Monday surprise

1603 Kata
Untuk sebagian orang hari Senin adalah hari yang menyebalkan, tapi tidak untuk Ayu dan Joko hari ini. Ya karena mereka sedang berbunga-bunga. Setelah acara dirumah Giana, Joko dan Ayu pergi kencan berdua. Mereka menghabiskan hari Minggu mereka dengan berjalan-jalan ke taman dan berburu kuliner kaki lima. Joko yang sudah memperhatikan Ayu sejak lama tidak berpikir dua kali ketika ditugaskan untuk berpura-pura menjadi audit. Dia pun senang ketika Derrel mengajaknya merubah sedikit penampilannya dan dia menjadi nyaman dengan penampilan barunya. Selama bertugas di ruangan finance pun Joko selalu memperhatikan Ayu. Walaupun tugas yang diberikan membuatnya sakit kepala tapi dengan adanya Ayu di dekatnya membuat Joko lebih bersemangat. Selama ini Joko tidak berani pdkt pada Ayu karena dia sadar kalau dirinya tidak menarik dan takut Ayu merasa tidak nyaman. Ketika hari pertama dia bertugas di ruangan finance pun, Joko merasa sangat kesal pada Bu Yuli yang terus memaki-maki Ayu. Setiap hari walaupun sibuk Joko selalu memperhatikan Ayu sampai dia menyadari kalau Ayu juga sering memperhatikannya. Dan tidak sengaja dia mendengar pembicaraan Ayu dan Giana ketika keduanya bertemu di depan toilet. Dia sangat senang ketika mendengar Ayu menanyakan dirinya pada Giana. Sejak itulah Joko berusaha dekat dengan Ayu dengan berpura-pura menanyakan apa saja masalah berkas yang akan di audit. Itulah awal kedekatan mereka yang membuat mereka jadi langsung akrab ketika dirumah Giana. Ketika dirumah Giana, Joko sudah memberitahu Ayu kalau dia adalah Joko yang selama ini dikenal culun. Joko tidak ingin Ayu merasa dibohongi. "Cieee...... yang lagi berbunga-bunga. Tumben hari ini pagi Yu?!" celetuk Tiara. "Iya tumben banget loh senin-senin gini biasanya Ayu last minute absen. Jadi lebih semangat bangun pagi nih kayanya!" timpal Dona. "Aaiihh... kalian ini yang jomblo. Ga ngerti aja sama pasangan baru. Dah jelaslah dia dijemput " Kang Mas Joko " yang super kalem itu. Ya ga Yuuu...???" jelas Nita. "Aaaaaa...... ciiieee...... bener Yu dijemput Kang Mas Joko ???" tanya Tiara penasaran. "Aaaaaaa....... gw kapan dong ada yang jemput???!!" timpal Dona. "Iya tadi pagi-pagi gw dah dijemput Joko, terus sempet nyarap bareng dibelakang parkiran." jawab Ayu menanggapi pertanyaan teman-temannya. "Haahh... serius lu sempet nyarap bareng?? Jam berapa lu dijemput Yu?? Bangun jam berapa lu??" kepo Dona. "Ssstt... udah... udah... Pak Frans udah diluar tuh." ucap Giana membubarkan teman-temannya. Mereka semua kembali ke tempat duduk masing-masing untuk memulai pekerjaannya. "Giana... tolong keruangan saya." ucap Pak Frans ketika sampai di ruangan finance. "Baik Pak." jawab Giana Semua teman Giana saling berpandangan dan berbicara melalui mata. Dan ketika Giana mulai berjalan kearah ruang Pak Frans, semua temannya mengepalkan tangan memberi semangat pada Giana dan dibalas senyum oleh Giana. Giana berjalan keruang Pak Frans sambil membawa agenda dan bolpen. tok tok tok "Masuk." "Permisi Pak." "Ya silahkan Giana, duduk. Kita langsung membahas masalah kenaikan jabatan kamu ya." "Apa ga terlalu cepat Pak? Kan ada Pak Frans yang bisa memimpin kami disini." "Ga bisa Giana. Kamu tahu sendiri jadwal Dokter Kendrich sangat padat. Saya ga bisa percayakan semuanya ke sekretaris saya. Saya harap kamu siap ya, saya sudah keteteran pegang 2 pekerjaan disini. Bulan depan saya juga akan lebih repot lagi. Dua Minggu penyesuaian oke? Selama dua Minggu saya akan on off ke ruangan ini. Jadi selama saya off, saya harap kamu bisa mulai handle semua pekerjaan saya