Rumit

1374 Kata

Cuih! Sombong sekali pria yang kini berdiri di depan Amanda dengan jarak kurang dari dua inchi ini. Tawa kemenangan seolah enggan memudar dari labium hitam Leo. Sementara, satu kata nan sakral itu belum jua pasti terjadi. "Apa? Katakan saja! "desak Amanda dengan jumawanya. Berpikir jika ia pastilah mampu memenuhi keinginan lelaki sinting yang pernah menjadi suami dari kakak tersayangnya. " Kamu yakin mampu menuruti apa kataku, nona cantik, hem?" lagi, Leo mencoba meminta Amanda mempertimbangkan keputusannya lagi. "Aku tahu ini pasti berat untuk kamu penuhi,"imbuh Leo yang menuntun jantung Amanda berdetak di luar batas kewajaran. Tunggu. Sebenarnya ada apa ini? Mengapa pria itu beberapa kali meminta Amanda untuk menimbang-nimbang kembali untuk mengiyakan permintaannya? Tak ayal, berbag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN