Matthew duduk terkulai di kursi empuk di ruang tamu yang luas, gelas berisi alkohol yang dapat memabukkan di tangan kanannya. Wajahnya tampak kusut, dengan rambut yang sedikit acak-acakan dan pakaian yang tak lagi terjaga seperti biasanya. Tangan yang menggenggam gelas itu terlihat gemetar, dan matanya kosong, menatap lurus ke depan tanpa tujuan. Di seberang ruangan, Robert berdiri diam, menatap dengan penuh kekhawatiran. Sebagai bodyguard pribadi Matthew selama bertahun-tahun, Robert sudah sangat mengenal setiap gerak-gerik tuannya. Ia tahu betul bahwa kondisi Matthew kini jauh dari kondisi yang seharusnya. Matthew yang selalu percaya diri dan penuh karisma, kini tampak seperti pria yang sedang tenggelam dalam lautan kegelisahan. Robert merasa sangat miris melihatnya. Apa lagi den

