"Hasil tes DNA Mas Anang dan juga Nada sudah keluar, Alia." Alih-alih menjawab pertanyaan dari dokter Abra tentang perasaan yang terdengar begitu rumit, aku justru membuka ponselku dan melihat pesan yang di kirimkan oleh istri kakak iparku tersebut. Terbilang cukup lama memang, tapi akhirnya hasil tersebut keluar juga. Selama nyaris dua bulan lebih masalah ini berlalu dan Nana sudah ditahan, selama itu pula Nada di rawat di rumah singgah milik dokter Amira, kakaknya dokter Abra, psikolog yang menangani Dika. Ya, meski bagaimana pun kami tidak bisa mengabaikannya begitu saja saat Ibunya ditangkap, aku dan Mbak Eva bukan manusia berhati emas dan berbesar hati bisa merawat anak dari seorang wanita yang sudah membuat rumah tangga kami cerai berai tidak beraturan hingga kami merasa inilah kep

