Aku keluar kamar mandi diliputi hati bimbang. Masih bingung menebak kebenaran test pack ini. Apakah aku beneran hamil atau tidak? Namun gejala yang kualami itu mirip seperti orang yang sedang hamil. Merasa mual, pusing dan ingin muntah. Bukankah seperti itu? Neni mendekat. "Bagaimana Nyonya?" tanyanya tampak tak sabar. "Kuberikan dua benda yang masih di tanganku itu kepadanya. Aku berjalan gontai menuju tempat tidur dan duduk di atasnya. "Alhamdulillah ..., Nyonya hamil," jerit Neni dengan senyum lebar. Ia merangsek memelukku dan mengucapkan selamat. "M–maaf Nyonya. Saya lancang dan tidak sopan malah meluk Nyonya tanpa izin," ucapnya menjauh dan sedikit menundukkan kepala. Tampak menyesal. "Jadi benar ini artinya hamil?" tanyaku memastikan dan tidak menggubris kelacangannya memeluk

