Part 43

1238 Kata

"Bu Rani dan juga Ndan Desta yang nolong aku buat sadar dari pengaruh yang ditanamkan oleh Nana, Alia." Itulah awal Bang Dwika membuka suara, tidak hanya itu Bang Dwika meraih tas yang diambilnya dari mobil, dari tas itulah aku melihat banyak hal yang tidak aku mengerti, banyak pertanyaan yang ingin aku lontarkan tapi Mbak Fatimah dan dokter Abra melarang. "Mbak Alia mending dengerin dulu deh penjelasan Papanya Dika, perkara nanti Mbak maafin atau nggak itu sepenuhnya keputusan Mbak." Yah, nasihat bijak dari seorang yang lebih muda inilah yang akhirnya membuatku memilih untuk menelan apa yang hendak aku katakan. Tapi kembali lagi, dengan dokter Abra yang berhasil menenangkanku rupanya membuat Bang Dwika cemburu. Mata hitam pekatnya menatap dokter Abra tidak suka lengkap dengan suara ketu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN