...
Pingkan menunjukkan muka merajuknya pada Rehan, tapi malah Rehan menertawainya. apalagi putrinya mengulang lagi ucapannya tadi.
pa...pa... pa...pa...
Rehan
iya sayang..
pinter anak papa ya..
papa ada disini sayang...
ohya mama.. susunya princess mana?
Pingkan yang mendengar itu, langsung berbalik dan melanjutkan membuat s**u untuk putrinya. Dan selesai membuat s**u, Pingkan ingin memeluk putrinya, tapi Rehan menahannya. Rehan lalu meminta susunya dan Rehan ingin dia sendiri yang memberinya pada putrinya. Pingkan lalu mengikuti keinginan Rehan. lalu Pingkan duduk sambil bersandar di tempat tidur kecil yang ada di kamar itu sambil melihat lihat Rehan yang sedang memeluk putrinya itu. Sedangkan putrinya itu memegang dotnya sendiri dan meminum susunya.
Tak terasa kantuk juga mulai menyerang Pingkan. Pingkan lalu tertidur sambil duduk dan bersandar disitu. Rehan yang lagi asik melihat putrinya meminum susunya, tidak menyadari juga kalau Pingkan sudah tertidur di situ. Dan selesai putrinya meminum susunya, Rehan memindahkannya di box tempat tidurnya, lalu dengan cepat putrinya itu juga tertidur. waktu sudah menunjukkan jam 4 pagi. dan saat Rehan melihat Pingkan sudah tertidur, Rehan mendekatinya lalu mengangkatnya pelan agar Pingkan tidak terbangun, lalu membawanya ke kamar mereka. Rehan lalu menurunkannya pelan dan meletakkannya di tempat tidur mereka, lalu menyelimutinya. Pingkan masih tertidur pulas tanpa menyadari kalau dirinya sudah di tempat tidurnya. Rehan memilih untuk mandi, karna kantuknya sudah hilang. Selesai mandi, dia menuju ke dapur. Rehan melihat pembantu dirumahnya juga sudah bangun dan sedang membersihkan dapur. Rehan memanggil pembantu lainnya dan menyuruhnya membersihkan ruang kerjanya, karna Rehan berencana hari ini dia ingin merenovasi sedikit ruang kerjanya itu. Dia ingin mengganti warna catnya, karpetnya dan juga gordennya. Dia sudah bertekat untuk melanjutkan bisnisnya dengan serius, dan mungkin akan melanjutkan pernikahannya saja dengan Pingkan, demi putrinya. Karna setelah putrinya mengucapkan kata papa tadi, hati Rehan tersentuh, karna dia merasa putrinya membutuhkannya. Dia mulai berpikir untuk menikmati momen ini, karna dia sudah kehilangan momen momen bersama anak anaknya bersama Clara dulu.
Dan Rehan ingin bertemu dengan anak anaknya dari Clara suatu hari nanti, walau dia tau mereka akan menolaknya, tapi Rehan tetap berencana ingin menemui mereka.
Rehan lalu membuat kopinya sendiri. Pembantunya sampai bingung, karna biasanya tuannya akan menyuruhnya membuatkan kopi, tapi pagi ini berbeda. Pembantunya sampai berpikir "ada apa dengan tuan ya? jadi takut saya..jangan jangan saya mau dipecat.. oh ampun.."
Dan selesai Rehan membuat kopi, dia menuju ruang keluarga. Dia menghidupkan TV lalu menonton berita sambil meminum kopinya. Pembantunya datang lalu membawa kue yang ada di toples lalu menaruhnya di meja di depan Rehan.
pembantu
ini kuenya tuan..
Rehan
iya.. makasih bi..
pembantu
sama sama tuan..
permisi..
Rehan menganggukkan kepalanya. Dan saat dilihatnya kue yang ada di dalam toples itu, dia langsung tau kalau itu kue yang lagi viral di cafenya Clara. Rehan tersenyum melihat keu itu, lalu di makannya. Kue itu beraroma kopi, dan Rehan tersenyum lalu sambil makan dia berkata sendiri
"kamu ngak berubah ya La.. selalu ada kopi di hidupmu.. aku yakin kamu masih suka minum kopi sampai sekarang..:
Rehan melanjutkan nontonnya sambil menikmati kopi buatannya dan kue dari cafe Lala itu.
Di kamar Pingkan, pingkan bingung saat dia sadar bahwa dia sudah ada di tempat tidurnya. Lalu Pingkan teringat dia tertidur di kamar putrinya, dan dia yakin kalau Rehan yang telah memindahkannya. Pingkan tersenyum sambil hatinya bersorak. Pikiran Pingkan berkata "semoga Rehan mulai berubah skarang. tapi apa dia masih disini skarang atau dia sudah pergi lagi?"
Pingkan langsung berdiri dari tempat tidurnya, lalu langsung berlari keluar dari kamarnya dan mencari keberadaan Rehan. Dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, dirinya baru terbangun. Saat dia turun dari tangganya, dia melihat putrinya sedang bermain dengan pengasuhnya, Pingkan lalu mencium putrinya lalu menlanjutkan pencariannya. Dicarinya di ruang kerja Rehan, tapi tidak ada. malah dilihatnya pembantunya sedang mengeluarkan perabotan yang ada di dalamnya, dia lalu bertanya
Pingkan
ada apa ini?
Dia mengira Rehan akan pergi dari rumah itu dan meninggalkannya dan putrinya.
pembantu
tuan ingin mengganti warna catnya, gordennya dan karpetnya juga nyonya..
Pingkan
ooh..
trus tuan mana?
Pembantu
tuan ada ada depan nyonya, lagi bersih bersih di depan rumah
pingkan
hah? apa? masa sih?
Pingkan tidak percaya apa yang dikatakan pembantunya itu. Pingkan lalu berjalan ke depan rumah ingin melihat apakah betul yang dikatakan pembantunya itu. Sesampainya di pintu rumahnya, dia kaget melihat Rehan sedang menyapu halaman bersama dengan orang orang lainnya. Pingkan membulatkan matanya melihat Rehan dan mulut Pingkan juga sudah terbuka karna kaget. Rehan yang melihat Pingkan lalu berjalan mendekatinya dan tertawa melihatnya. Lalu berbisik padanya.
Rehan
hei... nafasnya masih bau kok mulutnya di buka lebar lebar sih?
itu juga matanya masih ada sesuatu.. belum mandi kan?
Pingkan menjadi malu karna perkataan Rehan. Pingkan langsung memukul lengan Rehan lalu langsung berbalik dan berlari menuju kamarnya. Pingkan lalu menuju kamar mandinya.
Di dalam kamar mandinya, Pingkan menatap dirinya di kaca dan berkata "ada apa denganku? kenapa aku jadi malu begini? biasanya juga aku cuek aja.. tapi kok.. ini begini ya?" Pingkan lalu menepuk nepuk pipinya yang sudah mulai terasa panas, lalu tersenyum sendiri. Pingkan lalu langsung mandi dan membersihkan dirinya.
Selesai mandi, Pingkan ke dapur karna dirinya sudah sangat lapar.
bibi
non, mau sarapan skarang?
Pingkan
iya bi, aku laper banget
bibi
bibi siapkan skarang ya.. tuan juga belum sarapan Nya, kata tuan mau bareng sama nyonya aja..
pingkan
hah? masa sih?
bibi
iya nyonya..
pingkan kebingungan karna ini adalah pertama kalinya Rehan seperti itu di rumah ini. Pembantunya saja kaget dan bingung, apalagi Pingkan.
Pingkan lalu pergi mencari Rehan, dan saat dilihatnya Rehan sedang ngobrol dengan tetangga di jalan, Pingkan berjalan mendekati mereka, lalu menyapa tetangganya itu. Pingkan lalu mengajak Rehan dan tetangganya itu sarapan, tapi tetangganya mengatakan kalau dia sudah sarapan dan akan bersiap mengantar istrinya keluar. Jadi mereka mengakhiri obrolan mereka lalu Rehan dan Pingkan kembali ke dalam rumah dan menuju meja makan. Pingkan penasaran kenapa Rehan bersikap seperti itu.
Pingkan
kenapa kamu belum sarapan? padahal ini kan udah lewat jam sarapan kamu..
Rehan
tadi pagi aku minum kopi sama makan kue yang kamu beli itu.. makanya jadi kenyang..
Pingkan
kue yang dari cafe itu?
Rehan
iya..
Pingkan
enak banget kan kuenya?
Rehan
iya..
kamu tau siapa pemilik cafe itu?
Pingkan
mana aku tau? aku pernah cari tau di google tapi ngak ketemu pemiliknya..
Rehan
ooh...
Pingkan
emang kamu tau..?
Rehan menganggukkan kepalanya sambil menyantap sarapannya.
Pingkan
hah? serius? siapa?
Rehan melihat Pingkan sangat penasaran. Lalu Rehan menjawabnya.
Rehan
Clara..
Pingkan
haaaah?
Rehan
yaa..
Pingkan
oh.. pantesan nama cafenya ada Lala ya..
tapi kan nama Lala ada banyak.. ngak mungkin lah itu punyanya Clara..
Rehan
tapi itu memang miliknya..
Pingkan terdiam tapi masih mengunyah makanannya. Pingkan berpikir dari mana Rehan tau, tapi Pingkan tak ingin merusak suasana pagi ini. Dia cukup tau dulu tanpa harus bertanya banyak. Pingkan lalu mengalihkan pembicaraan mereka itu.
Pingkan
ruang kerja kamu mau diapain? kok di kosongkan begitu?
Pingkan pura pura tidak tau.
Rehan
oh.. aku ingin renovasi sedikit, ingin mencari suasana baru..
Pingkan
oyah? rencana kamu apa?
Rehan
cuma mau ganti warna aja, catnya, gordennya, karpetnya, dan mungkin adavyang lainnya juga..
Pingkan
ohya.. kamu mau ganti cat warna apa ruang kerjamu?
Rehan
aku ingin warna yang cerah. kamu punya ide?
Pingkan
warna cerah?
warna orange kayaknya bagus..
Rehan
orange? boleh juga..
karpetnya?
Pingkan
karpet? kayaknya mending ngak usah pake karpet deh, kan warna tehelnya udah bagus tuh..
Rehan
gordennya?
eh.. kamu atur deh ya.. pokoknya aku ingin ruangannya terlihat cerah.. bosan lihat warna gelap itu..
Pingkan
oke.. nanti aku atur deh..
Rehan
ohya.. aku ingin ada foto princessku di mejaku. bisa kan?
Pingkan
yaa.. ya.. tentu..
Rehan
makasih ya..
Rehan mengucapkan terima kasihnya pada Pingkan sambil menepuk nepuk tangan Pingkan sambil tersenyum. Pingkan juga membalas senyuman Rehan.
Pingkan
Re... apa aku sedang bermimpi?
Rehan hanya tersenyum lalu melanjutkan makannya. Pingkan yang masih menatapnya lalu meneteskan airmatanya. Rehan yang menyadari itu langsung memandang wajah Pingkan lalu mengusap pipi Pingkan dan menghapus airmatanya sambil berkata
Rehan
maafkan aku.. aku belum bisa jadi seperti yang kamu mau selama ini..
Pingkan lalu menggelengkan kepalanya lalu memegang tangan kanan Rehan dengan kedua tangannya.
Pingkan
tidak.. aku yang harusnya minta maaf. karna aku kamu jadi seperti ini..
tapi aku juga ingin bertrima kasih karna kamu sudah memberikanku seorang putri yang cantik dan skarang dia mulai pintar..
Rehan
ya.. aku juga bertrima kasih padamu.. karna kamu masih mau bertahan denganku..
aku akan berusaha menjadi papa yang baik buat putriku.. putri kita.. tolong bantu aku..
Pingkan
yaa.. pasti.. kita akan sama sama berusaha menjadi orang tua yang baik untuk putri kita.. ya.. putri kita... Trima kasih Re karna kamu mau menerima putri kita..
Rehan
ya.. sama sama.. ini belum terlambat kan?
pingkan
tentu saja..
Rehan
trima kasih..
Rehan lalu mencium tangan Pingkan yang sedang menggengam tangannya. Pingkan tersenyum bahagia.
Pingkan
bolehkan aku mengatakan sesuatu padamu? aku harap kamu tidak akan memarahiku..
Rehan
ya.. tentu saja..
Pingkan
Rehan.. aku mencintaimu.. sangat mencintaimu..
Rehan menatap Pingkan, dan dia melihat kejujuran di matanya. Rehan tersenyum dan menjawabnya.
Rehan
trima kasih karna sudah mencintaiku. tapi maafkan aku karna sampai saat ini aku belum bisa mencintaimu..
Rehan menundukkan kepalanya. dia malu mengakui hal itu pada Pingkan. Tapi dia berusaha untuk mulai bisa berkata jujur pada Pingkan, walaupun itu menyakitkan.
Pingkan
iya aku tau.. di hatimu masih ada Clara.
Trima kasih karna kamu mau jujur padaku.. walaupun itu menyakitiku..
Tapi aku berharap suatu saat nanti akan ada cinta untukku dihatimu..
aku akan setia menunggumu Re..
aku tak ingin mencari yang lain lagi.. dan aku berharap aku juga akan menjadi wanita terakhirmu Re..
demi putri kita...
Airmata Pingkan tak terbendung lagi. Rehan lalu memberanikan diri menatap Pingkan. Rehan melihat airmata Pingkan, lalu Rehan berdiri dari tempat duduknya lalu mendekati Pingkan yang sedang duduk lalu memeluknya dari belakang. Pingkan tak bisa menahan tangisannya, lalu Rehan berusaha menenangkannya, memeluknya dengan erat dan menyandarkan kepalanya di kepala Pingkan, lalu mencium puncak kepalanya.
Rehan
maafkan aku..
aku akan berusaha menjadi seperti yang kamu mau.. tapi aku masih butuh waktu..
Pingkan hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil memegang erat tangan Rehan yang memeluknya dari belakang. Pingkan juga mencium tangan Rehan.