Steve memperhatikan Giana yang sedang makan dengan Nick dan Derrel. Dia kesal karena Giana terlihat sangat bahagia bersama Nick. Nick terlihat sangat perhatian pada Giana, semua hal seperti diperhatikan dari hal terkecilnya. Seperti yang Steve liat sekarang Nick memesankan makanan untuk Giana, membersihkan sendok, membuka botol kemasan air mineral, membantu mengikat rambut, menemani cuci tangan, membantu Giana duduk, dan banyak perhatian kecil lainnya yang Nick lakukan untuk Giana. Semua itu tidak pernah Steve lakukan untuk Giana, karena Steve berpikir hal sepele seperti itu bisa Giana lakukan sendiri tanpa bantuan Steve. Bahkan ketika ada yang menyenggol Giana pun, Nick langsung siap merangkul dan melindungi Giana agar Giana tidak terjatuh.
Pada saat masih pacaran dengannya, semua hal-hal kecil yang Nick lakukan pada Giana justru Giana yang melakukannya untuk Steve. Karena Steve merasa hal seperti itu memang harusnya dilakukan seorang wanita. Dia tidak pernah berpikir untuk sama-sama memberikan perhatian kecil itu pada pasangannya. Giana juga pernah jatuh tersandung tali yang melintang di parkiran mobil. Steve hanya tersenyum melihatnya dan tidak membantu Giana untuk bangun dari jatuhnya. Steve merasa itu bukanlah hal yang membutuhkan pertolongan karena Giana hanya jatuh pelan dan tidak ada luka sama sekali. Steve seperti tersadar bahwa banyak hal kecil yang membuat wanita bahagia, semua itu tidak pernah sama sekali dia lakukan pada Giana apalagi pada Susan.
Giana sangat berbeda dengan Susan. Giana sabar dan penyayang juga tidak pernah menuntut apapun pada Steve. Sangat berbeda jauh dengan Susan. Pada saat hubungan mereka tanpa status ketika Steve masih bersama Giana, Susan tidak pernah menuntut macam-macam pada Steve. Juga tidak pernah marah-marah ga jelas, ngambek dan lainnya. Semua terasa menyenangkan waktu itu, Steve merasa bisa bertukar pikiran masalah pekerjaan juga. Steve mencintai Giana tapi dia merasa Giana tidak bisa diajak tukar pikiran masalah pekerjaannya. Karena itu steve selalu mengiyakan jika Susan mengajaknya jalan, Steve berpikir hanya sekedar jalan dan bertukar pikiran masalah pekerjaan. Steve tidak menyadari Susan mempunyai niat lain, Steve hanya merasa senang karena punya teman sharing.
Setelah putus dari Giana, Susan terus memaksanya untuk berpacaran dengan Susan. Steve berpikir tidak ada salahnya dijalani karena dia juga merasa cocok dengan Susan. Namun setelah berpacaran tepatnya setelah Giana dan Nick bergabung bekerja di rumah sakit, semua mulai berubah.
Susan mulai menuntut ini itu darinya. Awalnya Steve mencoba mengerti, dia belajar dari kesalahannya bersama Giana. Steve mencoba lebih perhatian pada Susan tapi nyatanya Susan tetap banyak menuntut dan lebih sering ngambek ga jelas. Sampai ada kejadian-kejadian yang membuat Steve mengerti mengapa Susan terus saja menuntut ini itu darinya.
Tepat sebulan setelah Giana dan Nick bergabung di rumah sakit, Susan mengikuti seminar selama 3 hari. Dan dari awal seminar Susan bilang pada Steve kalau dia tidak ingin diganggu karena perlu konsentrasi. Steve pun menuruti keinginan Susan, dia hanya chat menanyakan kabar dan hal-hal kecil lainnya. Sampai hari ke 3 Steve berinisiatif untuk menjemput Susan. Steve yang melihat Susan berjalan keluar ruangan pun berjalan menghampiri Susan. Susan terlihat sedang berbicara dengan beberapa dokter lainnya dan Steve pun tidak ingin mengganggu. Dia berdiri didekat pilar menunggu Susan selesai mengobrol. Tidak sampai 10 menit kumpulan dokter yang bersama Susan membubarkan diri dan Steve bermaksud menghampiri dan memanggil Susan. Tapi Susan langsung berjalan keluar dengan menggandeng seorang dokter pria. Mereka terlihat sangat mesra, Steve pun hanya diam memperhatikan.
