Part 46

1080 Kata

"Papa nggak tahu dosa apa yang pernah Papa lakukan sampai di usia Papa yang sudah setua ini harus menyaksikan anak-anak Papa hidupnya seberantakan ini." Baru saja aku dan Bang Dwika sampai di ruang direktur rumah sakit, pertemanan antara keluarga Mbak Eva dengan direktur rumah sakit membuat kami mendapatkan ruangan ini untuk membahas hasil tes DNA, dan kami sudah di sambut suara lemah Ayah mertuaku yang begitu menyayat dalam ratapannya. Selama aku mengenal beliau. Ini adalah kali pertama aku melihat Ayah mertuaku begitu lemah dan tidak berdaya, saat beliau harus operasi usus besar karena tumor ganasnya pun beliau sama sekali tidak tertekan, bahkan saat itu beliau sendirian tanpa di dampingi oleh siapapun, tapi beliau sama sekali tidak mempermasalahkannya. Dan sekarang saat beliau memegan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN