BBQ Party

1192 Kata
Hari yang ditunggu tiba, Giana sedari pagi sudah sibuk merapikan rumah dan menyiapkan perlengkapan untuk BBQ. Untuk bahan makanan dan minuman, Nick menawarkan diri untuk membelinya bersama Derrel sebelum kerumah Giana. Mama Liana pun tidak kalah sibuk, mamanya sangat suka jika teman Giana datang berkumpul di rumah Giana. Katanya seperti punya anak banyak, ya Mama Liana sangat suka anak-anak dan teman Giana walau sudah dewasa masih diperlakukan seperti anak-anak. Teman Giana tidak ada yang keberatan malah sangat senang karena rata-rata orangtua mereka sangat sibuk sehingga jarang memperhatikan mereka. Mama Liana sudah meminta karyawan tokonya untuk mengantarkan macam-macam snacks ke rumah. Giana sedang memeras jeruk untuk disimpan di dalam kulkas, sedangkan Mama Liana sedang menyiapkan sayuran untuk salad. Beberapa macam buah pun sudah Giana potong dan disimpan dalam kulkas. Mbok Inah menyiapkan piring-piring dan gelas-gelas di meja yang disiapkan khusus. Giana mengundang teman 1 ruangannya dan sahabat nya di SMP. Mereka sudah sibuk menanyakan dresscode dan jam berapa mereka akan ke rumah Giana. Giana yang malas dengan segala embel-embel dresscode justru mengancam teman-temannya untuk berpakaian santai. Giana menyarankan kaos oblong dan celana joger saja karena acaranya di outdoor supaya tidak digigit nyamuk ataupun kedinginan. Ada temannya yang menyambut gembira saran Giana dan ada yang mengatakan Giana kolot. Tapi Giana mengatakan ingin acaranya santai dan intim makanya menyarankan dresscode santai supaya tidak ada yang terlihat menonjol diantara yang lain. Akhirnya mereka semua menyetujui usul Giana. Ada yang tidak punya celana joger pun Giana hanya mengatakan bebas yang penting santai dan tidak berlebihan. Nick dan Derrel sudah sampai di rumah Giana sebelum makan siang. Nick sudah membawakan makan siang untuk Giana sekeluarga. Mama Liana menyambut Nick dengan senang karena sudah lumayan lama Nick tidak berkunjung. Mama Liana meminta mbok Inah mencuci daging dan merapikan belanjaan Nick. "Naa... panggil papa mu di ruang kerjanya." Mama Liana menyuruh Giana memanggil Papa Gio yang masih sibuk memeriksa laporan dari toko. "Iya Maa..." "Nick, Derrel... ayo duduk di meja makan. Kita makan siang dulu ya. Abis ini tante boleh minta tolong ya angkatin meja ke halaman belakang." "Iya Tante." jawab Nick sambil tersenyum "Siap Maa..." jawab Derrel semangat "Mama... mama... mulut lu yaa!" omel Nick pada Derrel "Mama mertua kan." jawab Derrel cengengesan "Terus aja... gw doain ga dapet jodoh sampe tua ntar!" omel Nick mengancam Derrel. "Ampun Pak Bos... hari ini kan gw mau dapet jodoh. Dah bangun pagi-pagi ini demi jodohku tidak dipatok ayam." "Kamu ini... mana ada jodoh dipatok ayam. Kamu juga boleh kok panggil Mama, Nick. Derrel itu kadang suka becanda keceplosan panggil Mama dari dulu memang. Kamu mulai sekarang panggil Mama juga boleh kok, Mama seneng banget bisa punya banyak anak walaupun ga lahir dari rahim mama." jelas Mama Liana sambil mengajak Nick dan Derrel ke meja makan sambil tersenyum. "Wah... saya juga mau dipanggil Papa. Jangan Tante aja dipanggil Mama, saya juga harus dipanggil Papa. Ya Nick... boleh ya. Derrel juga boleh kalo mau jadi anak Papa." celetuk Papa Gio saat sudah dekat meja makan bersama Giana. "Saya sih maunya jadi menantu Paa..." jawab Derrel sambil cengengesan. "Lu minta dipecat Der?" ucap Nick sambil menatap tajam. "Canda Bos... eeelllaaahhh si bos sensi. Gw mau jadi mantu juga ga bisa bos, Kak Giana aja nolak gw mulu. Santai Bos... gw jagain calon istri Bos sebagai Kakak gw." ucap Derrel sambil mengekspresikan kata-katanya yang terlihat seperti anak kecil tidak bisa diam. Kelakuan Derrel otomatis mengundang tawa mereka semua. Mereka pun makan siang sambil mengobrol santai dan diiringi canda tawa. ••• Giana sedang duduk santai bersama Nick di taman belakang saat Jesi datang bersama Bella. Mereka sudah heboh dari pintu masuk rumah Giana. "Giii... yuuhhuuu..." teriak Jesi dari pintu depan. "Gianaaa... hallooo... waaahhh... kue