Ketika sedang terdiam, Steve bertemu beberapa dokter yang dikenalnya. Mereka basa basi menanyakan kabar kemudian Steve bertanya siapa dokter yang bersama Susan. Mereka mengatakan dia adalah dokter spesialis yang menjadi pembicara seminar, dokter muda dengan segudang prestasi dan berpraktek di German. Dari obrolan itu Steve tau kalau selama seminar, Susan terus menerus menempel pada dokter muda itu dan sore ini mereka akan pergi jalan ke suatu mall.
Setelah kejadian itu Steve berusaha memperbaiki diri, berusaha lebih memperhatikan Susan. Namun Susan tetap saja seperti mencari kesalahannya dan tidak pernah puas dengan apa yang Steve lakukan untuknya.
Steve pun tau kalau selama ini Susan berusaha mencari perhatian Nick. Awalnya Steve mendengar perbincangan beberapa suster dan Steve tidak ambil pusing. Beberapa kali Steve pun pernah melihat Susan yang mengajak ngobrol Nick. Steve tetap berusaha positif dan tidak terlalu memikirkannya karena dia dan Susan tetap menjalin hubungan dan baik-baik saja. Sampai akhirnya di hari ini Steve menyadari kalau Susan tidak mencintainya. Karena dari awal dia datang menghampiri, Susan terus menerus memperhatikan Nick dan Giana. Susan terus saja menunjukkan raut wajah tidak suka pada Giana, Susan terus bergumam kalau Nick adalah miliknya. Susan terus mengatakan Giana tidak pantas bersama Nick, Nick adalah miliknya, Nick lebih pantas mencintainya daripada Giana.
Steve tau selama ini Susan tidak menyukai Giana, dia berpikir kalau Susan mencintainya dan cemburu pada Giana. Tapi saat ini Steve kembali tersadar karena apa yang Susan katakan dan mengingat kejadian sebelumnya. Steve jadi tau kalau Susan menyukai Nick dan ingin bersama Nick entah karena mencintai Nick atau karena ambisinya.
Steve juga tidak suka melihat kedekatan Giana dan Nick, dia cemburu dan menyesal telah melukai Giana. Namun Steve juga tidak ingin egois, walaupun hatinya sakit melihat Giana bisa tersenyum dan tertawa lepas saat bersama Nick. Steve hanya berusaha merelakan semuanya karena dia juga senang melihat kebahagiaan Giana sekarang.
Sekarang Steve harus memikirkan apakah dia akan mempertahankan Susan atau tidak. Dia akan mencoba mengingatkan dan menyadarkan Susan.
Steve pun memperhatikan Derrel, selama ini pun Steve tidak pernah melihat Derrel tersenyum dan tertawa lepas seperti yang sekarang dilihatnya. Steve merasa Derrel seperti terlepas dari beban berat yang selama ini dipikulnya. Selama berpacaran dengan Giana, Steve hanya tau kalau orang yang Giana cintai pergi meninggalkan Giana tanpa kabar. Steve pernah menanyakannya lebih dalam tapi Giana tidak pernah mau menceritakannya dan Steve pun memahaminya. Dan Steve tahu hanya dengan Derrel sahabatnya, semua Giana ceritakan.
Menyesal pun sudah ga berguna lagi, Steve hanya berusaha menjadikan kisahnya dengan Giana sebagai pelajaran hidupnya. Sekarang dia harus kembali ke realita.
"Honey... kamu udah pesen makan?" tanya Steve pada Susan.
"Hah... apa?" jawab Susan yang tidak memperhatikan jika Steve sudah didepannya.
"Kamu udah makan belum? Udah pesen makan?" tanya Steve lagi.
" Belum!" ketus Susan
"Ya udah... mau makan apa? Aku pesenin."
"Terserah."
Jawaban yang paling tidak disukai kaum pria. Jawaban yang tidak pernah Giana berikan padanya. Penyesalan memang selalu terlambat.