"Jadi Kak Nada itu anaknya Papi Anang sama Tante Nana, Ma? Kok bisa Papi Anang punya anak selain dari Mami Eva? Dika nggak paham, Ma? Kenapa semua orang yang Dika kenal jadi Papanya Kak Nada? Dulu Kak Nada rebut Papa Dika, dan sekarang Kak Nada rebut Papinya Mbak Safira! Memangnya Papa boleh gonta-ganti ya, Ma?" Makan malam yang aku hidangkan dengan menu sederhana kesukaan Dika nyatanya tidak bisa membendung rasa penasaran putraku ini. Matanya yang besar seperti rusa menatapku menungguku memberikan jawaban atas tanya yang sulit untuk aku jelaskan padanya. Astaga, gara-gara yang hidupnya mengusik orang lain kini aku kesulitan menghadapi anakku sendiri. Aku menghela nafas panjang. Apa yang telah terjadi pada keluarga Prasetyo belakangan ini bukanlah sesuatu yang mudah, bukan hanya untukku