ya. Setelah ini kita meeting dengan semua staff finance. Kalau ada yang kamu tidak mengerti atau ragu, bisa kamu chat ke saya." "Baik Pak." walaupun Giana ragu tapi dia juga tidak bisa lari dari janjinya pada orangtua Nick. "Oke untuk laporan yang kemaren sudah saya periksa. Semua sudah oke sudah saya tanda tangan juga. Bisa kamu antar laporannya ke sekretaris Dokter Ferdi. Setengah jam lagi kita meeting ya, ga usah formal langsung di ruangan aja. Meeting kali ini hanya pemberitahuan dan pembagian tugas saja. Kamu kasih tau semua staff ya sebelum antar laporan ini." "Baik Pak. Ada lagi yang perlu saya bantu Pak?" "Ga ada Giana, terima kasih ya kamu sudah banyak meringankan pekerjaan saya selama ditugaskan membereskan kekacauan finance." "Sama-sama Pak, saya juga banyak belajar dari Pak Frans." "Oke, silahkan kamu bereskan." "Baik Pak, saya permisi." pamit Giana kemudian melangkah keluar ruangan atasannya saat ini. Ketika melihat Giana keluar ruangan atasan mereka sambil membawa map laporan, semua teman Giana langsung bernapas lega. Ya mereka mengira akan ada revisi laporan lagi yang membuat mereka harus bekerja ekstra. Giana hanya tersenyum melihat muka-muka lega teman-temannya. "Guys... setengah jam lagi kita meeting ya. Pak Frans minta meeting disini saja ga perlu formal katanya. Gw antar laporan dulu ya, kalian siap-siap." ucap Giana memberitahu teman-temannya. "Oke." jawab mereka kompak. Giana berjalan keluar ruangan untuk memberikan laporan ke ruangan direktur. Sampai didepan ruangan direktur, Giana menghampiri meja sekretaris Dokter Ferdi dan langsung memberikan laporan yang dia bawa. Sesudahnya Giana menyempatkan diri mampir ke Sudut Jajan untuk membeli minuman untuk meeting nanti. Giana membeli beberapa jus dan minuman kemasan agar temannya bisa memilih minuman yang mereka suka. Giana membawa dua kantong minuman dan berjalan kembali ke ruangannya yang ada di lantai 9 gedung Hope. Saat melewati ruangan IT, Giana terkejut melihat Nick sudah didepannya menghalangi jalannya. Giana berjalan sambil mengirim pesan ke mama Liana minta dikirimkan buah-buahan untuk jus karena di Sudut Jajan Hope sudah banyak yang habis. Makanya Giana tidak menyadari sudah sampai mana dia berjalan. Nick menahan Giana agar tidak sampai terjatuh karena Giana terkejut dan tangannya penuh dengan minuman. Giana sontak melotot dan protes pada Nick yang membuat Nick tertawa. "Jangan main hp sambil jalan Naa! Bahaya! Untung aku yang didepan kamu, kalo orang lain bisa-bisa kamu seruduk mereka." ucap Nick mengingatkan. "Iiissshh..... iyaaa. Aku cuma chat mama." "Iyaa... tapi lebih baik kamu chat jangan sambil jalan. Kalau kamu jatuh gimana?!" "Iyaa... iyaa... ya udah aku mau balik ke ruangan mau meeting sama Pak Frans." "Lima menit yaa... kangeeennn!" "Apa sih Nick astaga. Kemaren juga kita baru jalan kan. Aku dah mau meeting nih, dah ngaret banget aku nih. Disuruh anter dokumen aja dah mau setengah jam ini." "Ya kan dari kemarennya kita rame-rame terus. Kamu itu selalu mampir ke Sudut Jajan, gimana ga ngaret. Ga bisa keluar ruangan dikit aja kamu Naa... pasti mampir kalo keluar ruangan. Coba mampir nya ke ruangan aku sekali-sekali." ucap Nick sambil cengengesan. "Nanti malah ganggu konsentrasi kalau mampir ke ruangan kamu." "Obat pusing Naaa... bukan ganggu konsentrasi." "Ckckck..." " Nanti malam nonton yuk. Mumpung "nomat", ada film action yang mau aku tonton." "Hmmm... oke. Tapi liat kerjaan aku ya." "Oke pulang kerja aku ke ruangan kamu ya Naaa..." "Oke, aku balik ruangan dulu ya. Bye." Sesampainya Giana di depan pintu ruangan finance, Tiara dan Nita sudah menyambut barang bawaan Giana. Mereka sudah terbiasa melihat Giana yang kembali ke ruangan selalu dengan tangan penuh dan mereka selalu menyambut dengan senang hati. Sejak Giana bergabung memang semuanya berubah total. Mereka jadi lebih kompak dalam hal pekerjaan maupun hal diluar pekerjaan. Mereka semua sudah menyiapkan meja ditengah ruangan untuk meletakkan minum yang Giana bawa dan dikelilingi kursi. Giana langsung memanggil Pak Frans untuk memulai meeting hari ini. Dan meeting pun dimulai. "Oke, kita mulai meeting hari ini. Kita santai aja ya, yang mau bertanya silahkan bertanya. Kita membahas pembagian tugas baru dan akan ada sedikit perubahan." Pak Frans menjeda ucapannya dan membuat semuanya saling tatap. "Saya akan menjabat disini sampai dua Minggu kedepan, setelahnya sudah bersama pimpinan kalian yang baru. Untuk ACC masih tetap ke saya ya karena direktur keuangan yang baru belum ada penggantinya. Untuk supervisor mulai dua minggu kedepan sudah dipegang Jefri ya, Nathan tolong semua tugas supervisor bisa kamu alihkan pada Jefri. Minggu depan sudah akan ada pengganti Jefri ya, jadi kalian bisa saling belajar bersama untuk tugas kedepannya. Gimana Nathan, bisa kamu aturin pembagian tugasnya sekaligus mengajarkan staff baru?" "Bisa Pak." jawab Nathan mantap. "Jefri gimana? Sanggup dengan tugas baru?" "Hah... bi-bisa Pak." jawab Jefri gugup karena tidak menyangka akan ditunjuk sebagai supervisor. "Oke. Untuk kalian semua yang pekerjaannya ada yang berhubungan dengan Nathan harap diselesaikan secepatnya ya karena bulan depan Nathan sudah tidak bergabung bersama kita lagi." Ucapan Pak Frans sontak membuat semuanya bertanya-tanya dan saling tatap satu sama lain. "Dan untuk Giana akan menggantikan saya sebagai Manager Keuangan. Ada yang keberatan?" Seketika ruangan menjadi ramai, mereka bersorak dan memberi selamat pada Giana. Mereka tidak ada yang keberatan dengan posisi manager yang akan diberikan pada Giana. "Oke kalau semua tidak keberatan. Untuk pekerjaan Giana untuk sementara tolong Dona, Ayu, Nita, Tiara back up dulu ya. Kita akan menambah staff secara perlahan dimulai dari pengganti Jefri dulu. Untuk budget tetap menjadi tugas Giana ya. Saya harap kalian saling support satu sama lain, saling bantu pekerjaan teman kalian. Tujuannya supaya kalian juga bisa menguasai semua hal tidak melulu pekerjaan kalian saja. Gimana? Ada yang keberatan? Atau ada yang mau ditanya?" Ayu mengangkat tangannya untuk bertanya masalah pekerjaannya. "Pak, jadi kita tetap bekerja sesuai job desk masing-masing ditambah pekerjaan Giana? Cara pembagian pekerjaan Giana bagaimana Pak? Pekerjaan Giana itu banyak banget setau saya." "Untuk itu nanti kalian diskusikan lagi ya Giana. Ga semua pekerjaan Giana diserahkan pada kalian. Karena pekerjaan Giana selama ini harusnya dikerjakan Bu Yuli. Jadi nanti kalian bisa diskusi bersama untuk pembagian pekerjaannya ya. Saya harap mulai besok kalian sudah mulai bekerja sesuai job desk baru. Giana dan Nathan bisa ya kalian atur setelah ini. Saya harus mendampingi Dokter Ken ke lapangan setelah makan siang. Kalau ada apa-apa bisa hubungi saya ya. Untuk hal yang perlu tanda tangan bisa taruh dimeja saya, besok pagi saya bereskan." "Baik Pak." jawab mereka bersamaan. "Oke sekian untuk hari ini. Mari kita minum jus yang disediakan Giana. Silahkan minum dan bubar." kelakar Pak Frans yang membuat semuanya tertawa. Begitulah ruangan finance sejak tidak ada Bu Yuli. Semua terlihat lebih santai walaupun tekanan pekerjaan mereka tidak main-main.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN