Aroma kopi yang diseduh merasuki penciuman Elara. Wangi sekali. Ia bermimpi sedang leyeh-leyeh di pinggir kolam renang sebuah villa di pedesaan Bali, menghabiskan liburan panjang dengan seorang pria. Pria itu menghadiahinya secangkir kopi paling lezat ketika dirinya membuka mata. Kepalanya diusap-usap dengan lembut. Elara tersenyum kecil. Ah, andaikan saja ini nyata! "Morning, gorgeous." Elara tersentak. Mimpinya seketika buyar. Ia terpaksa membuka matanya. "Hmm, morning," jawab Elara serak. Kesadarannya perlahan-lahan kembali. Ia menggeliat sedikit, lalu meringis kecil. Persendiannya linu semua, terlebih otot pahanya. Matanya menangkap siluet Angga yang tengah menatapnya hangat. Pria itu duduk di samping Elara, bertelanjang d**a dan hanya mengenakan celana jeans panjang. Otot lengan

