BBQ Party 2

1274 Kata
Semakin sore semua teman Giana dan Nick mulai bermunculan satu persatu. Derrel sudah asik ngobrol bareng Bella, Jesi ikut nimbrung bareng Giana dan teman kantor Giana. Mereka membaur bersama sambil ngemil snack dan buah yang disiapkan Giana. Sedangkan Papa Gio dan Nick sudah mulai menyiapkan arang untuk memulai BBQ. Giana pun mulai membantu mengeluarkan daging dan lainnya. Mereka semua tidak ada yang jaim, semua makan dengan lahap dan gembira. Dari teman kantor Giana dan Nick sampai teman sekolah mereka semua membaur bersama. Tidak ada kecanggungan diantara mereka, seolah-olah mereka sudah berteman lama. Ayu yang terkejut dengan kehadiran sosok pria yang dikaguminya pun sudah dijelaskan Giana kalau pria tersebut adalah Joko staff IT Hope Hospital. Meskipun canggung tapi Ayu tetap berusaha mengajak Joko ngobrol. Mereka yang awalnya mengobrol bersama yang lain, semakin lama semakin menyingkir sampai akhirnya mereka duduk di gazebo. Giana yang menyadari hilangnya Ayu dan Joko, berbisik pada Nick kalau sepertinya rencana untuk mendekatkan mereka mulai berhasil. Nick hanya tersenyum menanggapi Giana sambil mengacak rambut Giana gemas. Semua sahabat Giana semasa SMP datang meramaikan BBQ party di rumah Giana. Mereka semua sangat senang bisa kembali berkumpul dan bertemu teman baru. Jesi, Yuna, Sinta, Mora menceritakan kegiatan mereka saat ini. Sementara Bella sudah asik bertukar cerita dengan Derrel yang sesekali diledek teman-temannya. Bella dan Derrel masih duduk bergabung bersama dan ikut mendengarkan dan menimpali cerita teman-temannya, walaupun mereka lebih sering mengobrol berdua. Papa Gio dan Mama Liana pun bergabung bersama ditengah halaman bersama mereka. Giana sengaja menggelar tikar ditengah halaman untuk membuat kesan lebih hangat dan membuat mereka lebih mudah akrab satu sama lain. Walaupun tetap disediakan kursi dan meja di bagian samping. Semua makanan diletakkan ditengah sehingga semuanya dapat menjangkau makanan yang diinginkan. Bumbu BBQ racikan Mama Liana memang tidak pernah gagal, semua makanan yang disiapkan ludes tak bersisa. Mereka semua tertawa-tawa karena kekenyangan tapi mulut tidak ingin berhenti mengunyah. Giana pun pergi ke dapur membuatkan teman-temannya teh hangat, Nick pun mengikuti Giana. Ketika Giana sedang menyiapkan gelas sambil menyiapkan teh di dalam teko, tiba-tiba ada yang memanggilnya. "Gii!" Giana menoleh kebelakang dan melihat Nathan berjalan mendekati Giana dan Nick. "Mau teh bro?" tanya Nick "No, thanks." "Mau jus?" tambah Giana "Ga...ga... gw mau tanya Gii. Temen lu yang tinggi yang bawel single ga?" Nick dan Giana saling berpandangan lalu tersenyum. "Jesi maksud lu?" tanya Nick "Gw ga tau namanya. Yang rambutnya bulet diatas gini." Nathan menjelaskan sambil membuat bulatan dengan tangannya dan menaruhnya dibelakang kepalanya. "Dicepol." jawab Giana sambil tertawa "Gimana bro? Kok nanyain single ga? Bukannya lu dah ada gebetan diluar kantor ya?" tanya Nick penasaran. "Hmmm... gw ga lanjut sih. Gw tertarik sama temen Giana. Boleh tanya kan Gi tentang Jesi? Kalo oke gw mau langsung serius." "Jesi single. Lu bisa ngobrol aja langsung sama dia, pdkt aja langsung." jawab Giana "Boleh gw tau info dari lu berdua aja? Kalo oke baru gw maju, gw mau langsung ajak married." "Haaahh...married?? Yang bener lu!!" Giana terkejut dengan pernyataan Nathan. "Iya gw ga punya banyak waktu. Gw mau pindah dan ga punya banyak waktu buat pdkt. Gw yakin temen Giana pasti baik dan ga aneh-aneh." "Kenapa bro... lu disuruh ngurus cabang di Ausie?" tanya Nick sambil tersenyum. "Cabang? Cabang apaan? Lu mau pindah ke Ausie Nath? Kapan?" cecar Giana. Nathan dan Nick tertawa berbarengan melihat Giana yang kebingungan. "Iiisshh... kok pada ketawa sih. Kamu dah tau Nick? Kok ga cerita sih?" kesal Giana pada Nick. "Gimana bro... boleh cerita ga nih?!" tanya Nick pada Nathan. Nathan hanya mengangguk sambil tersenyum. "Dia calon penerus Sunny Hospital." lanjut Nick menjelaskan pada Giana. "Gw adik ipar Kak Chloe." Nathan langsung memberitahu Giana. Giana terdiam tak percaya sambil melihat kearah Nick. "Iya bener Naa... Nathan kesini buat belajar sekaligus mengamati kecurangan dan kekacauan Bu Yuli kemarin." ucap Nick menjelaskan pada Giana. "Kok gw ga tau kalo lu anak pemilik Sunny Hospital dan adik ipar Kak Chloe ya? Kok lu ga bilang Nath?" "Kalo gw cerita nanti lu ga kaget dong!" timpal Nathan sambil tertawa. "Iihh...kok pada jahat sih!!!" cebik Giana. "Udah back to topik. Gimana Jesi Gii? Gw mau pdkt tapi proses cepet. Gw mau langsung ajak married kalo dia setuju dan langsung gw boyong ke Aussie." jelas Nathan pada Giana. "Wow... wow... wow... buru-buru amat bro. Selow bro..." timpal Nick. "Gw ga bisa LDR bro. Lagian lu tau kondisi di Aussie, mereka masih anggep gw anak ingusan. Bokap minta gw married sebelum ke Aussie kalo bisa. Kalo boleh tau background pendidikan Jesi apa ya Gii?" "Background Jesi komunikasi international, sekarang dia juga kerja di perusahaan international. Tapi dia dah ga punya ortu Nath, cuma ada nenek dan 1 adiknya yang masih kuliah." jelas Giana. "Jadi dia biayain nenek dan adiknya?" tanya Nathan "Iya... ortunya meninggal kecelakaan saat sebelum dia wisuda." "Tenang aja bro, Jesi anak yang mandiri setau gw. Gw ama Giana temenan sama Jesi dari SMP dan dia baik juga mandiri. Kalo lu serius, gw dukung lu bro. Gw rasa dia cocok dampingin lu buat berantas kekacauan di cabang Aussie." "Bermasalah juga di Aussie???" tanya Giana. Nick dan Nathan hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Giana. Gimana bersama Nick dan Nathan kembali ke berbaur bersama teman-teman mereka dengan membawa teh hangat. Mereka semua asik bercerita bersama, mereka banyak bertukar pikiran tentang dunia kerja yang mereka geluti. Papa Gio pun menjadi tempat curhatan mereka begitupun Mama Liana, semua teman Giana dan Nick merasa senang dapat bertukar pikiran bersama Papa Gio dan Mama Liana. Hari semakin malam, Papa Gio dan Mama Liana pamit untuk istirahat terlebih dahulu. Dan mereka masih betah di rumah Giana, tidak ada yang ingin beranjak dari sana. Nathan mulai mengajak ngobrol Jesi, bertanya seputar pekerjaan dan kegiatan sehari-hari. Jesi yang memang supel langsung akrab dan membuat Nathan yakin dengan pilihannya. Nathan selama ini mencari calon istri yang mudah bergaul ke semua kalangan dan tidak manja karena tantangan kedepannya tidaklah mudah untuk Nathan jika memiliki istri yang manja. Giana dan Nick yang awalnya menemani Jesi dan Nathan pun mulai berpindah bergabung dengan yang lainnya. Bella dan Derrel pun sudah bergabung bersama sedangkan Joko dan Ayu masih terlihat ngobrol berdua di gazebo. Dari acara BBQ kali ini menghasilkan kesepakatan untuk mereka berkumpul kembali di akhir tahun. Giana tidak menyangka bahwa teman-teman sekolah mereka bisa menyatu dengan teman-teman kantornya. Bahkan mereka saling merasa nyaman untuk bertukar pikiran masalah kantor maupun masalah pribadi. Ketika Giana memandang kearah Nick, mata mereka bertemu dan membuat mereka tersenyum bahagia. Ya Giana merasa sangat senang melihat keakraban yang terjalin diantara teman-temannya dan rencana untuk menjodohkan Joko dan Ayu pun sepertinya berhasil. Bahkan ada kejutan yang terjadi seperti pertemuan Bella dan Derrel serta Nathan yang langsung ingin melamar Jesi. Nick senang bisa melihat tawa bahagia Giana yang melihat Joko dan Ayu sudah berjalan sambil bergandengan tangan kearah mereka. Kedatangan Joko dan Ayu membuat semua mata melihat kearah mereka sambil memberikan tepuk tangan, celetukan jahil serta tawa bahagia bersama. Ya Joko memberitahu semuanya bahwa Ayu sudah menjadi pacarnya. Ucapan singkat Joko langsung disambut ucapan selamat semuanya, mereka ikut bahagia melihat wajah Ayu dan Joko yang berseri-seri. Giana mendekat kepada Nick sambil berbisik dan tersenyum. "Gimana ya kalau semua teman kita yang disini ternyata berjodoh?! Rasanya jadi pengen comblangin mereka satu persatu deh." Nick tertawa mendengar ucapan Giana yang luar biasa randomnya. "Didoakan saja Naa, jodoh Tuhan yang mengatur. Tinggal kita berusaha dan berdoa." ucap Nick sambil mengacak rambut Giana gemas. "Kira-kira "Bertemu jodoh di BBQ Party" atau "Jodohku di BBQ Party" atau ....... ?" "Sudah-sudah... kenapa jadi random banget sih kamu Naa... ayooo... mereka sudah mau pulang." ajak Nick untuk mengantar teman mereka pulang. "Ayoo..." jawab Giana sambil menggandeng tangan Nick. Giana merasa senang acara hari ini bisa membuat teman-temannya tertawa bersama tanpa beban.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN