Malam semakin larut dan aku masih terjaga. Tidak ada tanda-tanda laki-laki yang kutunggu kehadirannya itu bakal datang. Tidak ada juga kabar darinya. Pesan yang kukirim padanya dengan setengah keberanian tak kunjung dibalas. Terlihat centang dua biru di pesan chat aplikasi berwarna hijau tersebut. Artinya pesan sudah dibaca, tapi sayang hanya dibaca saja. Sesulit itukah untuknya membalas pesanku sekedar meredam kegelisahanku? "Nyonya butuh sesuatu? Biar saya ambilkan?" Aku yang baru keluar kamar terkejut ditegur Neni yang tetiba ada di hadapan. "Astagfirullah." Mengelus d**a seraya menghembuskan napas kasar. "Eh, maaf mengagetkan Nyonya, ya?" "Kamu ngagetin aja. Nggak, aku cuma ..., sudahlah. Nggak ada," jawabku dengan menggelengkan kepala menolak tawarannya. "Terus Nyonya mau kemana?

