Pesan Misterius

1671 Kata

Rasa penasaran yang membuncah, membuatku segera menelpon balik Pak Arik tanpa membalas pesan yang dikirimkannya. Namun, panggilanku ditolak. Dua kali kuhubungi lagi, dua kali pula ditolaknya. Aneh? Ada apa dengan Pak Arik? Sebenarnya pesan itu untuk siapa? Siapa Bulan? Biarlah. Nanti kucoba menghubungi Pak Arik kembali. Dia masih berutang penjelasan padaku. Aku memutuskan tetap pergi dengan Neni. Dengan atau tanpa restunya. Aku berhasil membujuk Neni agar mau mengajakku pergi keluar dengannya. Awalnya dia menolak, tapi dengan mengancam kalau aku tidak mau makan, membuatnya luluh juga. Aku merajuk kayak anak kecil selalu mengancamnya begitu, tapi anehnya Neni menurut. Aku sampai mengucap maaf di dalam hati karena selalu mengatakan hal tersebut, sambil mengelus perutku yang mulai tampak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN