Giana selesai mengerjakan laporannya. Selama menyelesaikan laporannya, Giana tetap mendengar teman-temannya yang terus bergosip tentang Nick. Dari yang Giana dengar, mereka belum tahu kalau Nick adalah anak dokter Kendrick. Dan mereka juga tidak tahu kalau pemilik "Sudut Jajan" adalah orangtua Giana. Giana jadi sedikit tenang, karena dari awal Giana sangat khawatir kalau dibilang nepotisme. Makanya Giana tidak ingin bekerja dengan jabatan asisten manager keuangan seperti yang ditawarkan orangtua Nick. Giana lebih suka memulai dari bawah. Dan Nick juga memilih jalan yang sama dengan Giana dan mereka berdua mengajukan syarat untuk bekerja dengan jalur seperti pelamar lainnya. Mereka tidak ingin melalui jalur orang dalam apalagi jalur pemilik langsung. Nick dan Giana memang dari awal mengikuti interview seperti pelamar lainnya. Untuk gajipun mereka memilih standard yang sama dengan karyawan lainnya karena dengan diberi fasilitas mess saja Giana sudah merasa tidak enak dengan karyawan lama.
Giana masih merapikan berkas diatas mejanya sampai Nick memanggilnya.
"Naa... udah selesai?"
"Udah. Bentar aku rapiin dulu."
Teman-teman Giana langsung berbisik-bisik tidak karuan melihat Nick datang lagi keruangan finance.
"Guys... duluan yaa." pamit Giana pada teman-temannya.
Belum sempat temannya menjawab, Nick pun ikut berpamitan hanya dengan menganggukkan kepala dengan wajah datar dan tanpa senyum.
"Waaahhh....... " teman-teman Giana langsung bersorak kegirangan begitu Nick pamit pada mereka. Hanya karena Nick melihat kearah mereka dan berpamitan hanya dengan menganggukkan kepala. Mereka sampai lupa untuk membalas pamitnya Giana dan Nick, mereka terlalu sibuk dengan kehebohan yang mereka buat sendiri.
Begitu keluar ruangan, Nick langsung bingung dengan kelakuan teman Giana.
"Kenapa mereka?"
Giana tertawa melihat muka bingung Nick.
"Mereka fans berat abang kutub."
"Haah...? Siapa abang kutub?"
"Kamu."
"Akuu... kok bisa? Kenapa aku jadi abang kutub?!"
Giana pun menceritakan semua yang terjadi diruangannya setelah makan siang tadi dan apa saja yang teman-temannya bicarakan tentang Nick.
"Kamu bener ya ga pernah senyum sama temen cewek selama di kantor?"
"Lah... mau ngapain aku senyum sama mereka?"
"Ya kalau mereka senyum masa kamu ga bales senyum?"
"Lah, aku kan ga kenal mereka Naa. Buat apa aku senyum?"
"Ya kalau mereka nyapa sambil senyum kamu balesnya gimana?"
"Gini." jawab Nick sambil menganggukkan kepala.
"Tapi ga senyum?"
"Ya engga lah. Kan udah aku bilang aku ga kenal. Buat apa aku senyum-senyum sama orang yang aku ga kenal."
Giana malah tertawa mendengar Nick yang ngotot.
"Kamu mau aku anter pulang atau gimana?" tanya Nick pada Giana
"Pulang. Tapi makan dulu boleh?"
"Boleh banget dong sayang."
"Hmmm... makan apa yaa? Makan seafood deket kampus yuk!"
"Boleh tuh. Udah lama juga ga makan disitu. Eh tapi Naa... naik motor ga apa? Mobilnya dibawa Derrel tadi buat anter barang."
"Ya ga apa. Tapi kamu dah boleh naik motor lagi? Pake mobilku aja ya, aku taro mobilnya di mess."
"Oke deh. Padahal enak naik motor."
"Dah ayo ambil mobil dulu ke mess."
Giana dan Nick berjalan ke arah parkiran mess. Selama perjalanan, Giana dan Nick bercerita tentang keseharian mereka. Nick merasa sangat senang, dia merasa bebannya selama ini seperti hilang tanpa jejak. Bersama Giana, hari-harinya berjalan sangat ringan. Walaupun beban pekerjaannya berat tapi ketika bercerita dengan Giana, semua terasa menyenangkan. Tidak ada lagi hari-harinya yang galau.
Nick menceritakan semua tentang kelakuan Susan pada Giana. Dia merasa tidak nyaman dengan apa yang dilakukan Susan. Nick meminta pendapat Giana, apa yang sebaiknya dia lakukan. Nick ingin menceritakan masalah ini pada dokter Ferdi tapi Giana melarangnya. Menurut Giana hal ini tidak perlu diceritakan kepada orangtua, lebih baik disikapi dengan baik agar tidak ada pihak yang merasa tersakiti. Giana meminta Nick untuk tidak merespon apapun yang Susan lakukan dan jangan memberi harapan. Karena kadang niat baik seperti sopan santun juga bisa disalahartikan.
Nick meminta Giana untuk makan siang bersama setiap hari dan pulang kerja bersama setiap hari. Nick ingin meminimalisir sebisa mungkin celah yang akan dimanfaatkan Susan. Karena beberapa kali Susan menghampirinya ketika Nick duduk di kantin rumah sakit sendiri. Giana akhirnya menyetujui apa yang Nick minta, hanya saja Giana meminta Nick tidak pamer kemesraan. Giana meminta Nick sebisa mungkin mengurangi kontak fisik seperti merangkul dan menggandeng apabila ada di area kantor. Nick setuju dan hanya dengan situasi darurat Nick boleh melanggarnya.
Nick merasa tenang ketika sudah menceritakan masalah Susan pada Giana. Dia merasa lebih tenang jika menceritakannya pada Giana. Nick selalu berusaha menjaga perasaan pasangannya dan juga tidak ingin ada kesalahpahaman lagi diantara mereka.
Mereka bercerita dari awal berangkat sampai tidak terasa makanan yang mereka makan sudah habis. Perut sudah kenyang, mereka pun tertawa karena terus bercerita tanpa sadar makanan pun sudah habis.
Nick memutuskan mengantar Giana pulang karena sudah jam 9 malam. Sampai dirumah Giana, mereka disambut kedua orangtua Giana.
Akhirnya Nick mampir walau sudah malam, karena orangtua Giana menyambut mereka di depan pintu.
"Mah... Pah... kok belum pada tidur?" sapa Giana
"Malam Om... malam Tante..." sapa Nick pada orangtua Giana.
"Malam... ayo masuk dulu Nick." ajak Papa Gio pada Nick.
"Iiisshh... Giana dicuekin. Anak mama papa tuh Giana apa Nick sih." ucap Giana sambil cemberut.
"Aduh... udah gede udah punya pacar juga masih aja cemberut." jawab Mama Liana sambil menjawil bibir Giana yang cemberut.
"Abis... Giana tanya ga dijawab."
"Papa sama Mama ya nunggu kamu. Udah berapa lama kamu ga pulang? Tadi kamu bilang mama mau pulang jadi papa ajak mama nunggu kamu." jawab Papa Gio sambil merangkul Giana dan memberi kode pada Nick untuk masuk.
Nick mengangguk sambil tersenyum.
"Ayo duduk Nick." ucap Mama Liana sambil memberi jalan pada Nick untuk duduk di sofa ruang keluarga.
"Iya, terima kasih Tante."
"Naa... buatin minum sana buat Nick." pinta Papa Gio.
"Iya Pah." jawab Giana sambil berjalan ke dapur.
Setelah Giana mengantar minum, Giana pamit untuk mandi. Papa Mama Giana asik ngobrol bersama Nick sampai Papa Gio menyuruh Nick untuk menginap saja, karena Nick tadi meminta ijin kalau boleh besok orangtuanya ingin bertemu dengan orangtua Giana dan juga karena sudah terlalu malam. Mama Giana juga sudah merapikan kamar tamu dan menyiapkan pakaian ganti untuk Nick.
Ketika Giana selesai mandi, Nick masih asik mengobrol dengan papanya. Giana sudah diberitahu mamanya kalau Nick akan menginap. Giana pun meminta papanya untuk beristirahat karena Nick pun harus beristirahat. Nick memberitahu Giana bahwa orangtuanya ingin bertemu dengan orangtua Giana besok dan Nick sudah meminta tolong pada orangtuanya untuk membawakannya baju ganti.
Setelah Papa Gio mulai mengantuk dan masuk kamar, Giana mengantar Nick ke kamar tamu.
"Good night Naa..." ucap Nick tersenyum sambil mengusap kepala Giana.
"Good night Nick. Istirahat yaa, aku ke kamar ya." pamit Giana.
"Oke sayang." jawab Nick sambil mengedipkan sebelah matanya.
Giana hanya menjawab dengan senyuman dan gelengan kepala.