kesukaan gw dah nongkrong di meja. Asiiikk..." Bella berteriak memanggil Giana dan teralihkan dengan kue-kue yang ada di meja makan. "Wah Bella, Jesi udah dateng. Ayo masuk-masuk." "Mamaaaaaaa......." teriak Bella dan Jesi bersamaan sambil berlarian menghampiri Mama Liana yang sedang membuat kopi di dapur. "Apa kabar kalian? Udah lama ga main kesini, ga kangen mama yah?" Mama Liana memeluk Jesi dan Bella sambil protes. "Kangen dong Maa... salahin Giana tuh sibuk terus." jawab Jesi "Lala juga kangen Mama." jawab Bella manja sambil tetap memeluk Mama Liana. "Gw curiga nih kalo lu dah gini. Ga yakin gw kalo lu kangen Mama. Pasti lu cuma kangen snacks sudut jajan kan? Ngaku lu?!" oceh Jesi gemas dengan tingkah Bella. "Huusshh... jangan buka kartu dong Jes. Gw kan kangen Mama, kalo snacks kangen juga tapi Mama no 1 dooonnggg......!!!" "Dasar lu...!!!" "Udah... udah... ayo minum dulu. Kalo mau ngemil juga Mama udah siapin kue kesukaan kalian. Giana ada di taman belakang sama Nick." "Belom ada yang dateng Maa??" tanya Jesi "Baru kalian sih yang dateng." "Waahh... parah sih pada jam karet." omel Bella. "Kita kebelakang dulu ya Maa..." ucap Jesi "Yaaa..." jawab Mama Liana Bella dan Jesi langsung menuju halaman belakang rumah Giana. Bella berjalan lebih dulu sambil melompat-lompat kecil dengan camilan di tangannya. Tiba-tiba Bella tersandung ubin pembatas antara rumah dan halaman belakang. "Beeelllllllllaaaaaa......!!!!!!" teriak Jesi Buugghh "Aaaaaaaaaaa........" "............eeewhhhmmm........" Bella tersandung dan jatuh tepat diatas tubuh Derrel yang kebetulan mau masuk kedalam rumah. Bella terjatuh dengan posisi tangan terangkat sehingga camilan yang dibawa Bella masuk ke mulut Derrel dengan paksaan tangan Bella yang ingin menahan tubuhnya. Bella dan Derrel sama-sama membeku dengan posisi Bella menindih tubuh Derrel di rumput. Keduanya hanya saling memandang dalam diam karena mulut Derrel pun penuh dengan pastel yang dibawa Bella tadi. "Ehhhmmm...hhmmm...uhuukk...uhhuukkk.......!" batuk Jesi dengan keras melihat kebekuan Bella dan Derrel. Bella yang kaget langsung tersadar dan berusaha bangun dari atas tubuh Derrel. Giana dan Nick yang melihat jatuhnya Bella dan Derrel pun menghampiri mereka. Mereka membantu Bella dan Derrel untuk berdiri. Derrel langsung mengambil pastel yang menyumpal mulutnya kemudian terbatuk-batuk seperti kehabisan nafas. Bella yang merasa bersalah langsung membantu menepuk-nepuk pundak Derrel. " Maaf... maaf... maaf... saya ga sengaja. " ucap Bella panik. Derrel hanya mengangkat tangannya untuk memberitahukan dia tidak masalah sambil masih sedikit terbatuk-batuk dan berjalan kemeja minuman. Bella pun langsung membantu Derrel mengambil minuman. Jesi, Giana dan Nick tersenyum penuh arti melihat kejadian barusan kemudian mereka meninggalkan Bella dan Derrel berdua. " Kangen banget Jeess...! " ucap Giana sambil memeluk Jesi " Gw jugaaa kanggeeennn...!!! " timpal Jesi sambil balas memeluk Giana. "Dari kemaren perasaan ribut kangen kangen mulu. Sekarang dah ketemu juga masih aja kangen yang dibahas. Dah ngobrol sambil duduk aja." celetuk Nick "Iyaa... iyaa... iihh jutek amat si bapak!" Jesi langsung membalas ucapan Nick. "Udaaahh... ayo duduk yuk!" ajak Giana pada Nick dan Jesi. "Temen kamu yang satu kayanya lupa ama rasa kangennya deh Naa !" ucap Nick sambil senyum-senyum melihat kearah Derrel dan Bella yang sudah asik ngobrol berdua. "Haahaahhaaaaaa........ wwoooiii Beellllaaa !!! Asik yaaa... lupa ama tuan rumah!" teriak Jesi sambil tertawa diikuti Giana dan Nick yanh membuat Bella jadi salah tingkah. "Yuk gabung kesana." ajak Derrel "Eehh... iyaa yuk." jawab Bella gugup. "Waaahhh... baru dateng dah langsung ketemu jodohnya nih. Setuju lah gw!" ucap Giana "Gw juga setuju Rel. Gimana Bel? Temen gw baik banget loh ini." celetuk Nick melihat Derrel dan Bella menghampiri mereka. "Aaahhh....... gw gimana dooonnggg !!!" teriak Jesi yang sontak membuat mereka semua tertawa.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN